Menurutku untuk sekelas masjid tempat wisata yg mana ada retribusi tiketnya.. Kurang rapi, bersih, dan terawat..
Tempat sampah kecil banget seharusnya disediakan tong besar yg mungkin ada klasifikasi jenis sampahnya, misal anorganik, dan organik. Banyak sampah berceceran karena tidak muat ditampung. Kolam ikannya berlumut warna hijau pekat, dan banyak sampah disepanjang kolam.. kurang dibersihkan.. Untuk kipas angin emang ok si,, cuma kurang aja yg mana Semarang cuaca panas banget.. sekelas masjid ini ga disediakan AC.. Kurang terawat, banyak debu, disepanjang jendela, tangga, sudut² ruangan, cat yg mengelupas, berceceran di tangga, dan kubah di lantai 3 yg berlumut. Lebih ke gedung pertemuan 90% dan tempat ibadah 10%, mungkin kedepannya bisa deh tiap ruangan diberikan kaligrafi, sejarah dibangunnya masjid ini, foto2 pendiri atau apa biar ga sepi² banget tiap sudut.. sekaligus mengedukasi para pengunjung bisa jadi museum.. kesannya emang kaya ruang kosong aja.. dibandingkan masjid lain emang masih jauh.. cuma dari segi bangunan aesthetic, dan bersejarah. Sayang klo kurang pengelolaan.. (masjid Ter the best menurutku Istiqlal Jakarta , MAJT, dan Masjid Agung Semarang untuk penataan bagus sekali mungkin bisa dicontoh sedikit) Rak sepatu juga kurang alih fungsi. Ada lemari kosong gatau fungsinya apa. UMKM oke ada di halaman masjid.. emang kurang luas tapi bagus menghidupkan perekonomian warga disitu.
Tiket 6k/org, parkir 2k Untuk ke toilet dan wudhu bayar lagi juga.. Setahu aku ya harusnya ga bayar sebab di depan udah ditagih uang masuk.. komersial sekali.. kalaupun mau nagih yg wudhu gausah bayar seharusnya hanya yg pake toilet.. setahu aku tempat wisata begitu.. kaget aja wudhu ditagih juga..
Mungkin karena jauh dari rumah penduduk jadi kurang dana berpengaruh.. kalau mengandalkan pengunjung juga kurang.. ini yg aku pikirkan si.. tapi management masjid ini lebih tau.. moga² dibenahi lagi..
Soalnya jauh banget dari masjid lainnya yg lebih bagus...
Read moreThe shape of the mosque just like big ship. Located in the west of Semarang. There are four levels of the building. The first level for getting rest for the tourists, and there is an alternative medicine too. It pays 25000 for taking one medicine. It takes 15-20 minutes. The second level for praying. The art of architecture was so good. The third is empty room. We can see a beautiful view in the upstairs and there is a dome there. In parking area many stalls selling some traditional food for souvenirs just like tape (made from cassava), tape ketan, and another foods. The price is good not too expensive. But, I think the clean of the place should be...
Read moreThis is a large four-floor mosque with a unique wall architecture resembling a ship to remind us of the Ark of the Prophet Noah (or Nuh, peace be unto him) in a remote village in Ngaliyan District, Semarang City, Central Java Province. The ground floor can be used for meetings, while the upper floors for prayers. I noticed a crack in the ceiling of the ground floor, a broken door and not so clean toilets/bathrooms. Outside there were stalls offering simple foods and drinks, with chicken wandering around. Spacious parking lot. Anyway it was a rare experience for me and my wife to finally...
Read more