Cocok untuk yang suka alam, sebelum mencapai puncak air terjunnya perlu jalan kaki dengan sedikit effort kurang lebih 1km. Air terjun terletak di hutan suaka alam yang dikelola oleh KLHK, sehingga selama berjalan menuju air terjun tersebut hutannya rindang dengan banyak pepohonan yang masih segar, hijau, asri, dan lebat. Terdapat suara binatang- binatang yang membuat perjalanan terasa lebih dekat sambil menikmati suasana sekitar. Jalan menuju kesana sangatlah mudah diakses karena tangga yang ada sudah dikeramik jadi tidak perlu khawatir becek-becek atau terjebak lumpur.
Di puncak sendiri tidak terdapat kantin, sehingga jika kita ingin makan harus membawa dari bawah karena tersedia kantin disana. Namun jangan khawatir untuk tempat beristirahat, walaupun tidak ada kantin disana masih ada fasilitas berupa mushola, toilet dan ruang ganti, serta gazebo untuk nongki-nongki. Tapi gazebonya harus sewa gais, ada 2 jenis untuk yang kayu harga sewanya 50k untuk yang cor dengan lantai keramik harga sewanya 75k. Fyi kemarin aku dapet tiket masuk di tempat wisata ini 50k untuk 1 rombongan mobil dengan jumlah penumpang 4 orang.
Sebenarnya agak prihatin karena kondisi KM yang ada di puncak air terjunnya tidak terawat karena ada bangunan yang roboh, selain itu juga ada gazebo yang rusak juga. Mungkin kurang pengelolaan. Dan sayangnya lagi ketika saya berkunjung di akhir tahun 2023 airnya surut, alhasil hanya bisa melihat pemandangan air mengalir jatuhnya bukan air terjun. Dan nyatanya air disana juga keruh, gapaham itu karena faktor kemarau sehingga debit air kecil banget mungkin karena tidak ada hujan. Atau bisa jadi hutan yang ada di hulu air terjun gundul atau bagaimana.
Faktanya tempat wisata ini memang sedikit terbengkalai, kemarin sempet ngobrol sama bapak2 yang menjaga sekaligus membersihkan tempat ini. Salah satu faktor yang menyebabkan itu adalah terlalu banyak pengelola mulai dari KLHK, Kemenparekraf, Pemda, sama Pemdes. Sehingga berdasarkan penuturan beliau untuk membuat fasilitas tertentu perlu perizinan yang belibet, sehingga dikelola ala kadarnya.
Overall tempat wisata ini sebenernya bagus jika dikelola secara baik terutama jika dikelola secara optimal oleh Pemerintah desa melalui BUMDes dan Pokdarwis yang ada sehingga lebih fokus (harapannya). Oiya temen-temen kalo berkunjung kesini jangan lupa ya, buanglah sampah yang kalian bawa ke tempat sampah yang telah disediakan!!! Agar lingkungan alam kita...
Read moreCerita singkat pada pertama kali masuk wisata air terjun Moramo!!!
Pada tanggal 4 juli 2024 sy liburan ke air terjun Moramo...pada saat memasuki gerbang atau palang wisata air terjun tertera tarif masuk untuk orang dewasa 15rb.....pas udah parkir di datangin SM penjaga nya kemudian meminta tarif 45rb... dengan alasan bahwa mulai dari motor, orang yg mengendarai, sampai yg di bonceng ikut di kenakan tarif...
motor 15rb -pengendara 15rb -di bonceng 15rb Total: 45.000
Tolong penjelasannya min biar GK salah paham.... apakah SDH benar tarif untuk masuk wisata air terjun Moramo seperti itu!!!
Soal takut nya jangan sampai...
Read moreTempat yang perlu dipertimbangkan untuk dikunjungi kalau ke Kendari. Letaknya kurang lebih 65km dari Kota Kendari. berkendara kurang lebih 1 jam 30 menit dengan roda dua atau roda empat. Setelah tiba di lokasi masih harus berjalan kaki sejauh 1.5 km untuk bisa sampai ke puncak air terjun dengan view yang indah. Rasa lelah akan terbayar dengan keindahan dan sejuknya suasana...
Read more