HTML SitemapExplore

Klero Temple — Attraction in Central Java

Name
Klero Temple
Description
Nearby attractions
Nearby restaurants
Nearby local services
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Klero Temple tourism.Klero Temple hotels.Klero Temple bed and breakfast. flights to Klero Temple.Klero Temple attractions.Klero Temple restaurants.Klero Temple local services.Klero Temple travel.Klero Temple travel guide.Klero Temple travel blog.Klero Temple pictures.Klero Temple photos.Klero Temple travel tips.Klero Temple maps.Klero Temple things to do.
Klero Temple things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Klero Temple
IndonesiaCentral JavaKlero Temple

Basic Info

Klero Temple

HGQC+2GF, Ngentak Lor, Klero, Kec. Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50775, Indonesia
4.3(220)
Open until 5:00 PM
Save
spot

Ratings & Description

Info

Cultural
Scenic
Family friendly
attractions: , restaurants: , local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.
Open hoursSee all hours
Sat7 AM - 5 PMOpen

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Klero Temple

4.3
(220)
avatar
5.0
3y

Did you know that around the city of Salatiga there are historical remains? These historical remains are the remains of ancient Indonesia. Klero Temple or Tengaran Temple, is a Hindu-style temple and is located in Klero Village, Tengaran District, Semarang Regency. This temple was rediscovered in 1995. The morphology of Klero Temple consists of the legs, the body, and the roof. The foot of Klero Temple is a square-shaped terrace. At the top of the terrace, there are protrusions that surround the body of the temple. The protrusion is thought to have been the base (umpak) that served to support the pole. Visitors can climb the terrace via stairs decorated with makara that appear to have been unfinished. The body of Klero Temple has one chamber (grbagrha) in which there is a yoni. According to information, a statue of Lord Shiva was also found at Klero Temple. However, the Lord Shiva statue has been moved by the Antiquities Office for reasons of safety.

Hopefully, these cultural heritage discoveries will encourage us to continue to participate in maintaining and promoting our tourism at...

   Read more
avatar
5.0
1y

Candi Klero bisa kamu temui di Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran. Letaknya sekitar 500 meter dari Jalan Raya Salatiga-Solo dan nggak jauh dari Pasar Tengaran. Tapi, karena lokasinya ada di perkebunan dan bahkan persis di sebelah permakaman umum desa, kompleks candi ini pun terkesan tenang dan asri.

Candi ini ditemukan pada 1995 dalam kondisi sudah runtuh dan berantakan. Sayangnya, di sekitar bangunan candi sama sekali nggak ditemui benda bersejarah lain yang bisa dijadikan acuan tentang siapa pembuat atau kapan candi tersebut didirikan.

Meski banyak keterbatasan, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) tetap melakukan pemugaran. Mereka mampu membangun kembali bangunan yang hanya terdiri atas candi induk tanpa candi pendamping tersebut.

Candi dengan tinggi sekitar 4 meter tersebut memiliki ukuran luas 14 x 14 meter. Kalau dilihat sekilas, bentuknya mirip Candi Sambisari yang ada di Yogyakarta. Keberadaan yoni dan arca Siwa pada candi tersebut membuat pihak BPCB memastikan bahwa candi tersebut bercorak Hindu. Nah, dari bentuk bangunannya, para peneliti meyakini jika candi tersebut dulunya dipakai untuk peribadatan.

Kalau menilik bagian atas teras Candi Klero, terdapat tonjolan yang mengitari badan candi. Para peneliti pun menduga tonjolan tersebut berfungsi sebagai penyangga tiang yang kini sudah hilang nggak tersisa.

Menurut Kompas, (23/1/2023), pada candi tersebut juga terdapat anak tangga dengan hiasan makara, mahluk mitologi dengan wujud naga air. Selain itu, pada salah satu sudut dari dinding teras, sebenarnya ada semacam prasasti dengan aksara Kawi atau Jawa Kuno yang sayangnya sudah nggak bisa lagi dibaca, Millens.

Pada pusat candi, ada sebuah grbagrha atau bilik dengan sebuah yoni di dalamnya. Pada bagian cerat yoni tersebut, terlihat ornamen ular yang menopang seekor kura-kura. Sayangnya, nggak ada kejelasan lebih lanjut tentang fungsi atau makna dari ornamen tersebut.

Nah, kalau kamu pengin wisata sejarah ke tempat di mana nggak banyak wisatawan datang, Candi Klero bisa kamu jadikan pilihan. Tenang, di sekitar bangunan Candi Klero terdapat taman yang cukup terawat. Di sana juga sudah tersedia bangku taman buat kamu yang pengin istirahat dan menikmati pemandangan sekitar.

O ya, kalau kamu pengin masuk ke kompleks Candi Klero, siapkan saja uang untuk membayar tiket masuknya, yaitu Rp 5 ribu saja. Murah...

   Read more
avatar
5.0
5y

Candi Klero atau Candi Tengaran adalah candi bercorak Hindu yang terletak di Desa Ngentak Lor, Kelurahan Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ketika pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1995, candi ini dalam kondisi runtuh. Akan tetapi, sekarang reruntuhan tersebut berhasil dipugar menjadi sebuah bangunan candi oleh BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) daerah Provinsi Jawa Tengah yang sekarang berubah menjadi BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Tengah. Candi Klero disebut juga dengan nama Candi Tengaran oleh penduduk lokal. Penamaan Candi Klero atau Candi Tengaran ini berdasarkan lokasi candi tersebut ditemukan pada masa sekarang. Sekarang, Candi Klero terletak tidak jauh sekitar 500 meter dari Jalan Raya Solo-Semarang. Dari segi keamanan, di sekeliling Candi Klero telah terpasang pagar tembok permanen. Bentuk bangunan candi ini unik. Morfologi Candi Klero terdiri atas bagian kaki, bagian tubuh, dan bagian atap. Bagian kaki Candi Klero adalah teras berbentuk persegi berukuran 14 meter x 14 meter x 1,4 meter. Pada bagian atas teras tersebut terdapat tonjolan-tonjolan yang mengitari bagian tubuh candi. Tonjolan tersebut diduga dahulu merupakan landas (umpak) yang berfungsi untuk menyangga tiang. Pengunjung dapat menaiki teras melalui anak tangga berhias makara yang tampaknya belum selesai dikerjakan. Pada salah satu sudut dinding teras, terdapat prasasti pendek beraksara Kawi atau Jawa Kuno dalam kondisi yang sudah aus.

Bagian tubuh Candi Klero memiliki satu bilik (grbagrha) yang di dalam nya terdapat sebuah yoni. Di bawah bagian cerat dari yoni Candi Klero terdapat ornamen seekor ular yang sedang menyunggi seekor kura-kura. Menurut informasi, sebuah arca Dewa Siwa juga ditemukan di Candi Klero. Akan tetapi, arca Siwa tersebut sudah dipindahkan oleh kantor Dinas Purbakala dengan alasan...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

Ayu KartikaAyu Kartika
Did you know that around the city of Salatiga there are historical remains? These historical remains are the remains of ancient Indonesia. Klero Temple or Tengaran Temple, is a Hindu-style temple and is located in Klero Village, Tengaran District, Semarang Regency. This temple was rediscovered in 1995. The morphology of Klero Temple consists of the legs, the body, and the roof. The foot of Klero Temple is a square-shaped terrace. At the top of the terrace, there are protrusions that surround the body of the temple. The protrusion is thought to have been the base (umpak) that served to support the pole. Visitors can climb the terrace via stairs decorated with makara that appear to have been unfinished. The body of Klero Temple has one chamber (grbagrha) in which there is a yoni. According to information, a statue of Lord Shiva was also found at Klero Temple. However, the Lord Shiva statue has been moved by the Antiquities Office for reasons of safety. Hopefully, these cultural heritage discoveries will encourage us to continue to participate in maintaining and promoting our tourism at home and abroad.
Your browser does not support the video tag.
Brian ChristmanantaBrian Christmananta
Candi kecil tapi memukau 😍
Ahmad Dzikri Al KafiAhmad Dzikri Al Kafi
Candi Klero bisa kamu temui di Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran. Letaknya sekitar 500 meter dari Jalan Raya Salatiga-Solo dan nggak jauh dari Pasar Tengaran. Tapi, karena lokasinya ada di perkebunan dan bahkan persis di sebelah permakaman umum desa, kompleks candi ini pun terkesan tenang dan asri. Candi ini ditemukan pada 1995 dalam kondisi sudah runtuh dan berantakan. Sayangnya, di sekitar bangunan candi sama sekali nggak ditemui benda bersejarah lain yang bisa dijadikan acuan tentang siapa pembuat atau kapan candi tersebut didirikan. Meski banyak keterbatasan, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) tetap melakukan pemugaran. Mereka mampu membangun kembali bangunan yang hanya terdiri atas candi induk tanpa candi pendamping tersebut. Candi dengan tinggi sekitar 4 meter tersebut memiliki ukuran luas 14 x 14 meter. Kalau dilihat sekilas, bentuknya mirip Candi Sambisari yang ada di Yogyakarta. Keberadaan yoni dan arca Siwa pada candi tersebut membuat pihak BPCB memastikan bahwa candi tersebut bercorak Hindu. Nah, dari bentuk bangunannya, para peneliti meyakini jika candi tersebut dulunya dipakai untuk peribadatan. Kalau menilik bagian atas teras Candi Klero, terdapat tonjolan yang mengitari badan candi. Para peneliti pun menduga tonjolan tersebut berfungsi sebagai penyangga tiang yang kini sudah hilang nggak tersisa. Menurut Kompas, (23/1/2023), pada candi tersebut juga terdapat anak tangga dengan hiasan makara, mahluk mitologi dengan wujud naga air. Selain itu, pada salah satu sudut dari dinding teras, sebenarnya ada semacam prasasti dengan aksara Kawi atau Jawa Kuno yang sayangnya sudah nggak bisa lagi dibaca, Millens. Pada pusat candi, ada sebuah grbagrha atau bilik dengan sebuah yoni di dalamnya. Pada bagian cerat yoni tersebut, terlihat ornamen ular yang menopang seekor kura-kura. Sayangnya, nggak ada kejelasan lebih lanjut tentang fungsi atau makna dari ornamen tersebut. Nah, kalau kamu pengin wisata sejarah ke tempat di mana nggak banyak wisatawan datang, Candi Klero bisa kamu jadikan pilihan. Tenang, di sekitar bangunan Candi Klero terdapat taman yang cukup terawat. Di sana juga sudah tersedia bangku taman buat kamu yang pengin istirahat dan menikmati pemandangan sekitar. O ya, kalau kamu pengin masuk ke kompleks Candi Klero, siapkan saja uang untuk membayar tiket masuknya, yaitu Rp 5 ribu saja. Murah kan, Millens? (Arie Widodo/E10)
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Did you know that around the city of Salatiga there are historical remains? These historical remains are the remains of ancient Indonesia. Klero Temple or Tengaran Temple, is a Hindu-style temple and is located in Klero Village, Tengaran District, Semarang Regency. This temple was rediscovered in 1995. The morphology of Klero Temple consists of the legs, the body, and the roof. The foot of Klero Temple is a square-shaped terrace. At the top of the terrace, there are protrusions that surround the body of the temple. The protrusion is thought to have been the base (umpak) that served to support the pole. Visitors can climb the terrace via stairs decorated with makara that appear to have been unfinished. The body of Klero Temple has one chamber (grbagrha) in which there is a yoni. According to information, a statue of Lord Shiva was also found at Klero Temple. However, the Lord Shiva statue has been moved by the Antiquities Office for reasons of safety. Hopefully, these cultural heritage discoveries will encourage us to continue to participate in maintaining and promoting our tourism at home and abroad.
Ayu Kartika

Ayu Kartika

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Candi kecil tapi memukau 😍
Brian Christmananta

Brian Christmananta

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Candi Klero bisa kamu temui di Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran. Letaknya sekitar 500 meter dari Jalan Raya Salatiga-Solo dan nggak jauh dari Pasar Tengaran. Tapi, karena lokasinya ada di perkebunan dan bahkan persis di sebelah permakaman umum desa, kompleks candi ini pun terkesan tenang dan asri. Candi ini ditemukan pada 1995 dalam kondisi sudah runtuh dan berantakan. Sayangnya, di sekitar bangunan candi sama sekali nggak ditemui benda bersejarah lain yang bisa dijadikan acuan tentang siapa pembuat atau kapan candi tersebut didirikan. Meski banyak keterbatasan, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) tetap melakukan pemugaran. Mereka mampu membangun kembali bangunan yang hanya terdiri atas candi induk tanpa candi pendamping tersebut. Candi dengan tinggi sekitar 4 meter tersebut memiliki ukuran luas 14 x 14 meter. Kalau dilihat sekilas, bentuknya mirip Candi Sambisari yang ada di Yogyakarta. Keberadaan yoni dan arca Siwa pada candi tersebut membuat pihak BPCB memastikan bahwa candi tersebut bercorak Hindu. Nah, dari bentuk bangunannya, para peneliti meyakini jika candi tersebut dulunya dipakai untuk peribadatan. Kalau menilik bagian atas teras Candi Klero, terdapat tonjolan yang mengitari badan candi. Para peneliti pun menduga tonjolan tersebut berfungsi sebagai penyangga tiang yang kini sudah hilang nggak tersisa. Menurut Kompas, (23/1/2023), pada candi tersebut juga terdapat anak tangga dengan hiasan makara, mahluk mitologi dengan wujud naga air. Selain itu, pada salah satu sudut dari dinding teras, sebenarnya ada semacam prasasti dengan aksara Kawi atau Jawa Kuno yang sayangnya sudah nggak bisa lagi dibaca, Millens. Pada pusat candi, ada sebuah grbagrha atau bilik dengan sebuah yoni di dalamnya. Pada bagian cerat yoni tersebut, terlihat ornamen ular yang menopang seekor kura-kura. Sayangnya, nggak ada kejelasan lebih lanjut tentang fungsi atau makna dari ornamen tersebut. Nah, kalau kamu pengin wisata sejarah ke tempat di mana nggak banyak wisatawan datang, Candi Klero bisa kamu jadikan pilihan. Tenang, di sekitar bangunan Candi Klero terdapat taman yang cukup terawat. Di sana juga sudah tersedia bangku taman buat kamu yang pengin istirahat dan menikmati pemandangan sekitar. O ya, kalau kamu pengin masuk ke kompleks Candi Klero, siapkan saja uang untuk membayar tiket masuknya, yaitu Rp 5 ribu saja. Murah kan, Millens? (Arie Widodo/E10)
Ahmad Dzikri Al Kafi

Ahmad Dzikri Al Kafi

See more posts
See more posts