Museum BRI Purwokerto sangat cocok untuk dikunjungi para peminat sejarah uang, keuangan, dan perbankan (terutama BRI) di Nusantara. Melalui aneka diorama dan koleksi berkualitas, museum yang diresmikan tahun 1990 ini menyajikan aneka info sejarah dengan efektif dan mudah dimengerti.
Di museum ini, pengunjung akan berkenalan dengan Raden Bei Aria Wirjaatmadja, wong Banyumas pendiri Bank Prijaji yang kelak berkembang menjadi Bank Rakyat Indonesia masa kini. Selain menceritakan sejarah unik bank perkreditan modern untuk rakyat lokal pertama di Indonesia, museum juga menampilkan koleksi terkait sejarah uang, keuangan, dan perbankan secara umum di Nusantara.
Lokasi museum sangat strategis di tengah kota Purwokerto dengan bangunan yang menyatu dengan unit kantor cabang. Museum terdiri dari dua lantai; lantai dasar dan lantai bawah tanah yang bisa diakses melalui tangga turun. Di halaman samping, pengunjung juga bisa melihat replika asli gedung Bank Prijaji saat beroperasi pada tahun 1895.
Museum memiliki ruangan yang cukup luas dengan penataan yang kronologis dan mudah diikuti. Meski demikian, koleksi akan lebih mudah dinikmati secara individu atau dalam partai kecil. Berhubung tidak disediakan pendingin ruangan di dalam gedung museum, kedatangan rombongan besar pada saat bersamaan rawan membuat udara terasa pengap dan gerah. Selain itu, tidak tersedia lahan parkir yang cukup luas/dekat untuk bus maupun elf.
Museum dapat dikunjungi secara gratis. Fasilitas dasar seperti toilet dan parkir mobil-motor juga dapat diakses secara gratis dan mudah. Meski demikian, tidak terdapat restoran/kafe/gift shop sebagai penunjang ekosistem museum. Fasilitas untuk penyandang disabilitas fisik maupun sensorik juga belum tersedia di museum ini.
Untuk calon pengunjung mancanegara, disarankan memperlengkapi diri dengan aplikasi penerjemah atau membawa rekan warga lokal berhubung label koleksi hanya tersedia dalam bahasa Indonesia.
Ulasan lengkap termasuk kisah lebih lanjut terkait kiprah Raden Bei Aria Wirjaatmadja dapat disimak di podcast Menyang Museum via...
Read moreBank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan pertama kali di Purwokerto dengan nama De Purwakertosche Hulp-en Spaar Bank der Inlandsche Bestuur Ambtenaren atau Bank Priyayi yang beroperasi pertama kali pada 16 Desember 1895. Dan dikota Purwokerto ini juga dibangun sebuah museum untuk mengenang serta menghargai para pendiri dan pendahulu Bank Rakyat Indonesia serta sebagai sejarah cikal bakal BRI yang pertama kali berdiri dan dirintis oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja.
Bangunan museum terdiri dari dua lantai pameran dan pada ruang pameran lantai atas memberikan gambaran informasi terkait sistem keuangan dan cikal bakal sistem perbankan di Indonesia yang ditampilkan dengan patung kuwera, mata uang yang pernah dipakai di Indonesia, dan calengan (wadah penyimpanan uang) jaman majapahit dan tradisional. Selain itu, pada ruang ini juga terdapat koleksi Raden Aria Wirjaatmadja dan diorama yang menggambarkan awal mula gagasan pendirian bank.
Adapun ruang pameran lantai dasar memberikan beragam informasi terkait sejarah perjalanan BRI semenjak berdirinya sampai dengan saat ini. Koleksi yang ditmapulkan di pameran lantai dasar meliputi akta-akta pendirian BRI, peralatan dan mesin-mesin, foto-foto direksi dan kegiatannya, dokumen-dokumen, serta sarana simulasi. Selain itu, di lantai dasar juga terdapat ruang perpustakaan yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk membaca buku-buku koleksi museum BRI.
Selain itu museum ini juga dilengkapi dengan Bangunan seluas 31 M2 replika kantor BRI pada saat pertama dioperasikan dan bangunan ini telah mengalami beberapa kali renovasi, namun bentuk dan letaknya dibuat sama persis dengan aslinya karena proses renovasi hanya pada bagian dindingnya saja yang menggunakan batu bata baru, sedangkan kusen, atap, jendela, pintu, langit-langit masih menggunakan bahan yang asli.
Lokasi museum BRI berlokasi di Jl. Sudirman No. 57, Purwokerto dan sangat dekat pusat pemberintahan kabupaten Banyumas atau berada disebelah barat Alun-alun kota dan hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari stasiun kereta...
Read moreDecember 2017 This is about the earlier of Bank Rakyat Indonesia as a first state bank in Indonesia during colonialism era.
Not a big hall for display things but comfortable to explore. This museum is also use for bank's operation nowadays. Too much simple.
Beside this museum, there is a imitation building like home which is as a first building for daily operational.
Suitable to take the children. Easy to reach it because it settles at Jalan Sudirman, the protocol street at Purwokerto.
The entrance ticket is free. You can get a guide for free too.
Open from Monday - Saturday at 8...
Read more