📍 Museum Sunan Drajat – Paciran, Lamongan
Terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Museum Sunan Drajat adalah pusat pelestarian sejarah dan budaya yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan dari salah satu Walisongo, Sunan Drajat. Dibangun pada tahun 1991 dan diresmikan pada 30 Maret 1992, museum ini menjadi saksi bisu perjalanan dakwah Islam di pesisir utara Jawa.
Museum ini menyimpan sekitar 691 koleksi benda purbakala, termasuk peninggalan asli dari masa Sunan Drajat dan sumbangan dari masyarakat Lamongan. Di antaranya adalah Gamelan Singo Mengkok, seperangkat gamelan yang digunakan untuk syiar agama Islam di daerah Paciran. Gamelan ini merupakan akulturasi budaya Hindu-Buddha dan Islam, mencerminkan kearifan lokal dalam penyebaran agama. Selain itu, terdapat juga Batik Drajat, yang memiliki motif dan perlambang flora dan fauna dengan makna hubungan vertikal dan horizontal. Koleksi lainnya mencakup Daun Lontar bertuliskan Surat Yusuf, keramik kuno dari Dinasti Sung, uang logam dari Dinasti Song dan Ming, serta berbagai benda antik lainnya seperti bedug, kain tenun, dan barang-barang dari perunggu, kayu jati, batu besi, kuningan, bambu, logam, dan buku.
Museum ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti area parkir yang luas, toilet umum yang terjaga kebersihannya, dan rumah makan di sekitar area museum. Hal ini menjadikannya tempat yang nyaman untuk dikunjungi baik oleh peziarah maupun wisatawan yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan budaya Lamongan.
Bagi Anda yang tertarik dengan sejarah Islam di Jawa, Museum Sunan Drajat adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sini, Anda tidak hanya akan menemukan peninggalan bersejarah, tetapi juga merasakan atmosfer spiritual yang kental dan memahami betapa besar kontribusi Sunan Drajat dalam penyebaran agama Islam di...
Read moreSunan Drajat adalah salah satu sunan dari sembilan sunan Wali Songo. Nama kecilnya adalah Raden Hasyim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Beliau adalah putra dari Sunan Ampel yang terkenal karena kecerdasannya, dan ia merupakan saudara dari Sunan Bonang.
Sunan Drajat bernama kecil Raden Syarifuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, ia mengambil tempat di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Ia memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun
Ia sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial, sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin. Ia terlebih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.
Usaha ke arah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempunyai otonomi.
Sebagai penghargaan atas keberhasilannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, ia memperoleh gelar...
Read moreRead moreNyoba trans jatim dr mojokerto _ gresik