Resto ini udh beroperasi sejak februari tp pelayanannya ga bgt sumpah😤 aku udh reservasi katanya meja yg aku pengin available, deal aku langsung tf DPnya. Aku sampe resto jam 5, di anterin sama waitress nya ke meja trs aku tanya “kok ga sesuai sama yg aku pesen? kan aku request meja nya yg disitu kak”. Mbak waitress nya cuma jawab “ga tau kak”, harusnya cari solusi kek di check dlu atau gmn jgn jawab gatau. Akhirnya aku request ganti ke meja yg aku mau krna disitu kosong, dan di tolak katanya nanti kalo ganti meja waitress nya bingung nyari meja pas nganterin makan, yaudah aku ga jd pindah. Aku duduk disitu udh ada minuman yg aku order, ini aku minum pas buka gada rasanya, es nya udh meleleh kelamaan. Udah adzan makanan belum dateng2 lamaaaa bgt, pdhal aku reservasi sebelumnya. Aku liat waitress mau nganterin makanan muter ruangan dlu bingung di meja yg mana dan dia sambil bercanda sama rekan kerjanya, ternyata itu makananku, ga pindah meja aja dia bingung itu orderan siapa😂 aku tanyain lg “knp lama bgt kak makanannya?”, mas waitress nya cuma jawab “iya kak lg rame”, ga pake kata maaf dan itu ga bisa jd alasan. Aku jawab “waitressnya kan banyak”. Ya iya lama org situ kerja sambil bercanda, kamu lg kerja bukan main yg fokus apalagi restonya lg rame saat itu. Lanjut ke makanan, aku order pasta carbonara and brisket rasanya biasa aja udh dingin dan beefnya gosong, sate shortplate maranggi sama texas buffalo wings aman rasanya enak aku suka. Utk minuman gabisa di review krna kelamaan esnya meleleh udh gada rasanya. Aku nambah 1 nasi lg dan datengnya lama bgt shayy pdhal cuma nasi biasa, keknya beli dlu ke warteg😂😂 Setelah makan saatnya bayar daaan antrian panjang, mas kasirnya lelet bgt, udh dibantuin 2 orang tetep aja lama. Semoga kedepannya bisa lebih baik lg ya. Kayanya aku gabakal balik kesini lg sih. Overall aku kasih ⭐️6,5/10 dan tempat parkirnya ga luas, tukang...
Read moreJembatan yg sangat terkenal terutama di masyarakat Tegal, karena kabarnya memiliki sejarah yang kelam pada masanya. Selain itu jembatan / brug abang ini merupakan penghubung desa Talang dengan jalan raya.
Jembatan ini tidak bercat warna merah, namun karena sejarahnya yang kelam, jembatan ini dinamakan Brug Abang.
Tidak ada yang istimewa dengan jembatan ini namun yang membuatnya istimewa adalah dahulu di jembatan ini dijadikan tempat eksekusi para pamong praja dan orang-orang yang dianggap menetang. Dengan tetabuhan khas “tombreng-tombreng”, para korban diarak oleh warga menuju ke jembatan tersebut. Darah para korban pembantaian mengalir ke sungai sehingga sungai menjadi berwarna merah, sehingga jembatan itu sekarang disebut Brug Abang.
Di bawah Brug Abang, terdapat tempat Bendung Pesayangan yang dibangun pada tahun 1918 – 1921. Cukup tua memang....
Tapi kata orang yang tahu sejarahnya itulah misteri Kali Gung Yang dulu menjadi saksi bisu pemberontakan kutil pada bulan...
Read moreBerada diantara pusat kota Tegal dan Slawi tempat ini sangat terkenal di masyarakat Tegal. Bisa dibilang ini merupakan salah satu land mark yang jadi bagi sebagian warga Tegal dalam menentukan lokasi atau "ancer-ancer/patokan" dalam menunjukan lokasi lain. Seiring berjalannya waktu tempat ini juga banyak dijadikan lokasi tempat bertemunya penjual dan pembeli secara Online "COD" karena letaknya yang sangat strategis ini. bagi orang luar Tegal disekitar tempat ini banyak terdapat penjual alat-alat dapur dari logam disepanjang jalan dekat area tersebut. Serta tempat bagi pencari ikon kabupaten tegal yaitu Poci yang terbuat...
Read more