HTML SitemapExplore

Red Island Beach — Attraction in East Java

Name
Red Island Beach
Description
Nearby attractions
Nearby restaurants
Nearby local services
Nearby hotels
SPOT ON 92689 Homestay Srikandi Pulau Merah BeachNearPantai Pancer
Dusun Pancer, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi Regency, East Java 68488, Indonesia
One South Villa boutique
C25F+6HV, Dusun Pancer, Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68488, Indonesia
Related posts
Keywords
Red Island Beach tourism.Red Island Beach hotels.Red Island Beach bed and breakfast. flights to Red Island Beach.Red Island Beach attractions.Red Island Beach restaurants.Red Island Beach local services.Red Island Beach travel.Red Island Beach travel guide.Red Island Beach travel blog.Red Island Beach pictures.Red Island Beach photos.Red Island Beach travel tips.Red Island Beach maps.Red Island Beach things to do.
Red Island Beach things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Red Island Beach
IndonesiaEast JavaRed Island Beach

Basic Info

Red Island Beach

East Java, Indonesia
4.5(5.7K)
Open 24 hours
Save
spot

Ratings & Description

Info

Outdoor
Relaxation
Family friendly
attractions: , restaurants: , local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.
Website
keciprit.com

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in East Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in East Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in East Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Red Island Beach

4.5
(5,693)
avatar
5.0
41w

Red Island's striking geology is what gives this destination its distinctive character and name. The small, reddish-hued hill that emerges from the sea is composed primarily of iron-rich laterite soil, which has oxidized over time to create its characteristic rusty coloration. This geological formation is particularly fascinating because it stands in dramatic contrast to the surrounding black volcanic sand beaches, a result of the area's proximity to the Ijen volcanic complex. The island itself is essentially the eroded remnant of an ancient coastal formation, with its red cliffs showing clear stratification that reveals centuries of geological history. During low tide, fascinating rock formations are exposed around the island, including wave-cut platforms and sea caves that have been sculpted by the relentless action of the Indian Ocean's powerful waves. The surrounding seafloor features an interesting mix of sandy patches and volcanic rock reefs, which help create the excellent surfing conditions. Geologists would appreciate how the area showcases the dynamic interplay between volcanic activity, coastal erosion, and sedimentation processes that have shaped this unique landscape over millennia. The red coloration is most intense during the dry season when the iron oxides in the soil are more exposed, while the rainy season brings out deeper reddish-brown tones as water permeates the mineral-rich earth. This ever-changing geological palette, combined with the dramatic tides and powerful surf, makes Red Island a living laboratory of coastal geology that's as educational as it is...

   Read more
avatar
5.0
7y

Pantai Pulau Merah atau lebih dikenal Red Island, merupakan salah satu destinasi wajib wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi. Pantai ini keberadaannya cukup terkenal baik kalangan wisatawan lokal karena memiliki pemandangan yang aduhai ataupun wisatawan mancanegara terutama sebagai lokasi surfing tingkat pemula. Waktu berkunjung kemari, ombak setinggi sekitar 2 – 3 meter menari-nari seakan memanggil para surfer untuk menaklukannya. Dan saya pun membayangkan seberapa besar ombak yang ada di pantai Plengkung/ G-land, yang katanya terdapat ombak terbesar kesekian di dunia.

Pantai Pulau Merah ini terletak di dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini berjarak 80 km dari pusat kota Banyuwangi atau sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dan lebih lama jika menggunakan kendaraan umum.

Lampu lalu lintas Jajag :) Kendaraan Pribadi, Untuk menuju kesini dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok, dari kota Banyuwangi arahkan kendaraan menuju jalan Banyuwangi-Jember, sesampainya di daerah Rogojampi (pasar Rogojampi) akan menemukan pertigaan lampu lalu lintas yang ada tugu ditengah jalan, ambil lurus ke arah Jajag, ikuti jalan tersebut melewati pertigaan ke pelabuhan Muncar, daerah Srono, pertigaan ke Pantai Plengkung dan setelahnya sampai di pertigaan Jajag ambil ke kiri. Pertigaan lampu lalu lintas jajag ditandai dengan adanya Tugu macan dengan papan petunjuk ke Pulau Merah (lihat foto). Dari pertigaan Jajag mulai terlihat papan petunjuk jalan kecil yang mengarahkan kita nantinya sampai ke Pulau Merah. Perjalanan dari Jajag sampai ke pulau merah mungkin sekitar 30 menit, perjalanan cukup mudah karena setiap ada persimpangan selalu ada papan petunjuk jalan menuju ke Pulau Merah, namun jika kita ragu dengan jalannya, jangan ragu untuk bertanya pada warga setempat.

Angkutan Umum, dari Banyuwangi bisa menggunakan bus bisminto atau bus ujang jaya jurusan Pesanggaran, turun di pasar Pesanggraran lalu lanjut dengan naik ojek. Jika kalian dari arah kota Jember bisa turun di terminal pasar Jajag lalu lanjut bis jurusan ke Pesanggaran lalu lanjut naik ojek ke Pulau Merah. jika kalian mempunyai waktu yg sedikit untuk mengunjungi pantai ini, tidak disarankan untuk naik angkutan umum.

Tidak seperti yang kalian sangka, Pantai Pulau Merah dulunya bernama Pantai Ringin Pitu. Dulu dinamakan demikian mungkin sekitar pantai tersebut ada pohon beRingin berjumlah Pitu (tujuh). Setelah sekian lama pantai tersebut berubah nama menjadiPantai Pulau Merah (Red Island Beach). Ada dua versi kenapa dinamakan demikian, versi pertama karena tanah dan pasir sekitar Pulau yang berada di tepian tersebut berwarna agak kemerahan sedangkan versi yang kedua mengatakan dulu pernah terpancar cahaya warna merah dari pulau yang ada di pantai itu sehingga warna menamakannya Pantai Pulau Merah. Penamaan yang cukup logis dan mempunyai nilai sejarah.

Pemandangan Pantai Pulau Merah indah, agak berbeda dari pantai di Jawa yang saya pernah kunjungi. Melihat ke arah kanan-kiri terlihat pemandangan perbukitan yang cukup bagus hutannya, bahkan di sebelah kiri jika kita memandang laut terdapat sebuah bukit atau gunung kecil yang sepertinya menjadi spot bagus untuk menikmati pantai Pulau Merah dari atas. Pantai ini berpasir agak kemerahan, mungkin dahulunya sekitar sini banyak batu karang yang berwarna kemerah-merahan lalu hancurdan lapuk menjadi pasir yang memenuhi pantai ini.

Pantai Pulau Merah ini dikelola oleh Perum Perhutani Jawa Timur Unit II, KPH Banyuwangi Selatan bersama dengan masyarakat setempat. Cukup merogoh dompet sebesar Rp.5000,- orang kita bisa menikmati keseluruhan pantai Pulau Merah. Ketika sampai di Kawasan Pantai Pulau Merah cukup kaget karena keadaan pantainya yang asri, masih banyak tutupan pohon yang membuat kondisi sekitar pantai cukup sejuk dan teduh, di tepian pantai tumbuh pohon-pohon pandan yang...

   Read more
avatar
3.0
6y

It is a nice beach that is being ruined by locals as so many other places in Indonesia. Trash is openly buried in holes (ON the beach), thrown away without regard, or simply left at the beach. There is absolutely no understanding of even the most basic environmental issues, let alone seem people see a connection between them, their actions and the environment they live in. I do understand that a deeper understanding of certain issues requires a minimum of education on these issues that a lot just simply don’t get. Yet throwing trash away, anywhere without the slightest inhibition, while coming to a beach they themselves come to enjoy, defies any logic and shows a complete and utter lack of ANY critical thinking. The Indonesian government needs to seriously put effort into conservation and education. Especially if they are serious about wanting to expand the tourism sector. Absolutely no tourist will come to a country full of trash everywhere, except maybe Asian tourists who don’t seem to mind much of anything as long as there’s a beach they can take...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

I Ketut Ari PegatarianaI Ketut Ari Pegatariana
Red Island's striking geology is what gives this destination its distinctive character and name. The small, reddish-hued hill that emerges from the sea is composed primarily of iron-rich laterite soil, which has oxidized over time to create its characteristic rusty coloration. This geological formation is particularly fascinating because it stands in dramatic contrast to the surrounding black volcanic sand beaches, a result of the area's proximity to the Ijen volcanic complex. The island itself is essentially the eroded remnant of an ancient coastal formation, with its red cliffs showing clear stratification that reveals centuries of geological history. During low tide, fascinating rock formations are exposed around the island, including wave-cut platforms and sea caves that have been sculpted by the relentless action of the Indian Ocean's powerful waves. The surrounding seafloor features an interesting mix of sandy patches and volcanic rock reefs, which help create the excellent surfing conditions. Geologists would appreciate how the area showcases the dynamic interplay between volcanic activity, coastal erosion, and sedimentation processes that have shaped this unique landscape over millennia. The red coloration is most intense during the dry season when the iron oxides in the soil are more exposed, while the rainy season brings out deeper reddish-brown tones as water permeates the mineral-rich earth. This ever-changing geological palette, combined with the dramatic tides and powerful surf, makes Red Island a living laboratory of coastal geology that's as educational as it is visually stunning.
Your browser does not support the video tag.
Imron FauziImron Fauzi
Pantai yang sangat Indah dan bersih...cocok buat belajar surfing, someday we will back here
Agung Tri WidodoAgung Tri Widodo
Pantai Pulau Merah atau lebih dikenal Red Island, merupakan salah satu destinasi wajib wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi. Pantai ini keberadaannya cukup terkenal baik kalangan wisatawan lokal karena memiliki pemandangan yang aduhai ataupun wisatawan mancanegara terutama sebagai lokasi surfing tingkat pemula. Waktu berkunjung kemari, ombak setinggi sekitar 2 – 3 meter menari-nari seakan memanggil para surfer untuk menaklukannya. Dan saya pun membayangkan seberapa besar ombak yang ada di pantai Plengkung/ G-land, yang katanya terdapat ombak terbesar kesekian di dunia. Pantai Pulau Merah ini terletak di dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini berjarak 80 km dari pusat kota Banyuwangi atau sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dan lebih lama jika menggunakan kendaraan umum. Lampu lalu lintas Jajag :) Kendaraan Pribadi, Untuk menuju kesini dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok, dari kota Banyuwangi arahkan kendaraan menuju jalan Banyuwangi-Jember, sesampainya di daerah Rogojampi (pasar Rogojampi) akan menemukan pertigaan lampu lalu lintas yang ada tugu ditengah jalan, ambil lurus ke arah Jajag, ikuti jalan tersebut melewati pertigaan ke pelabuhan Muncar, daerah Srono, pertigaan ke Pantai Plengkung dan setelahnya sampai di pertigaan Jajag ambil ke kiri. Pertigaan lampu lalu lintas jajag ditandai dengan adanya Tugu macan dengan papan petunjuk ke Pulau Merah (lihat foto). Dari pertigaan Jajag mulai terlihat papan petunjuk jalan kecil yang mengarahkan kita nantinya sampai ke Pulau Merah. Perjalanan dari Jajag sampai ke pulau merah mungkin sekitar 30 menit, perjalanan cukup mudah karena setiap ada persimpangan selalu ada papan petunjuk jalan menuju ke Pulau Merah, namun jika kita ragu dengan jalannya, jangan ragu untuk bertanya pada warga setempat. Angkutan Umum, dari Banyuwangi bisa menggunakan bus bisminto atau bus ujang jaya jurusan Pesanggaran, turun di pasar Pesanggraran lalu lanjut dengan naik ojek. Jika kalian dari arah kota Jember bisa turun di terminal pasar Jajag lalu lanjut bis jurusan ke Pesanggaran lalu lanjut naik ojek ke Pulau Merah. jika kalian mempunyai waktu yg sedikit untuk mengunjungi pantai ini, tidak disarankan untuk naik angkutan umum. Tidak seperti yang kalian sangka, Pantai Pulau Merah dulunya bernama Pantai Ringin Pitu. Dulu dinamakan demikian mungkin sekitar pantai tersebut ada pohon beRingin berjumlah Pitu (tujuh). Setelah sekian lama pantai tersebut berubah nama menjadiPantai Pulau Merah (Red Island Beach). Ada dua versi kenapa dinamakan demikian, versi pertama karena tanah dan pasir sekitar Pulau yang berada di tepian tersebut berwarna agak kemerahan sedangkan versi yang kedua mengatakan dulu pernah terpancar cahaya warna merah dari pulau yang ada di pantai itu sehingga warna menamakannya Pantai Pulau Merah. Penamaan yang cukup logis dan mempunyai nilai sejarah. Pemandangan Pantai Pulau Merah indah, agak berbeda dari pantai di Jawa yang saya pernah kunjungi. Melihat ke arah kanan-kiri terlihat pemandangan perbukitan yang cukup bagus hutannya, bahkan di sebelah kiri jika kita memandang laut terdapat sebuah bukit atau gunung kecil yang sepertinya menjadi spot bagus untuk menikmati pantai Pulau Merah dari atas. Pantai ini berpasir agak kemerahan, mungkin dahulunya sekitar sini banyak batu karang yang berwarna kemerah-merahan lalu hancurdan lapuk menjadi pasir yang memenuhi pantai ini. Pantai Pulau Merah ini dikelola oleh Perum Perhutani Jawa Timur Unit II, KPH Banyuwangi Selatan bersama dengan masyarakat setempat. Cukup merogoh dompet sebesar Rp.5000,- orang kita bisa menikmati keseluruhan pantai Pulau Merah. Ketika sampai di Kawasan Pantai Pulau Merah cukup kaget karena keadaan pantainya yang asri, masih banyak tutupan pohon yang membuat kondisi sekitar pantai cukup sejuk dan teduh, di tepian pantai tumbuh pohon-pohon pandan yang cukup tinggi.
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in East Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Red Island's striking geology is what gives this destination its distinctive character and name. The small, reddish-hued hill that emerges from the sea is composed primarily of iron-rich laterite soil, which has oxidized over time to create its characteristic rusty coloration. This geological formation is particularly fascinating because it stands in dramatic contrast to the surrounding black volcanic sand beaches, a result of the area's proximity to the Ijen volcanic complex. The island itself is essentially the eroded remnant of an ancient coastal formation, with its red cliffs showing clear stratification that reveals centuries of geological history. During low tide, fascinating rock formations are exposed around the island, including wave-cut platforms and sea caves that have been sculpted by the relentless action of the Indian Ocean's powerful waves. The surrounding seafloor features an interesting mix of sandy patches and volcanic rock reefs, which help create the excellent surfing conditions. Geologists would appreciate how the area showcases the dynamic interplay between volcanic activity, coastal erosion, and sedimentation processes that have shaped this unique landscape over millennia. The red coloration is most intense during the dry season when the iron oxides in the soil are more exposed, while the rainy season brings out deeper reddish-brown tones as water permeates the mineral-rich earth. This ever-changing geological palette, combined with the dramatic tides and powerful surf, makes Red Island a living laboratory of coastal geology that's as educational as it is visually stunning.
I Ketut Ari Pegatariana

I Ketut Ari Pegatariana

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in East Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Pantai yang sangat Indah dan bersih...cocok buat belajar surfing, someday we will back here
Imron Fauzi

Imron Fauzi

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in East Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Pantai Pulau Merah atau lebih dikenal Red Island, merupakan salah satu destinasi wajib wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi. Pantai ini keberadaannya cukup terkenal baik kalangan wisatawan lokal karena memiliki pemandangan yang aduhai ataupun wisatawan mancanegara terutama sebagai lokasi surfing tingkat pemula. Waktu berkunjung kemari, ombak setinggi sekitar 2 – 3 meter menari-nari seakan memanggil para surfer untuk menaklukannya. Dan saya pun membayangkan seberapa besar ombak yang ada di pantai Plengkung/ G-land, yang katanya terdapat ombak terbesar kesekian di dunia. Pantai Pulau Merah ini terletak di dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini berjarak 80 km dari pusat kota Banyuwangi atau sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dan lebih lama jika menggunakan kendaraan umum. Lampu lalu lintas Jajag :) Kendaraan Pribadi, Untuk menuju kesini dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok, dari kota Banyuwangi arahkan kendaraan menuju jalan Banyuwangi-Jember, sesampainya di daerah Rogojampi (pasar Rogojampi) akan menemukan pertigaan lampu lalu lintas yang ada tugu ditengah jalan, ambil lurus ke arah Jajag, ikuti jalan tersebut melewati pertigaan ke pelabuhan Muncar, daerah Srono, pertigaan ke Pantai Plengkung dan setelahnya sampai di pertigaan Jajag ambil ke kiri. Pertigaan lampu lalu lintas jajag ditandai dengan adanya Tugu macan dengan papan petunjuk ke Pulau Merah (lihat foto). Dari pertigaan Jajag mulai terlihat papan petunjuk jalan kecil yang mengarahkan kita nantinya sampai ke Pulau Merah. Perjalanan dari Jajag sampai ke pulau merah mungkin sekitar 30 menit, perjalanan cukup mudah karena setiap ada persimpangan selalu ada papan petunjuk jalan menuju ke Pulau Merah, namun jika kita ragu dengan jalannya, jangan ragu untuk bertanya pada warga setempat. Angkutan Umum, dari Banyuwangi bisa menggunakan bus bisminto atau bus ujang jaya jurusan Pesanggaran, turun di pasar Pesanggraran lalu lanjut dengan naik ojek. Jika kalian dari arah kota Jember bisa turun di terminal pasar Jajag lalu lanjut bis jurusan ke Pesanggaran lalu lanjut naik ojek ke Pulau Merah. jika kalian mempunyai waktu yg sedikit untuk mengunjungi pantai ini, tidak disarankan untuk naik angkutan umum. Tidak seperti yang kalian sangka, Pantai Pulau Merah dulunya bernama Pantai Ringin Pitu. Dulu dinamakan demikian mungkin sekitar pantai tersebut ada pohon beRingin berjumlah Pitu (tujuh). Setelah sekian lama pantai tersebut berubah nama menjadiPantai Pulau Merah (Red Island Beach). Ada dua versi kenapa dinamakan demikian, versi pertama karena tanah dan pasir sekitar Pulau yang berada di tepian tersebut berwarna agak kemerahan sedangkan versi yang kedua mengatakan dulu pernah terpancar cahaya warna merah dari pulau yang ada di pantai itu sehingga warna menamakannya Pantai Pulau Merah. Penamaan yang cukup logis dan mempunyai nilai sejarah. Pemandangan Pantai Pulau Merah indah, agak berbeda dari pantai di Jawa yang saya pernah kunjungi. Melihat ke arah kanan-kiri terlihat pemandangan perbukitan yang cukup bagus hutannya, bahkan di sebelah kiri jika kita memandang laut terdapat sebuah bukit atau gunung kecil yang sepertinya menjadi spot bagus untuk menikmati pantai Pulau Merah dari atas. Pantai ini berpasir agak kemerahan, mungkin dahulunya sekitar sini banyak batu karang yang berwarna kemerah-merahan lalu hancurdan lapuk menjadi pasir yang memenuhi pantai ini. Pantai Pulau Merah ini dikelola oleh Perum Perhutani Jawa Timur Unit II, KPH Banyuwangi Selatan bersama dengan masyarakat setempat. Cukup merogoh dompet sebesar Rp.5000,- orang kita bisa menikmati keseluruhan pantai Pulau Merah. Ketika sampai di Kawasan Pantai Pulau Merah cukup kaget karena keadaan pantainya yang asri, masih banyak tutupan pohon yang membuat kondisi sekitar pantai cukup sejuk dan teduh, di tepian pantai tumbuh pohon-pohon pandan yang cukup tinggi.
Agung Tri Widodo

Agung Tri Widodo

See more posts
See more posts