HTML SitemapExplore

Masjid Tiban Wonokerso — Attraction in Central Java

Name
Masjid Tiban Wonokerso
Description
Nearby attractions
Nearby restaurants
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Masjid Tiban Wonokerso tourism.Masjid Tiban Wonokerso hotels.Masjid Tiban Wonokerso bed and breakfast. flights to Masjid Tiban Wonokerso.Masjid Tiban Wonokerso attractions.Masjid Tiban Wonokerso restaurants.Masjid Tiban Wonokerso travel.Masjid Tiban Wonokerso travel guide.Masjid Tiban Wonokerso travel blog.Masjid Tiban Wonokerso pictures.Masjid Tiban Wonokerso photos.Masjid Tiban Wonokerso travel tips.Masjid Tiban Wonokerso maps.Masjid Tiban Wonokerso things to do.
Masjid Tiban Wonokerso things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Masjid Tiban Wonokerso
IndonesiaCentral JavaMasjid Tiban Wonokerso

Basic Info

Masjid Tiban Wonokerso

3W3P+476, Wonokerso, Sendangrejo, Kec. Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57673, Indonesia
4.8(133)
Open 24 hours
Save
spot

Ratings & Description

Info

Cultural
Scenic
attractions: , restaurants:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Masjid Tiban Wonokerso

4.8
(133)
avatar
5.0
4y

Selamat Datang 📄 : Jeffin Sumarta

Perjalanan pulang dari ujung selatan Paranggupito sempat ke Masjid Wonokerso. Kukira rombongan akan mampir ke grojogan Wates, namun entah kenapa Mas Rico yang penunjuk jalan malah membawa kami ke sebuah perkampungan. Saat rombongan berhenti aku clingak clinguk mana kawasan yang asri penuh air kata gugelmep. Saat clingukan ke arah timur laut, aku menatap bangunan kayu berdiri penuh wibawa seakan dialah pemenang dalam pertarungan perguliran zaman. "wow, ini bangunan pasti spesial", batinku. Betul saja di depan bangunan itu terdapat plang dengan keterangan Masjid Wonokerso, Bangunan Cagar Budaya plus rujukan UU No. 11 Tahun 2010.

Tak sabar aku ingin segera menyentuh material dan meruang dalam bangunan yang kutebak berusia lebih dari seabad itu. Saking tidak sabarnya aku salah jalan memasuki entrance kawasan masjid. Saat memasuki area parkir, aku sempat sebel juga tak rela karena naungan galvalum juga material baja terbentang saling silang menyilang menutupi bangunan utama. Ekstensi bangunan teras pun sangat kontras dengan material kayu. Fix, walapun bangunan utama juaranya tapi tetap saja akutu nggak mau ia terlihat norak kayak gitu.

Puas mengamati eksterior masjid, aku kemudian mengambil wudhu. Setelahnya aku bertemu dengan seorang bapak yang mungkin adalah penjaga masjid ini. Dari informasi beliau konon masjid ini adalah peninggalan Sunan Kalijaga saat mencari kayu untuk pembangunan Masjid Demak di daerah Donoloyo. Menurut beliau lagi, Masjid Wonokerso ini sudah berusia lebih dari lima abad, aku kembali kagum karena material dan ornamen masjid hampir sebagai besar masih asli dah terjaga.

Pintu masuk masjid dibuat rendah sehingga harus merunduk saat memasukinya. Lagi lagi aku merasa sebel karena utilitas tambahan masjid yang terpasang dengan sembrono. Kabel disana sini, empat kipas angin jumbo yang dipasang sembarangan, lampu 50 watt yang menyilaukan serta pilihan parquet penutup lantai yang mengkilap kedap udara (padahal struktur masjid ini panggung, boleh jadi dulu lantainya punya pori pori untuk mengalirkan udara dari bawah). Titik pilihan sujud dhuhaku tersisa area dekat dengan bukaan (jendela). Sisi kiri yang aku incar sudah ditempati orang, tersisa bukaan di sisi kanan yang berada agak kedepan. Btw, jendela kanan kiri masjid ini asimetris tidak sebagaimana kebanyakan masjid. Ada maksud apa?, entahlah. Selepas salam sambil menatap gurat gurat jati daun jendela seulas harap kulempar kelangit. Yeah, alhamdulillah ruhiyahku naik satu strip di...

   Read more
avatar
5.0
1y

Masjid Tiban di Wonokerso adalah bangunan legendaris: sudah berdiri sejak 6 abad lalu, masjid ini menyimpan banyak keagungan dan anomali.

Masjidnya sangat nyaman karena upgrade yang pintar. Selain itu, unsur klasik dari masjid dan lokasinya masih ada, membawa pengunjung menuju masa lampau di saat Wonokerso masih wono.

Spesial: arsitektur ini adalah mahakarya dari kecerdasan manusia, diciptakan tanpa paku, ukuran proporsional, dan tentunya indah. Terbuat seluruhnya dari kayu, kemungkinan kayu jati padat, dinding dan penopangnya masih kokoh dan keras, tidak berayap.

Upgrading masjid ini juga hebat, pengubahan kayu yang telah keropos dengan bahan modern tidak mengubah gaya unik bangunannya. Kelestarian gaya masjid ini menjadi poin penting.

Masjid legendaris yang luar biasa rupanya dan...

   Read more
avatar
5.0
4y

masjid kuno yang merupakan salah satu peninggalan kanjeng sunan kalijaga. menurut cerita, dulu sebelum membangun masjid agung demak bintoro terlebih dahulu sang sunan membangun masjid ini. jadi bisa dikatakan bahwa masjid tiban wonokerso ini adalah miniatur atau cetak biru dari masjid agung demak. selain disini, peninggalan sunan kalijaga yang berhubungan dengan masjid demak adalah punden gundil yang berada di daerah jepara. disitu terdapat kayu ukur yang akan digunakan sebagai tiang...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

Sekolah Alam Solo RayaSekolah Alam Solo Raya
*Selamat Datang* 📄 : Jeffin Sumarta Perjalanan pulang dari ujung selatan Paranggupito sempat ke Masjid Wonokerso. Kukira rombongan akan mampir ke grojogan Wates, namun entah kenapa Mas Rico yang penunjuk jalan malah membawa kami ke sebuah perkampungan. Saat rombongan berhenti aku clingak clinguk mana kawasan yang asri penuh air kata gugelmep. Saat clingukan ke arah timur laut, aku menatap bangunan kayu berdiri penuh wibawa seakan dialah pemenang dalam pertarungan perguliran zaman. "wow, ini bangunan pasti spesial", batinku. Betul saja di depan bangunan itu terdapat plang dengan keterangan Masjid Wonokerso, Bangunan Cagar Budaya plus rujukan UU No. 11 Tahun 2010. Tak sabar aku ingin segera menyentuh material dan meruang dalam bangunan yang kutebak berusia lebih dari seabad itu. Saking tidak sabarnya aku salah jalan memasuki entrance kawasan masjid. Saat memasuki area parkir, aku sempat sebel juga tak rela karena naungan galvalum juga material baja terbentang saling silang menyilang menutupi bangunan utama. Ekstensi bangunan teras pun sangat kontras dengan material kayu. Fix, walapun bangunan utama juaranya tapi tetap saja akutu nggak mau ia terlihat norak kayak gitu. Puas mengamati eksterior masjid, aku kemudian mengambil wudhu. Setelahnya aku bertemu dengan seorang bapak yang mungkin adalah penjaga masjid ini. Dari informasi beliau konon masjid ini adalah peninggalan Sunan Kalijaga saat mencari kayu untuk pembangunan Masjid Demak di daerah Donoloyo. Menurut beliau lagi, Masjid Wonokerso ini sudah berusia lebih dari lima abad, aku kembali kagum karena material dan ornamen masjid hampir sebagai besar masih asli dah terjaga. Pintu masuk masjid dibuat rendah sehingga harus merunduk saat memasukinya. Lagi lagi aku merasa sebel karena utilitas tambahan masjid yang terpasang dengan sembrono. Kabel disana sini, empat kipas angin jumbo yang dipasang sembarangan, lampu 50 watt yang menyilaukan serta pilihan parquet penutup lantai yang mengkilap kedap udara (padahal struktur masjid ini panggung, boleh jadi dulu lantainya punya pori pori untuk mengalirkan udara dari bawah). Titik pilihan sujud dhuhaku tersisa area dekat dengan bukaan (jendela). Sisi kiri yang aku incar sudah ditempati orang, tersisa bukaan di sisi kanan yang berada agak kedepan. Btw, jendela kanan kiri masjid ini asimetris tidak sebagaimana kebanyakan masjid. Ada maksud apa?, entahlah. Selepas salam sambil menatap gurat gurat jati daun jendela seulas harap kulempar kelangit. Yeah, alhamdulillah ruhiyahku naik satu strip di penghujung sya'ban.
Yudha Kusuma NegaraYudha Kusuma Negara
Masjid Tiban di Wonokerso adalah bangunan legendaris: sudah berdiri sejak 6 abad lalu, masjid ini menyimpan banyak keagungan dan anomali. Masjidnya sangat nyaman karena upgrade yang pintar. Selain itu, unsur klasik dari masjid dan lokasinya masih ada, membawa pengunjung menuju masa lampau di saat Wonokerso masih wono. Spesial: arsitektur ini adalah mahakarya dari kecerdasan manusia, diciptakan tanpa paku, ukuran proporsional, dan tentunya indah. Terbuat seluruhnya dari kayu, kemungkinan kayu jati padat, dinding dan penopangnya masih kokoh dan keras, tidak berayap. Upgrading masjid ini juga hebat, pengubahan kayu yang telah keropos dengan bahan modern tidak mengubah gaya unik bangunannya. Kelestarian gaya masjid ini menjadi poin penting. Masjid legendaris yang luar biasa rupanya dan kenyamanannya.
Jaso Jangan SotoJaso Jangan Soto
Masjid tua di sekitar Baturetno. Bagian depannya ada bangunan baru. Tetapi bangunan yang lama berupa masjid panggung. Bentuk yang sudah langka di Jawa. Konon dibangun oleh walisanga tetapi ya wallahualam. Untuk masuk ke sini harus menunduk dulu. Lokasinya tidak jauh dari jalan utama ke Baturetno.
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

*Selamat Datang* 📄 : Jeffin Sumarta Perjalanan pulang dari ujung selatan Paranggupito sempat ke Masjid Wonokerso. Kukira rombongan akan mampir ke grojogan Wates, namun entah kenapa Mas Rico yang penunjuk jalan malah membawa kami ke sebuah perkampungan. Saat rombongan berhenti aku clingak clinguk mana kawasan yang asri penuh air kata gugelmep. Saat clingukan ke arah timur laut, aku menatap bangunan kayu berdiri penuh wibawa seakan dialah pemenang dalam pertarungan perguliran zaman. "wow, ini bangunan pasti spesial", batinku. Betul saja di depan bangunan itu terdapat plang dengan keterangan Masjid Wonokerso, Bangunan Cagar Budaya plus rujukan UU No. 11 Tahun 2010. Tak sabar aku ingin segera menyentuh material dan meruang dalam bangunan yang kutebak berusia lebih dari seabad itu. Saking tidak sabarnya aku salah jalan memasuki entrance kawasan masjid. Saat memasuki area parkir, aku sempat sebel juga tak rela karena naungan galvalum juga material baja terbentang saling silang menyilang menutupi bangunan utama. Ekstensi bangunan teras pun sangat kontras dengan material kayu. Fix, walapun bangunan utama juaranya tapi tetap saja akutu nggak mau ia terlihat norak kayak gitu. Puas mengamati eksterior masjid, aku kemudian mengambil wudhu. Setelahnya aku bertemu dengan seorang bapak yang mungkin adalah penjaga masjid ini. Dari informasi beliau konon masjid ini adalah peninggalan Sunan Kalijaga saat mencari kayu untuk pembangunan Masjid Demak di daerah Donoloyo. Menurut beliau lagi, Masjid Wonokerso ini sudah berusia lebih dari lima abad, aku kembali kagum karena material dan ornamen masjid hampir sebagai besar masih asli dah terjaga. Pintu masuk masjid dibuat rendah sehingga harus merunduk saat memasukinya. Lagi lagi aku merasa sebel karena utilitas tambahan masjid yang terpasang dengan sembrono. Kabel disana sini, empat kipas angin jumbo yang dipasang sembarangan, lampu 50 watt yang menyilaukan serta pilihan parquet penutup lantai yang mengkilap kedap udara (padahal struktur masjid ini panggung, boleh jadi dulu lantainya punya pori pori untuk mengalirkan udara dari bawah). Titik pilihan sujud dhuhaku tersisa area dekat dengan bukaan (jendela). Sisi kiri yang aku incar sudah ditempati orang, tersisa bukaan di sisi kanan yang berada agak kedepan. Btw, jendela kanan kiri masjid ini asimetris tidak sebagaimana kebanyakan masjid. Ada maksud apa?, entahlah. Selepas salam sambil menatap gurat gurat jati daun jendela seulas harap kulempar kelangit. Yeah, alhamdulillah ruhiyahku naik satu strip di penghujung sya'ban.
Sekolah Alam Solo Raya

Sekolah Alam Solo Raya

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Masjid Tiban di Wonokerso adalah bangunan legendaris: sudah berdiri sejak 6 abad lalu, masjid ini menyimpan banyak keagungan dan anomali. Masjidnya sangat nyaman karena upgrade yang pintar. Selain itu, unsur klasik dari masjid dan lokasinya masih ada, membawa pengunjung menuju masa lampau di saat Wonokerso masih wono. Spesial: arsitektur ini adalah mahakarya dari kecerdasan manusia, diciptakan tanpa paku, ukuran proporsional, dan tentunya indah. Terbuat seluruhnya dari kayu, kemungkinan kayu jati padat, dinding dan penopangnya masih kokoh dan keras, tidak berayap. Upgrading masjid ini juga hebat, pengubahan kayu yang telah keropos dengan bahan modern tidak mengubah gaya unik bangunannya. Kelestarian gaya masjid ini menjadi poin penting. Masjid legendaris yang luar biasa rupanya dan kenyamanannya.
Yudha Kusuma Negara

Yudha Kusuma Negara

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Masjid tua di sekitar Baturetno. Bagian depannya ada bangunan baru. Tetapi bangunan yang lama berupa masjid panggung. Bentuk yang sudah langka di Jawa. Konon dibangun oleh walisanga tetapi ya wallahualam. Untuk masuk ke sini harus menunduk dulu. Lokasinya tidak jauh dari jalan utama ke Baturetno.
Jaso Jangan Soto

Jaso Jangan Soto

See more posts
See more posts