06-11-2021
Tapak jejak peradaban penulis pada hari ini bermula dari kota kecil Temanggung. Di suatu titik tinggi di kawasan ini, cerita tentang perkampungan kuno yang sarat dengan spiritualitas mengisi relung sejarah. Peninggalan lebih dari seribu tahun lalu, tatkala gema dinasti Sanjaya dan Syailendra masih masih membunyikan lonceng kejayaannya di Pulau Jawa. Keberadaan Situs Liyangan menjadi serpihan tersembunyi diantaranya.
Menempati area latar berumput luas di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Keberadaan Situs bersejarah dari zaman kejayaan Hindu klasik ini cukup menantang untuk diakses. Melalui jalanan yang mendaki diantara rumah-rumah penduduk khas pegunungan. Cukup melelahkan memang. Akan tetapi begitu sampai di tujuan, terbayar sudah rasa keingintahuan. Aplikasi Google Maps banyak memberikan kontribusi juga dalam penempatan titik lokasi spot bersejarah ini sehingga secara teknis mudah untuk ditemukan.
Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB tatkala rombongan penulis sampai ditempat ini. Datar, bukit tanggul yang tanah merahnya terlihat dari bawah, reruntuhan bebatuan-sebagian membentuk 'candi mini', dan tentu udara sejuk yang menerpa kulit. Itu yang penulis lihat dan rasakan.
Sebagai penikmat sejarah, kisah sisa-sisa perkampungan kuno yang masih menjejak menjadi hal menarik tersendiri. Menurut penuturan 'local guide' yang baru saja selesai melakukan ekskavasi, dikisahkan bahwa pengaruh Kerajaan Mataram Kuno periode awal menyentuh wilayah di kaki Gunung Sindoro ini. Disini diutuslah bebetapa pertapa Hindu untuk mendirikan perkampungan lengkap dengan sarana-prasarana peribadatannya. Candi mini dengan kanal kecil yang menyerupai kolam pemandian atau penyucian menjadi buktinya. Ada pula semacam lumbung penyimpanan padi yang sudah membatu akibat bencana alam dan aktivitas vulkanis. Beberapa tuturan lisan berdasarkan fakta sejarah tersebut tentu semakin menambah khasanah ke-histori-an yang penulis miliki.
Fasilitas pendukung untuk wisatawan dapat dikatakan masih minim. Hanya terdapat dua toilet umum. Itu pun menyatu dengan rumah mess para pekerja arkeologi yang sepertinya ditugaskan di tempat ini. Deretan kios toko yang buka pun hanya ada satu.
Tempat bersejarah ini memang potensial, akan tetapi masih butuh banyak perhatian.
Ancient village ruins in feet of Sindoro Mountains. It believed stand since Hindus Mataram Kingdom about 5 AD. There are paddy granary ruins and pure-pond hindus temple mataram style alike. Potential to be history instagramable spot but still...
Read moreSitus Liyangan Temanggung: Jendela Peradaban Mataram Kuno Situs Liyangan, yang terletak di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Indonesia. Situs ini diperkirakan merupakan bekas permukiman masyarakat Mataram Kuno yang kompleks dan lengkap, dengan berbagai peninggalan bersejarah yang masih terawat. Berikut beberapa informasi penting tentang Situs Liyangan: Sejarah Penemuan: Ditemukan secara resmi pada tahun 2008, meskipun laporan penemuan artefak di area tersebut sudah ada sebelumnya. Penemuan situs ini diawali dari kegiatan penambangan pasir yang menemukan struktur bangunan. Keunikan Situs Liyangan: Menyimpan sisa-sisa kayu dan bijian serealia (gabah) yang hangus, hal yang jarang ditemukan di situs Hindu Jawa lainnya. Menunjukkan bukti adanya sistem pertanian terstruktur pada masa pra-Hindu. Diperkirakan menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Kuno. Peninggalan Bersejarah: Sisa-sisa bangunan tempat tinggal, candi, dan struktur lainnya. Artefak seperti gerabah, peralatan batu, dan perhiasan. Bukti sistem irigasi dan pertanian. Status dan Nilai Penting: Diusulkan untuk dijadikan Cagar Budaya Nasional. Memiliki nilai penting untuk memahami sejarah dan budaya Mataram Kuno. Menjadi potensi wisata edukasi dan penelitian arkeologi. Akses dan Fasilitas: Situs Liyangan dapat diakses dengan mudah dari Kota Temanggung. Tersedia fasilitas seperti museum, taman arkeologi, dan pemandu wisata. Tips Berkunjung: Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Bawalah topi dan air minum. Patuhi peraturan dan jaga...
Read moreSitus Liyangan has a small Information Centre and doesn't have huge crowds. It does, however, have some excavated relics on show and the future potential of this site is huge. Once it has been properly excavated the sites area has been estimated to be larger than the famous Candi Borobudur. Situs Liyangan is a short distance from Candi Jumprit, coffee and tea plantations plus some awesome vantage points to enjoy some breathtaking local scenery. Trust me, it's well...
Read more