Curugnya ada 3 gaess!! Dan ngga nyangka selama ini ternyata ada curug dekat puncak galau ciampea hha. Jadi buat kamu² yang abis naik ke puncak galau atau batu roti atau lalana… pulangnya mampir sini dulu yaa buat nyegerin badan.
Dari jalan raya kita masuk gang sedikit, yah 15-20 menit lah bila ditempuh berjalan kaki. Masyarakat sekitar sini mengenal curug ini dengan nama curug Jatake, karena berada di wilayah desa Jatake.
5 ribu rupiah!!! itu sesuatu yang ngga mudah dilupakan hha… dimana lagi coba? ada area wisata sekeren ini yang harga tiket masuknya cuma bayar Rp. 5.000,- dan parkir motornya juga cuma 3 ribu tanpa pungli² lagi di parkiran dan sepanjang jalannya. wow.
Untuk menuju curug ini mudah sekali dijangkau dengan angkutan umum, angkot kecil warna biru dari IPB dramaga yang menuju leuwiliang melewati gangnya, patokan masuk gangnya yang ada plang bertuliskan Pesantren Cinta Rasulullah, bilang ke abangnya turun di ciaruteun jatake. Selain itu juga ada bus MGI jurusan sentul city ke leuwiliang, dan juga bus primajasa jurusan tanjung priok ke leuwiliang.
Mengunjungi curug ini disarankan membawa makanan & minuman dari luar, karena di area curug tidak menyediakan warung, dengan tujuan masyarakat di sepanjang gang menuju curug bisa mendapatkan rezeki dengan berjualan makanan.
Tangga-tangga tersusun rapih, saung² disediakan gratis, fasilitas mushola & toilet sudah tersedia. Selain itu juga kita bisa rappeling (menuruni air terjun menggunakan tali) didampingi oleh komunitas Pecinta Alam yang basecampnya ada didekat sana.
Yuk...
Read moreKesini hari Minggu mau nyoba canyoneering. Ternyata beda, karena air terjun nya dsini pendek ga sampe 20m jadi disebutnya rapelling. Akses masuknya sempit, ga recommend kl bawa roda empat. Ga ada tempat parkirnya. Waktu kesini akhirnya mobil kita numpang di halaman orang sebelah kandang ayam warga. Jalan setapak menuju Curug ini becek sampe pintu masuk, lanjut banyak tangga dan bangunan terbengkalai. Minim lampu penerangan juga, jadi terbayang kl malam gelapnya sepekat apa. Suasananya lebih mirip lokasi uji nyali, karena kesan anker dan bikin merinding waktu lewatin pohon besar dan bambu.
Sesampainya di Curug Lembah Pelangi air nya butek, ada kolam nya di depan tebing air terjun tp airnya juga kotor bahkan warnanya hijau. Kamar mandi jg airnya sama, coklat lumpur. Banyak sampah, di sungai aliran Curug Jatake sebelah Curug ini jg banyak sampah.
Wisata ini sebenernya punya potensi, kl ada retribusi dan biaya parkir harusnya ada perawatan utk lokasi. Gajebo di sekeliling kolam yg ada di antara sungai dan kolam buatan jg kesan ga terawat. Banyak paku berkarat.
Pas rapelling juga tebing nya ga rata dan berundak undak. Disini ga disediakan sepatu khusus anti slip untuk rapelling.
For me, this place was not worth my time. Ekspektasiku aja kali ya yg berlebihan. Disini guide nya ngarahin tamu jalan kaki becek"an, sedangkan mereka enak naik motor. Pas pulang juga ga ada manner nawarin tamu bwt nawarin tumpangan, secara arah pulang terus nanjak sampai ke mobil. Beda banget treatment ke tamu ketimbang saya wisata...
Read moreI came here with my friends to try rappelling on the waterfall. There are two waterfalls here and we could do the rappelling on the shorter one. It's quite okay, the members are friendly. In terms of the big waterfall, unfortunately there's quite a lot of trash, and it's not a beautiful sight. They said it's because the water came from the villages, that's why...
Read more