Museum Kota Lhokseumawe merupakan salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya di wilayah Aceh Utara yang berlokasi di Kota Lhokseumawe. Museum ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang kekayaan warisan budaya, tradisi, dan sejarah panjang daerah Lhokseumawe dan sekitarnya. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang memperkuat identitas masyarakat Aceh pesisir utara.
Bangunan Museum Kota Lhokseumawe didesain dengan arsitektur khas Aceh, menyerupai Rumoh Aceh, yaitu rumah adat tradisional berbentuk rumah panggung dengan atap tinggi. Desain ini memberi kesan kuat akan kearifan lokal serta menjadikan museum ini menarik bagi pengunjung. Dengan bentuk bangunan yang ikonik, museum ini sekaligus menjadi landmark budaya di tengah kota.
Koleksi yang ada di dalam Museum Kota Lhokseumawe cukup beragam. Di antaranya terdapat benda-benda peninggalan sejarah seperti senjata tradisional Aceh, rencong, pakaian adat, naskah kuno, kerajinan tangan, hingga peralatan rumah tangga tradisional yang digunakan masyarakat Aceh tempo dulu. Selain itu, museum juga menyimpan berbagai benda arkeologi dari situs-situs bersejarah di Aceh Utara dan sekitarnya, yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat perdagangan penting di jalur Selat Malaka.
Keberadaan museum ini juga sangat penting karena Lhokseumawe dikenal sebagai daerah yang memiliki peran strategis dalam sejarah Aceh, baik di bidang perdagangan, politik, maupun kebudayaan. Pada masa lalu, wilayah ini merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi karena letaknya yang berada di jalur perdagangan internasional. Melalui koleksi dan dokumentasi di museum, pengunjung dapat memahami bagaimana dinamika kehidupan masyarakat Lhokseumawe dari masa ke masa.
Kini, Museum Kota Lhokseumawe tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi, tetapi juga tempat penyelenggaraan kegiatan budaya, pameran, dan penelitian. Dengan perannya tersebut, museum ini menjadi ruang penting untuk menjaga agar warisan sejarah dan kebudayaan masyarakat Aceh Utara tetap lestari dan bisa diwariskan kepada...
Read moreSejalan dengan program pemerintah tentang pengembangan kebudayaan, khususnya pengembangan permuseuman, sejak tahun 1974 Museum Aceh telah mendapat biaya Pelita melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Daerah Istimewa Aceh. Melalui Proyek Pelita telah berhasil direhabilitasi bangunan lama dan sekaligus dengan pengadaan bangunan-bangunan baru. Bangunan baru yang telah didirikan itu gedung pameran tetap, gedung pertemuan, gedung pameran temporer dan perpustakaan, laboratorium dan...
Read moreWalikota Lhokseumawe Suadi Yahya meresmikan Museum Kota Lhokseumawe di Jalan T. Hamzah Bendahara, Desa Mongeudong. Kecamatan Banda Sakti, setempat, Jumat (18/10/2019).
Museum ini satu-satunya yang dikelola oleh pemerintah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kota Lhokseumawe.
Sejumlah benda bersejarah tersimpan di museum itu, seperti pedang, kalung, alat penangkap ikan, Al-quran tempo dulu, tombak, koin emas, aksesoris emas, keramik, guci, dan kande (alat...
Read more