Danau Aek Natonang is a tiny lake nestled on Samosir Island, which itself floats in the mighty Lake Toba. According to local lore, this little lake formed naturally and was later shaped into a tourist spot with a touch of whimsy: a charming windmill, mini theatre-style seats facing the water, and a boardwalk leading you out like you’re about to make a grand entrance.
There are a few gazebos scattered around for slow sips of air and calm stares at water buffalos grazing nearby.
Sadly, the years haven’t been kind. The facilities are tired, and upkeep seems to have packed up and left. The structures are mostly used by locals now, which is great for the community, but for visitors expecting a polished tourist gem—it’s more rustic reality than curated Instagram.
Getting there? A quest. We biked in and were greeted with rocky trails, landslides, and a dramatic one-way wooden bridge standing in for a collapsed road. Cars? Don’t even bother. Unless your vehicle floats or flies.
It’s a shame, really. The setting is stunning—a lake cradled in green hills, quiet and serene—but without better maintenance or easier access, it’s hard to recommend unless you’re already passing by or have a very determined spirit (and very...
Read moreWagub Musa Rajekshah Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni
SAMOSIR - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meninjau beberapa objek wisata di Kabupaten Samosir, Minggu (14/3). Antara lain, objek wisata Aek Natonang di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo dan Aek Sidihoni, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Aek Natonang adalah danau di atas Pulau Samosir yang terletak di Danau Toba, sehingga dijuluki danau di atas danau. Dari kawasan wisata Tuktuk Siadong, waktu tempuhnya sekitar 40 menit melalui jalan lingkar Samosir.
Sesuai namanya, Aek Natonang yang terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut memiliki air yang tenang. Keindahan danau seluas 42 hektare ini dilengkapi dengan pemandangan hutan pinus yang mengelilinginya.
Begitu juga dengan Danau Sidihoni, danau ini juga terletak di Pulau Samosir, yang merupakan pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Itulah kenapa, danau ini juga dijuluki dengan danau di atas danau.
Wagub Musa Rajekshah mengagumi keindahan dan keasrian dua danau tersebut. Bahkan menurutnya, dua danau ini berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata jika dikelola secara maksimal.
"Di Aek Natonang ini sangat indah, pada siang hari terik begini saja cuacanya masih dingin. Kita dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berterima kasih kepada Pak Presiden Joko Widodo atas perhatian besarnya terhadap kawasan wisata super prioritas Danau Toba," kata Wagub.
Wagub juga mengimbau dan mengajak wisatawan lokal untuk tetap berwisata di daerah Sumut. Hal tersebut sangat membantu bangkitnya kembali perekonomian masyarakat di daerah wisata, di tengah pandemi Covid-19.
"Bantu wisata daerah kita, dengan hadirnya kita, cukup dengan kuliner, menginap dan membeli produk UMKM setempat, hal tersebut akan membantu perputaran roda ekonomi,” ujarnya.
Wagub juga mengajak seluruh masyarakat dan berbagai pihak terkait lainnya, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan kelestarian alam di sekitar Danau Toba, termasuk di kawasan Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni.
“Yang paling penting kita harapkan kepada seluruh pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan alam kita. Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni ini sangat indah dan bersih, jangan lah nanti kehadiran kita pengunjung mengotori lingkungan yang sudah baik tersebut," harap Musa Rajekshah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan menyampaikan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aek Natonang, Pemerintah Kabupaten Samosir sudah membangun berbagai infrastruktur di kawasan tersebut.
"Kalau untuk Aek Natonang, infrastruktur seperti toilet, dermaga, jalan, gajebo sudah dibangun namun memang saat ini wisatawan lebih banyak yang ke Danau Sidihoni. Untuk Danau Sidihoni sendiri ratusan pengunjung setiap harinya hadir. Danau Sidihoni juga sudah banyak yang family camp. Ke depan kita akan terus berinovasi mengembangkan objek-objek wisata di kawasan Pulau Samosir,"...
Read moreDanau Aek Natonang is like Lake Toba’s quiet, contemplative twin - serene, overlooked, and possibly enchanted. Hidden among whispering pines and sleepy hills, this is the lake that other lakes go to for therapy.
You’ll find no crowds here, just still waters, chilled air, and the uncanny feeling that you’ve stepped into a painting… or a place that’s waiting for something. They say this is a lake within an island within a lake within an island, a geographical riddle that feels suspiciously like a trap designed by a polite forest spirit.
Perfect for a picnic, meditation, or a slow existential spiral. Don’t worry, the lake understands. Just don’t speak your secrets aloud, the reflections here have a...
Read more