HTML SitemapExplore

Situs Liyangan — Attraction in Central Java

Name
Situs Liyangan
Description
Liyangan is an archeological site in Indonesia, consisting of Hindu temples and the ruins of an ancient settlement. It is located at the west of Mount Sundoro, near the small village of Liyangan in the Ngadirejo district of Temanggung Regency, Central Java. It was discovered in 2008.
Nearby attractions
Kolam Renang Cinta Candi Liyangan
Unnamed Road, Area Sawah, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung Regency, Central Java 56255, Indonesia
Nearby restaurants
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Situs Liyangan tourism.Situs Liyangan hotels.Situs Liyangan bed and breakfast. flights to Situs Liyangan.Situs Liyangan attractions.Situs Liyangan restaurants.Situs Liyangan travel.Situs Liyangan travel guide.Situs Liyangan travel blog.Situs Liyangan pictures.Situs Liyangan photos.Situs Liyangan travel tips.Situs Liyangan maps.Situs Liyangan things to do.
Situs Liyangan things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Situs Liyangan
IndonesiaCentral JavaSitus Liyangan

Basic Info

Situs Liyangan

Dusun Liyangan, Area Sawah, Purbosari, Kec. Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56255, Indonesia
4.4(423)
Open until 6:00 PM
Save
spot

Ratings & Description

Info

Liyangan is an archeological site in Indonesia, consisting of Hindu temples and the ruins of an ancient settlement. It is located at the west of Mount Sundoro, near the small village of Liyangan in the Ngadirejo district of Temanggung Regency, Central Java. It was discovered in 2008.

Cultural
Outdoor
Scenic
Off the beaten path
attractions: Kolam Renang Cinta Candi Liyangan, restaurants:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.
Open hoursSee all hours
Mon8 AM - 6 PMOpen

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Nearby attractions of Situs Liyangan

Kolam Renang Cinta Candi Liyangan

Kolam Renang Cinta Candi Liyangan

Kolam Renang Cinta Candi Liyangan

4.7

(38)

Open until 5:00 PM
Click for details
Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Situs Liyangan

4.4
(423)
avatar
4.0
4y

06-11-2021

Tapak jejak peradaban penulis pada hari ini bermula dari kota kecil Temanggung. Di suatu titik tinggi di kawasan ini, cerita tentang perkampungan kuno yang sarat dengan spiritualitas mengisi relung sejarah. Peninggalan lebih dari seribu tahun lalu, tatkala gema dinasti Sanjaya dan Syailendra masih masih membunyikan lonceng kejayaannya di Pulau Jawa. Keberadaan Situs Liyangan menjadi serpihan tersembunyi diantaranya.

Menempati area latar berumput luas di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Keberadaan Situs bersejarah dari zaman kejayaan Hindu klasik ini cukup menantang untuk diakses. Melalui jalanan yang mendaki diantara rumah-rumah penduduk khas pegunungan. Cukup melelahkan memang. Akan tetapi begitu sampai di tujuan, terbayar sudah rasa keingintahuan. Aplikasi Google Maps banyak memberikan kontribusi juga dalam penempatan titik lokasi spot bersejarah ini sehingga secara teknis mudah untuk ditemukan.

Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB tatkala rombongan penulis sampai ditempat ini. Datar, bukit tanggul yang tanah merahnya terlihat dari bawah, reruntuhan bebatuan-sebagian membentuk 'candi mini', dan tentu udara sejuk yang menerpa kulit. Itu yang penulis lihat dan rasakan.

Sebagai penikmat sejarah, kisah sisa-sisa perkampungan kuno yang masih menjejak menjadi hal menarik tersendiri. Menurut penuturan 'local guide' yang baru saja selesai melakukan ekskavasi, dikisahkan bahwa pengaruh Kerajaan Mataram Kuno periode awal menyentuh wilayah di kaki Gunung Sindoro ini. Disini diutuslah bebetapa pertapa Hindu untuk mendirikan perkampungan lengkap dengan sarana-prasarana peribadatannya. Candi mini dengan kanal kecil yang menyerupai kolam pemandian atau penyucian menjadi buktinya. Ada pula semacam lumbung penyimpanan padi yang sudah membatu akibat bencana alam dan aktivitas vulkanis. Beberapa tuturan lisan berdasarkan fakta sejarah tersebut tentu semakin menambah khasanah ke-histori-an yang penulis miliki.

Fasilitas pendukung untuk wisatawan dapat dikatakan masih minim. Hanya terdapat dua toilet umum. Itu pun menyatu dengan rumah mess para pekerja arkeologi yang sepertinya ditugaskan di tempat ini. Deretan kios toko yang buka pun hanya ada satu.

Tempat bersejarah ini memang potensial, akan tetapi masih butuh banyak perhatian.

Ancient village ruins in feet of Sindoro Mountains. It believed stand since Hindus Mataram Kingdom about 5 AD. There are paddy granary ruins and pure-pond hindus temple mataram style alike. Potential to be history instagramable spot but still...

   Read more
avatar
5.0
3y

Situs Liyangan Temanggung: Jendela Peradaban Mataram Kuno Situs Liyangan, yang terletak di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Indonesia. Situs ini diperkirakan merupakan bekas permukiman masyarakat Mataram Kuno yang kompleks dan lengkap, dengan berbagai peninggalan bersejarah yang masih terawat. Berikut beberapa informasi penting tentang Situs Liyangan: Sejarah Penemuan: Ditemukan secara resmi pada tahun 2008, meskipun laporan penemuan artefak di area tersebut sudah ada sebelumnya. Penemuan situs ini diawali dari kegiatan penambangan pasir yang menemukan struktur bangunan. Keunikan Situs Liyangan: Menyimpan sisa-sisa kayu dan bijian serealia (gabah) yang hangus, hal yang jarang ditemukan di situs Hindu Jawa lainnya. Menunjukkan bukti adanya sistem pertanian terstruktur pada masa pra-Hindu. Diperkirakan menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Kuno. Peninggalan Bersejarah: Sisa-sisa bangunan tempat tinggal, candi, dan struktur lainnya. Artefak seperti gerabah, peralatan batu, dan perhiasan. Bukti sistem irigasi dan pertanian. Status dan Nilai Penting: Diusulkan untuk dijadikan Cagar Budaya Nasional. Memiliki nilai penting untuk memahami sejarah dan budaya Mataram Kuno. Menjadi potensi wisata edukasi dan penelitian arkeologi. Akses dan Fasilitas: Situs Liyangan dapat diakses dengan mudah dari Kota Temanggung. Tersedia fasilitas seperti museum, taman arkeologi, dan pemandu wisata. Tips Berkunjung: Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Bawalah topi dan air minum. Patuhi peraturan dan jaga...

   Read more
avatar
5.0
2y

Situs Liyangan has a small Information Centre and doesn't have huge crowds. It does, however, have some excavated relics on show and the future potential of this site is huge. Once it has been properly excavated the sites area has been estimated to be larger than the famous Candi Borobudur. Situs Liyangan is a short distance from Candi Jumprit, coffee and tea plantations plus some awesome vantage points to enjoy some breathtaking local scenery. Trust me, it's well...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

Baihaqi AdityaBaihaqi Aditya
06-11-2021 Tapak jejak peradaban penulis pada hari ini bermula dari kota kecil Temanggung. Di suatu titik tinggi di kawasan ini, cerita tentang perkampungan kuno yang sarat dengan spiritualitas mengisi relung sejarah. Peninggalan lebih dari seribu tahun lalu, tatkala gema dinasti Sanjaya dan Syailendra masih masih membunyikan lonceng kejayaannya di Pulau Jawa. Keberadaan Situs Liyangan menjadi serpihan tersembunyi diantaranya. Menempati area latar berumput luas di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Keberadaan Situs bersejarah dari zaman kejayaan Hindu klasik ini cukup menantang untuk diakses. Melalui jalanan yang mendaki diantara rumah-rumah penduduk khas pegunungan. Cukup melelahkan memang. Akan tetapi begitu sampai di tujuan, terbayar sudah rasa keingintahuan. Aplikasi Google Maps banyak memberikan kontribusi juga dalam penempatan titik lokasi spot bersejarah ini sehingga secara teknis mudah untuk ditemukan. Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB tatkala rombongan penulis sampai ditempat ini. Datar, bukit tanggul yang tanah merahnya terlihat dari bawah, reruntuhan bebatuan-sebagian membentuk 'candi mini', dan tentu udara sejuk yang menerpa kulit. Itu yang penulis lihat dan rasakan. Sebagai penikmat sejarah, kisah sisa-sisa perkampungan kuno yang masih menjejak menjadi hal menarik tersendiri. Menurut penuturan 'local guide' yang baru saja selesai melakukan ekskavasi, dikisahkan bahwa pengaruh Kerajaan Mataram Kuno periode awal menyentuh wilayah di kaki Gunung Sindoro ini. Disini diutuslah bebetapa pertapa Hindu untuk mendirikan perkampungan lengkap dengan sarana-prasarana peribadatannya. Candi mini dengan kanal kecil yang menyerupai kolam pemandian atau penyucian menjadi buktinya. Ada pula semacam lumbung penyimpanan padi yang sudah membatu akibat bencana alam dan aktivitas vulkanis. Beberapa tuturan lisan berdasarkan fakta sejarah tersebut tentu semakin menambah khasanah ke-histori-an yang penulis miliki. Fasilitas pendukung untuk wisatawan dapat dikatakan masih minim. Hanya terdapat dua toilet umum. Itu pun menyatu dengan rumah mess para pekerja arkeologi yang sepertinya ditugaskan di tempat ini. Deretan kios toko yang buka pun hanya ada satu. Tempat bersejarah ini memang potensial, akan tetapi masih butuh banyak perhatian. Ancient village ruins in feet of Sindoro Mountains. It believed stand since Hindus Mataram Kingdom about 5 AD. There are paddy granary ruins and pure-pond hindus temple mataram style alike. Potential to be history instagramable spot but still need improved.
Owner Pustaka DruzhbaOwner Pustaka Druzhba
Situs Liyangan, pertama kali mendengar nama ini terlintas dari hasil riset arkeologi disekitar tahun 2009. Situs ini sendiri pernah ditayangkan dan diulas dalam video YouTube Asisi Channel. Foto yang ada pada ulasan saya ini diambil pada tanggal 22 Oktober 2023, pas banget dengan perayaan Hari Santri Nasional. Sebelum datang kesini bayangan saya situs ini sangatlah megah besar dan fantastis, namun nampaknya ekspetasi saya terlalu berlebihan. Situs ini memang memungkinkan adanya relung² sejarah di masa lampau, mengingat lokasinya berdekatan dengan dua gunung suci yaitu Sumbing dan Sindoro, namun sayangnya rekonstruksinya belum sempurna dan nampaknya memang susah untuk direkontruksi, sehingga harus menggunakan wawasan imajiner. Sebelum anda mendatangi situs ini pastikan membawa perlengkapan seperti jaket dan payung, dikarenakan situs ini mirip lapangan terbuka yang sangat luas dan sangat panas, di siang hari anda akan langsung disambut dengan terik matahari yang sangat menyengat. Singkatnya nilai untuk situs ini adalah 8/10, mengingat cukup curam dan terjalnya akses menuju situs ini.. wajib banget deh dikunjungi ketika main ke Temanggung
Bowo ArdiantoBowo Ardianto
Secara umum Situs Liyangan terdiri dari empat halaman yang bertingkat. Struktur yang telah dapat dilihat dengan jelas antara lain adalah 2 buah candi, batur, jalan batu, dinding pembatas halaman, anak tangga, dan pagar, serta temuan paling akhir berupa petirtaan. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta, Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 2008 secara tidak sengaja oleh seorang penambang pasir. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang di atasnya terdapat sebuah yoni berlubang tiga. Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dari tahun 2010 sampai Mei 2015. Situs Liyangan ditempatkan pada masa Mataram Kuna dengan indikasi antara lain profil bagian kaki bangunan candi dengan ciri-ciri Klasik Jawa Tengah dan relative dating berupa keramik dari masa Dinasti T’ang sekitar abad ke-9 Masehi.
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

06-11-2021 Tapak jejak peradaban penulis pada hari ini bermula dari kota kecil Temanggung. Di suatu titik tinggi di kawasan ini, cerita tentang perkampungan kuno yang sarat dengan spiritualitas mengisi relung sejarah. Peninggalan lebih dari seribu tahun lalu, tatkala gema dinasti Sanjaya dan Syailendra masih masih membunyikan lonceng kejayaannya di Pulau Jawa. Keberadaan Situs Liyangan menjadi serpihan tersembunyi diantaranya. Menempati area latar berumput luas di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Keberadaan Situs bersejarah dari zaman kejayaan Hindu klasik ini cukup menantang untuk diakses. Melalui jalanan yang mendaki diantara rumah-rumah penduduk khas pegunungan. Cukup melelahkan memang. Akan tetapi begitu sampai di tujuan, terbayar sudah rasa keingintahuan. Aplikasi Google Maps banyak memberikan kontribusi juga dalam penempatan titik lokasi spot bersejarah ini sehingga secara teknis mudah untuk ditemukan. Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB tatkala rombongan penulis sampai ditempat ini. Datar, bukit tanggul yang tanah merahnya terlihat dari bawah, reruntuhan bebatuan-sebagian membentuk 'candi mini', dan tentu udara sejuk yang menerpa kulit. Itu yang penulis lihat dan rasakan. Sebagai penikmat sejarah, kisah sisa-sisa perkampungan kuno yang masih menjejak menjadi hal menarik tersendiri. Menurut penuturan 'local guide' yang baru saja selesai melakukan ekskavasi, dikisahkan bahwa pengaruh Kerajaan Mataram Kuno periode awal menyentuh wilayah di kaki Gunung Sindoro ini. Disini diutuslah bebetapa pertapa Hindu untuk mendirikan perkampungan lengkap dengan sarana-prasarana peribadatannya. Candi mini dengan kanal kecil yang menyerupai kolam pemandian atau penyucian menjadi buktinya. Ada pula semacam lumbung penyimpanan padi yang sudah membatu akibat bencana alam dan aktivitas vulkanis. Beberapa tuturan lisan berdasarkan fakta sejarah tersebut tentu semakin menambah khasanah ke-histori-an yang penulis miliki. Fasilitas pendukung untuk wisatawan dapat dikatakan masih minim. Hanya terdapat dua toilet umum. Itu pun menyatu dengan rumah mess para pekerja arkeologi yang sepertinya ditugaskan di tempat ini. Deretan kios toko yang buka pun hanya ada satu. Tempat bersejarah ini memang potensial, akan tetapi masih butuh banyak perhatian. Ancient village ruins in feet of Sindoro Mountains. It believed stand since Hindus Mataram Kingdom about 5 AD. There are paddy granary ruins and pure-pond hindus temple mataram style alike. Potential to be history instagramable spot but still need improved.
Baihaqi Aditya

Baihaqi Aditya

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Situs Liyangan, pertama kali mendengar nama ini terlintas dari hasil riset arkeologi disekitar tahun 2009. Situs ini sendiri pernah ditayangkan dan diulas dalam video YouTube Asisi Channel. Foto yang ada pada ulasan saya ini diambil pada tanggal 22 Oktober 2023, pas banget dengan perayaan Hari Santri Nasional. Sebelum datang kesini bayangan saya situs ini sangatlah megah besar dan fantastis, namun nampaknya ekspetasi saya terlalu berlebihan. Situs ini memang memungkinkan adanya relung² sejarah di masa lampau, mengingat lokasinya berdekatan dengan dua gunung suci yaitu Sumbing dan Sindoro, namun sayangnya rekonstruksinya belum sempurna dan nampaknya memang susah untuk direkontruksi, sehingga harus menggunakan wawasan imajiner. Sebelum anda mendatangi situs ini pastikan membawa perlengkapan seperti jaket dan payung, dikarenakan situs ini mirip lapangan terbuka yang sangat luas dan sangat panas, di siang hari anda akan langsung disambut dengan terik matahari yang sangat menyengat. Singkatnya nilai untuk situs ini adalah 8/10, mengingat cukup curam dan terjalnya akses menuju situs ini.. wajib banget deh dikunjungi ketika main ke Temanggung
Owner Pustaka Druzhba

Owner Pustaka Druzhba

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Secara umum Situs Liyangan terdiri dari empat halaman yang bertingkat. Struktur yang telah dapat dilihat dengan jelas antara lain adalah 2 buah candi, batur, jalan batu, dinding pembatas halaman, anak tangga, dan pagar, serta temuan paling akhir berupa petirtaan. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta, Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 2008 secara tidak sengaja oleh seorang penambang pasir. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang di atasnya terdapat sebuah yoni berlubang tiga. Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dari tahun 2010 sampai Mei 2015. Situs Liyangan ditempatkan pada masa Mataram Kuna dengan indikasi antara lain profil bagian kaki bangunan candi dengan ciri-ciri Klasik Jawa Tengah dan relative dating berupa keramik dari masa Dinasti T’ang sekitar abad ke-9 Masehi.
Bowo Ardianto

Bowo Ardianto

See more posts
See more posts