Setelah FamCamp di Watu Tapak, kita sekeluarga langsung merencanakan next FamCamp harus di pantai. Setelah googling & searching akhirnya memutuskan lokasi di Pacitan.
Pantai yg jadi tujuan yaitu pantai Srau. Akses jalan menuju kesana sudah cukup baik full aspal hanya ada sedikit atau bisa dikatakan kecil sekali kerusakan jalannya, mengarah ke pantai kondisi jalannya cenderung sempit, berliku dengan kontur berbukit. Untuk kendaraan dengan ukuran maksimal elf masih bisa leluasa untuk melewatinya, hanya perlu hati-hati saat berpapasan dengan kendaraan lainnya dan terdapat beberapa blind spot yang perlu diperhatikan (terdapat tanjakan yang diikuti belokan dan lanjut menurun). Sangat tidak disarankan untuk kendaraan diatas ukuran tersebut.
Memasuki lokasi kita menjumpai pos retribusi tiket wisata, untuk 2 orang dewasa + parkir kendaraan roda 4 dikenai tiket Rp. 25.000,-, belum ada tiket khusus untuk yang pengin camping. Pantai Srau dibagi menjadi 3 segmen, bisa dikatakan ada Pantai Srau 1, 2 (Pantai Wayang), dan 3. Di lokasi pertama tersedia tempat khusus bagi yang pengen mendirikan tenda. Untuk lokasi kedua dan ketiga alias paling ujung tidak ada tempat khusus untuk mendirikan tenda, tpi semua lokasi ttp bisa dipakai untuk mendirikan tenda, tinggal konfirmasi dengan pengelola bisa penjaga setempat maupun petugas tiket.
Kita sekeluarga memilih lokasi paling ujung yaitu Srau 3 karena lebih bersih dari sampah organik dan tidak terlalu ramai. Untuk fasilitas FamCamp sudah cukup baik. Mushola berdekatan dengan kamar mandi, jadi jangan khawatir kewajiban kita tetap aman, gazebo kecil sepanjang pantai untuk sekedar duduk2. Jaringan listrik khusus untuk campers belum tersedia di Srau 3, jadi yang membutuhkan bisa minta ijin baik warung sekitar maupun penjaga mushola. Oya jangan khawatir kelaparan, sepanjang Pantai Srau banyak warung yang buka 24 jam full waktu weekend (ga tau kl weekdays), harganya juga ramah di kantong. Di Srau 3 kalian bs camping dekat dengan bibir pantai yang dibatasi dengan tanggul yang berupa pedestrian, tapi kita sekeluarga memilih untuk mendirikan tenda dekat dengan kamar mandi dan mushola. Srau merupakan pantai dengan pasir putih dan Srau 3 identik dengan pantai Sunset, jadi jangan heran akan ramai pemburu Sunset terutama di Bukit samping pantai ini.
Papan peringatan larangan berenang tersedia dilokasi hal ini wajar dikarenakan Pantai Srau merupakan barisan pantai selatan Pulau Jawa dengan gelombang yang tergolong tinggi mungkin cocok untuk surfer (termasuk kawasan rawan bencana), akan tetapi bagi yang punya anak kecil tetap bisa bermain di pantai dengan pasir putihnya tetap dengan pengawasan kita. Yang mau foto-foto baik sunset maupun lanskap pantai ga bakal kecewa deh, tinggal milih mau ambil dari sudut manapun hasilnya bakal bagus.
Ketersediaan air bersih di Srau 3 cukup baik, terdapat 4 bilik kamar mandi yang sepertinya memfasilitasi Srau 2 dan 3 sehingga sedikit ramai pada saat2 tertentu (ada proses pembangunan penambahan kamar mandi saat kita FamCamp). Sedikit saran ni dari yang lgi seneng camping, semoga pengelola bisa menambah lokasi khusus untuk para campers pemula seperti kami tentunya dengan penambahan fasilitas ketersediaan air bersih dan aliran listrik disepanjang Pantai Srau.
Oya sebagai campers yang baik selesai membereskan tenda jangan lupa juga untuk tetap membersihkan sampah yang ada...
Read moreWe visited Pantai Srau on the 4th day of Eid with a group of 10 people, traveling in a Hiace. The parking was easy and spacious, which is a big plus when you're coming in a larger vehicle or with family.
The beach itself is pretty and stretches quite long, offering some great views and even a spot to catch the sunset if you stay late enough. Entrance fee was also very reasonable at Rp10k per person plus Rp10k for the car.
Around the beach area, there are plenty of food options, from small warung-style eateries to a few that market themselves as restaurants. Unfortunately, we made the mistake of choosing The Virgin Pantai Srau "restaurant", and it turned out to be the worst part of the visit. Most of their menu was sold out, the service was slow and unhelpful, and they still charged more than the warungs despite only offering things like spicy nasi goreng and instant noodles (Indomie).
Overall, Pantai Srau is a lovely beach with easy access, good photo spots, and fair entry prices... but if you're hungry, skip the fancy-looking places and just eat at the warungs for better value and...
Read moreTerletak di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Pantai Srau menawarkan keunikannya tersendiri yang tersembunyi. Berjarak kurang lebih sekitar 25 km ke arah barat Pacitan dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam perjalanan. Karena letaknya yang tersembunyi, dibutuhkan effort untuk menuju ke sana. Namun, kita tidak perlu khawatir karena sudah pasti sebanding dengan effort yang dikeluarkan ketika sampai di pantai ini. Rasa lelah terbayar sudah menjadi bahagia tak terkira.
Pantai Srau dikenal dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi dan bentuknya yang unik. Tebing-tebing tersebut mengelilingi pantai dan semakin menambah keindahan panorama pantai. Hamparan pasir putih yang halus lengkap dengan deburan ombak besar yang menggulung indah. Meski para pengunjungi dilarang berenang karena membahayakan, ombak yang besar ini cocok bagi yang menyukai olahraga selancar. Pantai Srau ini recommended untuk dikunjungi.
Pantai Srau memang tidak seramai pantai di Pacitan lainnya sehingga lokasinya terbilang masih sepi dari pengunjung. Meskipun begitu, keasrian dan kebersihan pantai masih tetap terjaga dengan baik dan membuat pengunjung betah di sini. Saat air sedang surut, keindahan Pantai Srau akan semakin terlihat. Misalnya ada batu karang yang indah dan bisa kamu manfaatkan untuk mengabadikan momen di pantai ini. Jika ingin lebih puas berada di pantai ini, kamu bisa menginap di sekitar rumah warga yang ada di daerah pantai karena belum ada penginapan yang disediakan.
Dengan menginap di rumah warga, kamu bisa menikmati matahari tenggelam di pantai ini. Sungguh pengalaman liburan yang indah dan membuat betah. Pantai Srau memang di kenal memiliki tiga lokasi yang bisa kamu nikmati saat berkunjung ke sini. Tiga lokasi tersebut berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri. Lokasi yang pertama adalah lokasi penjagaan, lokasi utama yang kamu lihat saat tiba di pantai. Lokasi ini tidak terpaut jauh dari pintu masuk. Lokasi ini juga menyuguhkan berbagai batu karang yang membentuk bukit-bukit dan ada yang menyerupai terowongan atau lubang dengan ombak besar yang menerpa. Hal ini menimbulkan keunikan tersendiri seperti sedang berada di pantai yang ada di Bali.
Lokasi kedua yakni berupa tempat duduk santai yang dibuat dari beton. Ini merupakan spot favorit pengunjung karena di sini bisa langsung melihat dan merasakan keindahan Pantai Srau dengan deburan ombak menggulung yang kemudian pecah menuju pinggir pantai. Lokasi kedua ini juga menjadi favorit para peselancar untuk siap beratraksi bersama ombak.
Lokasi ketiga terdapat sebuah anjungan kecil yang sengaja disediakan untuk spot menikmati sunset di Pantai Srau. Dari lokasi ketiga ini pengunjung bisa melihat batu karang yang berbentuk seperti sirip ikan hiu.
Adanya tiga lokasi yang berbeda di pantai ini, tentu membuat kamu sebagai pengunjung bisa memilih lokasi favorit yang ingin kamu nikmati lebih lama di Pantai Srau.
Fasilitas di pantai ini terbilang lengkap seperti pada umumnya di objek wisata pantai. Ada toilet serta penjual makanan dan minuman yang berjajar di area pantai. Selain itu ada juga tempat berteduh yang cozy dan halaman parkir yang luas. Sedangkan untuk tiket masuk ke Pantai Srau dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 saja...
Read more