Asal usul nama curup Gangsa
Nama Curup Gangsa diambil dari kata “Gangsa” berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun ini bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami.
Sumber Air Terjun bersumber dari patahan sungai way tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalu beberapa kampung di Kecamatan Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya. air terjun yang berpadu dengan asrinya hutan di lereng pegunungan.
Untuk menikmati deburan sungai dan derasnya debit air sungai curup gangsa kita harus menuruni anak tangga yang berjumlah kurang lebih 67 anak tungga. Ketinggian air terjun ini mencapai ± 50 m dengan lebar bentang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan.
Dari Bandar Lampung atau dari Martapura arahkan kendaraan kamu ke Blambangan Umpu Way Kanan, Dari Blambangan Umpu melanjutkan perjalanan kembali menuju kampung Kota Way di Kecamatan Kasui yang berjarak sekitar 20 KM perjalanan untuk sampai di Objek wisata Air Terjun Curup Gangsa. Kampung Kota Way berjarak 10 Km dari Kecamatan Kasui. Untuk kondisi jalan tak sepenuhnya rusak yang masih bisa dilalui kendaraan mini bus akses jalan menuju kesana, diperlukan waktu 40 menit perjalanan dari Kecamatan Kasui, hal ini dikarenakan infrastruktur jalan yang rusak dari perbatasan Kampung Jaya Tinggi dan Kampung Bukit Batu. Namun untuk jalan dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa lumayan baik.
Sepanjang perjalanan kalian dapat menikmati keindahan rumah2 adat yang masih diteimggali dan...
Read moreThe sight was breathtaking and the experience was refreshing (literally), the stairs going down to the waterfall were firm and had railings so it's pretty safe.. be careful nonetheless because it's muddy and slippery, just don't forget to waterproof your electronics. 10/10 would...
Read morePertama kali kesini setelah pulang kampung terakhir ga bisa ke sini. Kemarin pas hari pertama lebaran. Ugh pemandangannya luar biasa indah, maasyaa Allah. Ada pelangi di air terjunnya, airnya sejuk. Ada kamar mandi untuk basuh dan musholla kalau mau berwudhu dan shalat. Tiket masuk hanya 5000 perorang.
Tapi memang banyak yg perlu diperbaharui lagi sih, apalagi tanah yang di depan air terjunnya. Sangat, sangaaat licin. Kemarin ayah sampai jatuh krn kepleset. Semoga nanti ditanami rumput, atau diberi aspal/semen/batuan alam. Pokoknya biar ga licin lagi, kasian kalau yang niat foto2 eh malah kepleset dan bajunya kotor semua. :)
Selain itu, tempat nunggunya lumayan baguslah, ada beberapa pendopo yang disebar beberapa titik. Cuma ya, kurang ada pengamanannya sprti tempat penitipan barang atau security. Bisa dijaga sendiri dulu aja ya.
Stay safe and have...
Read more