Selamat Datang 📄 : Jeffin Sumarta
Perjalanan pulang dari ujung selatan Paranggupito sempat ke Masjid Wonokerso. Kukira rombongan akan mampir ke grojogan Wates, namun entah kenapa Mas Rico yang penunjuk jalan malah membawa kami ke sebuah perkampungan. Saat rombongan berhenti aku clingak clinguk mana kawasan yang asri penuh air kata gugelmep. Saat clingukan ke arah timur laut, aku menatap bangunan kayu berdiri penuh wibawa seakan dialah pemenang dalam pertarungan perguliran zaman. "wow, ini bangunan pasti spesial", batinku. Betul saja di depan bangunan itu terdapat plang dengan keterangan Masjid Wonokerso, Bangunan Cagar Budaya plus rujukan UU No. 11 Tahun 2010.
Tak sabar aku ingin segera menyentuh material dan meruang dalam bangunan yang kutebak berusia lebih dari seabad itu. Saking tidak sabarnya aku salah jalan memasuki entrance kawasan masjid. Saat memasuki area parkir, aku sempat sebel juga tak rela karena naungan galvalum juga material baja terbentang saling silang menyilang menutupi bangunan utama. Ekstensi bangunan teras pun sangat kontras dengan material kayu. Fix, walapun bangunan utama juaranya tapi tetap saja akutu nggak mau ia terlihat norak kayak gitu.
Puas mengamati eksterior masjid, aku kemudian mengambil wudhu. Setelahnya aku bertemu dengan seorang bapak yang mungkin adalah penjaga masjid ini. Dari informasi beliau konon masjid ini adalah peninggalan Sunan Kalijaga saat mencari kayu untuk pembangunan Masjid Demak di daerah Donoloyo. Menurut beliau lagi, Masjid Wonokerso ini sudah berusia lebih dari lima abad, aku kembali kagum karena material dan ornamen masjid hampir sebagai besar masih asli dah terjaga.
Pintu masuk masjid dibuat rendah sehingga harus merunduk saat memasukinya. Lagi lagi aku merasa sebel karena utilitas tambahan masjid yang terpasang dengan sembrono. Kabel disana sini, empat kipas angin jumbo yang dipasang sembarangan, lampu 50 watt yang menyilaukan serta pilihan parquet penutup lantai yang mengkilap kedap udara (padahal struktur masjid ini panggung, boleh jadi dulu lantainya punya pori pori untuk mengalirkan udara dari bawah). Titik pilihan sujud dhuhaku tersisa area dekat dengan bukaan (jendela). Sisi kiri yang aku incar sudah ditempati orang, tersisa bukaan di sisi kanan yang berada agak kedepan. Btw, jendela kanan kiri masjid ini asimetris tidak sebagaimana kebanyakan masjid. Ada maksud apa?, entahlah. Selepas salam sambil menatap gurat gurat jati daun jendela seulas harap kulempar kelangit. Yeah, alhamdulillah ruhiyahku naik satu strip di...
Read moreMasjid Tiban di Wonokerso adalah bangunan legendaris: sudah berdiri sejak 6 abad lalu, masjid ini menyimpan banyak keagungan dan anomali.
Masjidnya sangat nyaman karena upgrade yang pintar. Selain itu, unsur klasik dari masjid dan lokasinya masih ada, membawa pengunjung menuju masa lampau di saat Wonokerso masih wono.
Spesial: arsitektur ini adalah mahakarya dari kecerdasan manusia, diciptakan tanpa paku, ukuran proporsional, dan tentunya indah. Terbuat seluruhnya dari kayu, kemungkinan kayu jati padat, dinding dan penopangnya masih kokoh dan keras, tidak berayap.
Upgrading masjid ini juga hebat, pengubahan kayu yang telah keropos dengan bahan modern tidak mengubah gaya unik bangunannya. Kelestarian gaya masjid ini menjadi poin penting.
Masjid legendaris yang luar biasa rupanya dan...
Read moremasjid kuno yang merupakan salah satu peninggalan kanjeng sunan kalijaga. menurut cerita, dulu sebelum membangun masjid agung demak bintoro terlebih dahulu sang sunan membangun masjid ini. jadi bisa dikatakan bahwa masjid tiban wonokerso ini adalah miniatur atau cetak biru dari masjid agung demak. selain disini, peninggalan sunan kalijaga yang berhubungan dengan masjid demak adalah punden gundil yang berada di daerah jepara. disitu terdapat kayu ukur yang akan digunakan sebagai tiang...
Read more