Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng Trawas memang salah satu jalur pendakian yang cocok bagi sobat yang baru belajar mendaki atau ingin sekedar merasakan menjadi seorang Pecinta Alam. Sebenarnya banyak jalur untuk mendaki gunung yang katanya Miniatur Gunung Semeru ini diantaranya jalur Jolotundo, jalur Gempol dan jalur dari Jedong Ngoro. Namun diantara banyak jalur untuk menuju puncak Gunung Penanggungan. Jalur desa Tamiajeng Trawas ini menjadi favorit para pendaki. Baik pendaki pemula atau pendaki yang sudah lama.
Hal ini dikarenakan Gunung Penanggungan bisa dijadikan Opsi para Pecinta Alam/Traveller untuk sekedar mengobati haus akan dinginnya udara, View Sunrise dan Gemerlapnya langit beratap Bintang.
Saya juga kalau kangen Gunung mesti kesini selain memiliki View yang sangat indah jaraknya juga tidak jauh dari domisili saya di Surabaya. Gunung Penanggungan ini memang ditengah-tengah Jawa Timur. Jadi kalau sobat dari Malang, probolinggo, jombang, tuban, Surabaya, Kediri saya rasa gunung ini bisa menjadi alternatif Spot ketinggian sobat.
Gunung Penanggungan ini mempunyai puncak dengan ketinggian 1653 Mdpl. Gunung ini merupakan satu deretan Pegunungan Arjuno, Welirang, Anjasmoro dan pegunungan kecil di sekitar Taman Tahura.
Jika sobat ingin mendaki saya sarankan lewat jalur Tamiajeng Trawas. Karena bascampnya mudah dicari dan jalur pendakiannya Relatif tidak berat.
Menuju Basecamp Tamiajeng
Basecamp Tamiajeng dan pos perijinan Tamiajeng ini berada di Sebelah Kampus B Ubaya Desa Tamiajeng Trawas.
Jika sobat dari arah Surabaya/Malang bisa lewat jalan Pandaan lalu belok ke Arah Tretes. Dipertigaan mentok atas ambil belok kanan dan ikuti jalan.
Setelah melewati banyak turunan nanti akan melewati percabangan dimana kalau jalur ke kiri menuju Pacet sobat ambil lurus aja Jalannya lebih kecil. Setelah itu sobat akan melewati Terminal Trawas terus aja sampai ketemu pasar dan di pertigaan BRI belok kanan.
Jika tembus jalan raya kebih besar belok kanan lagi dan terus saja keatas dan sampailah di Bascamp.
Jika sobat bingung tanya warga sekitar ya, saya jamin semua orang tahu jalannya. Atau bisa menggunakan GPS dengan pencarian "Kampus Ubaya Trawas".
Sesampainya Bascamp tentunya sobat harus memikirkan motor untuk dititipkan. Jangan khawatir karena sebelum pos perijinan terdapat beberapa warung makan yang juga menerima jasa penitipan motor.
Namun, biasanya saya menitipkan motor di warungnya Bu Indah. Karena sebelum penanggungan ramai hanya terdapat warung bu indah dan orangnya ramah sekali. Warung Bu indah letaknya paling bawah sendiri.
Oya karena di jalur pendakian via Tamiajeng ini tidak ada sumber mata air. Jadi sobat harus mempersiapkan air banyak dari bawah. Untuk itu saya dan teman-teman biasanya membawa air secukupnya. Bisa juga sobat beli di...
Read moreMount Penanggungan high mountain peak around 1600 MDPL. Can be completed in overnight and can also do not need to stay. The climb from the licensing post to the top of the shadow takes approximately 2 hours. At the peak of the shadow we can set up a tent while resting. From the peak of the shadow to the peak of Mount Penanggungan approximately 1 hour with a very sharp track and slippery. The view when the morning is very nice because it can see the summit of Mount Welirang, Arjuno, and Mount Semeru. It is suitable for novice climbers because it is not too far on foot. Best...
Read moreCerita ini dimulai Minggu lalu, saya bersama 2 teman saya mendaki ke salah satu Puncak yang ada di kota Mojokerto.
Gunung Penanggungan memang baru dikabarkan baru buka setelah tutup lama yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini.
Karena bosen dirumah tiba-tiba muncul ide untuk kesana, memang saya berangkat tanpa persiapan alias mendadak.
Akhirnya hanya bertiga yang bisa berangkat, perjalanannya cukup jauh, lalu saat tiba diparkiran kendaraan di basecamp, saya terkejut karena parkiran sangat penuh dan sangat ramai.
Setelah mendaki dan sudah sampai di Puncak tempat untuk mendirikan tenda sangatlah susah dicari sehingga kita berhimpitan dengan tenda sebelah orang.
Tidak pernah sedetikpun ada keheningan, selalu bersahutan orang-orang berbicara, dikarenakan banyaknya orang yang mendaki ke Penanggungan.
Gunung serasa pasar, tidak menyalahkan siapa siapa, hanya karena semua orang sudah rindu dengan indahnya alam sehingga semua orang datang ke sana.
Dan disaat di Puncak pawitra semua tenda terlihat warna warni, dan bahkan hingga ada yang mendirikan camp di Puncak, akhirnya tidak lama kamipun turun.
Setelah turun kami berbicara dengan pengawas basecamp (tempat simaksi) saya bertanya "Loh, ditutup lagi mbak?"
Beliau menjawab "Iya mas, dihari sabtu kemarin pendakian mencapai 3000 Orang, sehingga melebihi kapasitas, bisa jadi selanjutnya akan dibatasi untuk pendakian ke Gunung Penanggungan" katanya.
Jadi kurang lebih seperti itu, ambil sisi...
Read more