📍Lembah Ollon Dusun Ollon, Desa Buakayu, Kec. Bonggakkaradeng, Kab. Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan __ Ollon adalah sebuah kampung di wilayah pemerintahan Lembang/Desa Bau, Kecamatan Bonggakaradeng. Daerah ini terletak di wilayah barat di bagian selatan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. __ Jarak tempuh dari kota Makale, ibukota kabupaten Tana Toraja diperkirakan sekitar 35 kilometer, dengan kondisi jalan yang belum memadai. __ Untuk sampai ke Ollon, jalan alternatif paling efesien adalah dari kota Makale menuju Rembon lalu belok ke jalur Batusura’ menuju ke Buakayu, Bonggakaradeng. Setelah sampai di Buakayu, kita lurus terus mengarah ke bagian selatan melalui pasar dan kantor kecamatan Bonggakaradeng. __ Setelah menemukan persimpangan tiga antara Buakayu dan Rano, kita pilih jalur yang turun ke sebelah kanan, karena jalur ke kiri menuju ke Rano. Kira-kira tiga kilomter dari simpang itu, kita akan menemukan jalan rintisan di sebelah kanan yang menyusuri gunung. Pilih jalur kanan tersebut dan ikuti terus jalan yang paling berjejak karena beberapa simpang di gunung menuju ke tempat lain namun sangat berbeda jejak kendaraannya. Jalan yang menuju ke Ollon kelihatan sering dilalui. __ Dari persimpangan tadi, kita akan menyusuri gunung dan lembah sekitar 8-10 kilometer yang sangat sepi penghuni. Kemungkinan besar kita hanya akan bertemu kerbau, kuda, dan sapi yang tergolong jinak dan bersahabat untuk dipotret. __ Setelah menemukan sebuah perkampungan yang tergolong ramai, itu tandanya kita sudah sangat dekat dengan objek wisata Ollon. Segera cari parkiran di sekitar halaman rumah atau kolong rumah penduduk. Jangan lupa isi buku tamu di pintu gerbang di rumah Kepala Lembang Bau, AN Karman Loda. Di tempat ini anda baru bisa membeli sesuatu seperti bensin, rokok, mie, dan lain-lain. __ Weistttttt disarankan menggunakan kendaraan roda dua ke tempat ini. Atau kalau mau menggunakan kendaraan roda empat, pilih kendaraan seperti jenis Strada, Hartop atau yang sejenisnya yang doble hundle. Jangan sekali-kali membawa mobil mewah atau mobil biasa ke tempat ini karena dijamin anda pasti pulang di tengah jalan. __ Persiapan makanan dapat dilakukan di Buakayu atau langsung dibawa dari rumah karena kita akan kesulitan mencari penjual makanan di tempat ini, apalagi dalam perjalanan yang cukup terjal dan sangat sepi penghuni. Dalam perjalanan yang cukup terjal akan terbayar dengan romantika padang penggembalaan yang sangat luas dan serasa membawa damai di hati. Kita juga akan dimanjakan dengan sambutan sejumlah ternak yang terlepas bebas di tempat ini.
Setelah anda sampai di Ollon, anda bebas memilih tempat untuk mendirikan tenda, memotret dari ketinggian atau dari lembah, berlari bagai burung yang lepas dari sangkarnya, dan lain sebagainya. Penduduk di tempat ini sangat ramah. Anda boleh meminta air untuk minum, dan mandi. Jangan lupa sapa dan senyum untuk penduduk Ollon, karena itu ciri khas di tempat ini. __ Finally, jangan mati dulu sebelum ke Toraja,...
Read moreThe village of Saint-Triphon is situated on three hills overlooking the Rhone valley. It was first mentioned in 1332 as Triphonis Sancti. Archeological finds include items from the Middle Neolithic to the Roman era, including an Early Bronze Age necropolis and a Late Bronze Age smelter for copper processing. On the hill Le Lessus stands a 18 m (59 ft) high square tower, probably from the 13th Century. The tower was partially destroyed in 1476. Foundations indicate that the tower was reached by a walkway. Nearby, the remains of a romanesque chapel from the 12th Century is still visible. In 1232 the Counts of Savoy granted the castle to Guy de Saillon. The fief was dismembered in the 14th Century and reunited in the 16th Century under the Rovéréa family. Between 1476-1798 it was one of the twelve Zenden des Mandements Ollon in the government of Aigle. The village was ruled by a Bernese mayor. Since the middle ages, black marble has been mined in...
Read moreSemoga kedepannya akses menuju lokasi bisa segera dilaksanankan pekerjaan pembangunannya agar dapat lebih mudah dijangkau dan nikmatnya dapat pula segera dirasakan oleh beberapa kalangan, baik itu wisatawan para penjual pencari rezeki yang menjajakan jajanan disekitar lokasi wisata tersebut.
Dan juga tidak lupa untuk saling mengingatkan kepada para penikmat panorama wisata di manapun kalian berada khususnya wisatawan lembah ollon, agar kiranya lebih bijak dalam bersikap di tempat wisata dan ikut serta menjaga kelestarian dan keasrian alam agar nilai estetika pada keindahan alam tidak berkurang akibat kelalaian dan kesalahan kosa sebagai penikmatnya.
Minimal dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, bila teman-teman wisatawan berkunjung dengan membawa benda-benda ataupun makanan yang dapat berpotensi menjadi sampah sebaiknya dibawa kembali sampai kalian menemukan tempat yang telah disediakan untuk membuang sampah tersebut.
Sejatinya alam tidak akan pernah rusak jika ia tidak pernah terjamah oleh manusia, maka siapa lagi kalau bukan kita para pengunjung lokasi wisata dimana pun itu yang mampu menjaga dan mempertahankan kelestarian alam disekitar kita. Salam...
Read more