Salah satu peninggalan sejarah di Kabupaten Temanggung yang unik dan menarik untuk dipelajari adalah Candi Pringapus. Sesuai namanya, candi tersebut terletak di desa Priangapus, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Daerah situs Candi Pringapus dan sekitamya merupakan wilayah endapan lahar gunung Sindoro yang memiliki karakteristik tanah subur, sehingga sekitarnya digunakan untuk kebun oleh warga setempat.
Keunikan lain dari Candi Pringapus adalah lokasinya yang berada di tengah-tengah perkampungan penduduk dan diapit oleh kebun produktif milik masyarakat.
Dibangun pada 850 Masehi
Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Rendra Agusta menuturkan, Candi Pringapus pertamakali disebut 1844 pada catatan peneliti asal Jerman, Junghuhn yang kala itu sedang melakukan penelitian di Pulau Jawa.
Berdasarkan catatan Junghuhn, adanya candi lain yang berdiri sekitar 300 meter dari Candi Pringapus yang bernama Candi Perot.
"Menurut catatan sejarah dan temuan benda arkeologi disekitarnya, Candii Pringapus memiiki luas 29,68 meter persegi dan dibangun sekitar 850 Masehi dengan dominasi komponen batu andesit," kata Rendra, Sabtu (15/7).
Selain itu, Rendra mengatakan, Candi Pringapus berasal dari zaman pemerintahan Dinasti Syailendra, di masa yang tidak jauh berbeda dengan pembangunan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Rendra menjelaskan, Candi Pringapus pertamakali direstorasi dan dipugar oleh Dinas Purbakala Pemerintah Kolonial pada 1930.
"Dilihat dari bentuk bangunannya, Candi Pringapus berarsitek Hindu Syiwa dengan struktur bangunan menyerupai Mahameru atau tempat tinggal para dewata," tuturnya.
Hal tersebut terbukti dengan adanya arca Lembu Nandini, kendaraan Syiwa, dan relief hapsara-hapsari yang menggambarkan makhluk setengah dewa.
Menengok lebih dalam ke struktur Candi Pringapus, pengunjung bisa melihat satu buah candi, seperti Candi Bima yang ada di Banjarnegara.
Di sekitar Candi Pringapus dipenuhi rerumputan hijau yang biasanya dimanfaatkan pengunjung untuk duduk-duduk.
Terbuat dari Batu Andesit
Juru Kunci Candi Pringapus, Daryono menuturkan, bangunan bersejarah tersebut tersusun dari bebatuan andesit, yang terdiri dari 3 bagian yakni bawah, tengah dan atas.
"Bawah merupakan kaki candi atau Bhurloka, yang menyimbolkan dunia bawah atau dunia pendosa," kata dia.
Sedangkan bagian tengah, kata Daryono, merupakan badan candi yang disebut Burwaloka, yang menyimbolkan tempat orang-orang suci yang terbebas dari dosa.
"Bagian atas atau Swarloka, yang merupakan simbol alam atas yakni tempat bersemayamnya para dewa," tuturnya.
Daryono menjelaskan, Candi Pringapus mengahadap ke arah barat, dan di dalamnya terdapat arca Nandini yang merupakan sapi tunggangan dari Dewa Syiwa.
"Dalam candi tersebut terdapat arca lembu dalam posisi duduk. Di sebelah barat bangunan candi, di tepi 'sendang' (danau kecil) terdapat sebuah lingga dan arca sapi," ujarnya.
Menurut Daryono, penduduk setempat meyakini, arca sapi ini merupakan penjaga ketersediaan air sendang.
Sebab, salah satu keunikan sendang tersebut adalah airnya tidak pernah kering meskipun pada musim kemarau...
   Read moreCandi Perot berada di lereng sebelah timur Gunung Sindoro yang mempunyai ketinggian 979,40 m di atas permukaan laut. Lokasi candi yang terletak 250 m sebelah barat Candi Pringapus ini, mudah dicapai karena terletak di tengah perkampungan penduduk. Candi Perot mulai dikenal ketika pada tahun 1956, J. G. Casparis menerbitkan prasasti yang ditemukan pada tahun 1819 di dekat candi tersebut. Prasasti yang terbuat dari batu itu bernama Prasasti Tulang Air I yang berukuran 58 x 1 10 cm, dan Prasasti Tulang Air II yang berukuran 59 x 111 cm. Di dalam prasasti yang dikeluarkan pada tanggal 2, bulan Asada Paroterang, hari Aditya Pahing, Tunglai tahun 772 Saka atau 15 Juni 850 M, bertepatan dengan masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti itu menyebutkan gelar "ratu" bagi Rakai Pikatan yang memerintah di daerah tersebut, dan daftar penguasa yang berkuasa pada waktu itu. Prasasti itu juga menyebutkan bahwa Desa Tulang Air sebagai tempat ditemukannya prasasti tersebut, kemudian ditetapkan sebagai desa perdikan (desa yang bebas dari pajak). Dokumentasi mengenai Candi Perot sampai sekarang ini tidak lengkap, karena sudah mengalami keruntuhan total. Foto Candi Perot hanya terdapat di Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Jawa Tengah, tetapi tidak disebutkan angka tahun pemotretannya, namun diperkirakan foto tersebut dibuat pada tahun 1920-an. Di dalam foto terlihat candi agak runtuh dan terlilit akar pohon beringin, dan beberapa saat kemudian pohon beringin itu tumbang, sehingga Candi Perot mengalami keruntuhan total. Oleh penduduk setempat reruntuhan batu candi diambil dan dikumpulkan menjadi satu di Kompleks Candi Pringapus, dan beberapa batu candi dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk pondasi bangunan rumah, sedangkan beberapa buah batu yang besar masih berada di lokasi yang telah berubah menjadi kebun tembakau, dan sekarang ini menjadi rerumpunan bambu. Setelah dilakukan ekskavasi oleh pihak Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, akhirnya berhasil menemukan sisa-sisa bangunan candi, yaitu berupa struktur susunan batu gundul yang mempunyai pola persegi empat dan pondasi bangunan candi yang masih intak. Berdasarkan dari hasil ekskavasi ini diperkirakan bahwa bangunan Candi Perot memiliki denah persegi empat dengan ukuran 6 x 6 m, dan berada pada posisi miring 30° kearah barat daya.
(Renville Siagian, Candi Sebagai Warisan Seni Budaya Indonesia, Yayasan Cempaka Kencana, Yogyakarta,...
   Read moreCandi Pringapus is located among local village, so the access is through the Pringapus village which is wide enough for 4-wheel vehicles. The entrance is free, just be kind enough to have a chat with the super-kind Candi keeper who will explain to you a lot about the Candi, and if you're fortunate enough, don't forget to share some with him (he...
   Read more