HTML SitemapExplore

Benteng Heritage Museum — Attraction in Tangerang

Name
Benteng Heritage Museum
Description
The Benteng Heritage Museum is a heritage site and museum in Pasar Lama, the old market district in Tangerang, Banten, Indonesia. Located near the river Cisadane, it is the first Indonesian museum that highlights the history and heritage of ethnic Chinese in Indonesia.
Nearby attractions
Masjid Agung Al - Ittihad. Kota Tangerang
Jl. Kisamaun No.1, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111, Indonesia
Taman Dayung
RJHH+939, RT.002/RW.012, Gerendeng, Karawaci, Tangerang City, Banten 15113, Indonesia
Taman PRESTASI
RJHP+92M alun alun, Jl. Jend. Ahmad Yani, RT.002/RW.001, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111, Indonesia
Nearby restaurants
Ayam Bakar Taliwang AYU
Jl. Kisamaun No.72, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
Es Podeng
Jl. Kisamaun No.35, RT.001/RW.006, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
Roti Bakar 88 Pasar Lama
Jl. Kisamaun No.118, RT.003/RW.004, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
J.CO DAMYATI
RJCJ+V5R, Jl. A. Damyati, RT.001/RW.006, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
Saung Engkong
Jl. A. Damyati No.11, RT.006/RW.003, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
Bubur Ayam Ko Iyo
Jl. Kisamaun No.159, RT.003/RW.005, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
The Gade Coffee & Gold Tangerang
4, Jl. A. Damyati No.7, RT.4/RW.7, Sukarasa, Kec. Tangerang, Banten 15111, Indonesia
Kafe Rute 15
Jl. Kisamaun No.150, RT.003/RW.005, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
Depot Sami Asih Masakan Khas Jawa Timur
Jl. Oto Iskandardinata No.9, RT.001/RW.007, Gerendeng, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15113, Indonesia
Sandwich Attack
Jl. Taman Hiburan No.5, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
Nearby local services
Nearby hotels
Sans Hotel Pasar Lama Tangerang
RJCJ+X56 Pasar Lama, Jl. A. Damyati, Sukarasa, Tangerang, Tangerang City, Banten 15118, Indonesia
Hotel Mentari Pasar Lama
Jl. A. Damyati No.17, RT.005/RW.003, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111, Indonesia
Yellow Bee Hotel Tangerang
Daan Mogot Rd No.5, RT.004/RW.003, Sukarasa, Tangerang, Tangerang City, Banten 15111, Indonesia
CoffeeBunk
Jl. Oto Iskandardinata No.5, RT.001/RW.002, Gerendeng, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15113, Indonesia
RedDoorz near Stasiun Tangerang
Jl. AR. Hakim No.2a, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111, Indonesia
Related posts
Keywords
Benteng Heritage Museum tourism.Benteng Heritage Museum hotels.Benteng Heritage Museum bed and breakfast. flights to Benteng Heritage Museum.Benteng Heritage Museum attractions.Benteng Heritage Museum restaurants.Benteng Heritage Museum local services.Benteng Heritage Museum travel.Benteng Heritage Museum travel guide.Benteng Heritage Museum travel blog.Benteng Heritage Museum pictures.Benteng Heritage Museum photos.Benteng Heritage Museum travel tips.Benteng Heritage Museum maps.Benteng Heritage Museum things to do.
Benteng Heritage Museum things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Benteng Heritage Museum
IndonesiaBantenTangerangBenteng Heritage Museum

Basic Info

Benteng Heritage Museum

Cilame No.18&20, RT.001/RW.004, Pasar Lama, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, Indonesia
4.5(496)
Open until 5:00 PM
Save
spot

Ratings & Description

Info

The Benteng Heritage Museum is a heritage site and museum in Pasar Lama, the old market district in Tangerang, Banten, Indonesia. Located near the river Cisadane, it is the first Indonesian museum that highlights the history and heritage of ethnic Chinese in Indonesia.

Cultural
Family friendly
Accessibility
attractions: Masjid Agung Al - Ittihad. Kota Tangerang, Taman Dayung, Taman PRESTASI, restaurants: Ayam Bakar Taliwang AYU, Es Podeng, Roti Bakar 88 Pasar Lama, J.CO DAMYATI, Saung Engkong, Bubur Ayam Ko Iyo, The Gade Coffee & Gold Tangerang, Kafe Rute 15, Depot Sami Asih Masakan Khas Jawa Timur, Sandwich Attack, local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.
Phone
+62 21 55791139
Website
bentengheritage.com
Open hoursSee all hours
Sun10 AM - 5 PMOpen

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Tangerang
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Tangerang
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Tangerang
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Live events

Understanding Jakarta
Understanding Jakarta
Mon, Jan 19 • 8:00 AM
Menteng, Jakarta, 10350, Indonesia
View details
Jakarta Social and Political Walk
Jakarta Social and Political Walk
Sun, Jan 18 • 3:00 PM
Sawah Besar, Jakarta, 10710, Indonesia
View details
StaffAny Leaders Lounge - For F&B, Retail and Hospitality.
StaffAny Leaders Lounge - For F&B, Retail and Hospitality.
Tue, Jan 20 • 7:00 AM
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
View details

Nearby attractions of Benteng Heritage Museum

Masjid Agung Al - Ittihad. Kota Tangerang

Taman Dayung

Taman PRESTASI

Masjid Agung Al - Ittihad. Kota Tangerang

Masjid Agung Al - Ittihad. Kota Tangerang

4.7

(841)

Open until 12:00 AM
Click for details
Taman Dayung

Taman Dayung

4.5

(550)

Open until 12:00 AM
Click for details
Taman PRESTASI

Taman PRESTASI

4.5

(843)

Open 24 hours
Click for details

Nearby restaurants of Benteng Heritage Museum

Ayam Bakar Taliwang AYU

Es Podeng

Roti Bakar 88 Pasar Lama

J.CO DAMYATI

Saung Engkong

Bubur Ayam Ko Iyo

The Gade Coffee & Gold Tangerang

Kafe Rute 15

Depot Sami Asih Masakan Khas Jawa Timur

Sandwich Attack

Ayam Bakar Taliwang AYU

Ayam Bakar Taliwang AYU

3.4

(172)

Closed
Click for details
Es Podeng

Es Podeng

4.5

(52)

Open until 8:00 PM
Click for details
Roti Bakar 88 Pasar Lama

Roti Bakar 88 Pasar Lama

4.4

(1.3K)

Open until 11:00 PM
Click for details
J.CO DAMYATI

J.CO DAMYATI

3.9

(83)

Click for details
Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Posts

achmad yunusachmad yunus
Museum Benteng Haritage. Adalah Uadaya Halim, seorang pemerhati dan budayawan yang memprakarsai berdirinya museum Benteng Heritage Tangerang. Bangunan rumah khas berarsitektur Tionghoa ini tidak terawat dan kondisinya mengenaskan. Pada tahun 2009 di beli dan direstorasi menjadi sebuah bangunan yang menakjubkan. Bangunan yang sarat dengan nilai sejara tersebut diperkirakan dibangun kira-kira pada abad ke 17 M. setelah mngalami restorasi, museum Heritage di resmikan pada bulan Nopember tahun 2011. Memasuki ruangan tamu, kita disuguhi pernak pernik khas Tionghoa, seperti Naga, Lampion dan lainnya. Lantainya berwarna terakota menambah kesan kuno. Tembok bangunan museum Haritage terdiri dari tiga bahan yaitu pasir, kapur, batu bata merah yang dihaluskan, bahan untuk melekatkan antara bahan tersebut adalah air tebu, putih telur. Bangunan museum Benteng Haritage ini didominasi oleh kayu jati tanpa sambungan. Walaupun usianya sudah ratusan tahun, bangunan museum Haritage masih Nampak kokoh berdiri. Didalam museum Haritage, terdapat barang-barang koleksi dari pribadi bapak Udaya Halim dan masyarakat sekitar kota tangerang, para pemerhati budaya Tionghoa dan lainnya. hal lain yang tak boleh dilewatkan adalah terdapat artefak yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho beserta 300 kapal besar dan kecil yang terbuat dari kayu yang berlabuh di Teluk Nga pada tahun 1407. Rombongan tersebut sebagian dipimpin oleh oleh Chen Ci Lung yang diyakini sebagai nenek moyang penduduk Tionghoa Tangerang (Cina Beteng). Koleksi lainnya adalah pemutar lagu seperti fonograf Edison yang dibuat tahun 1890-an, kamera tua timbangan opium dari berbagai Negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia. Disampingnya juga terdapat alat penghisap opiumnya. Ada pula koleksi botol kecap yang legendaris yaitu Teng Giok Seng dan SH. Teng Giok Seng berdiri tahun 1882 dan saat ini dipegang oleh generasi keempat. SH simgkatan dari Siong Hen. Berdiri pada tahun 1912 dan saat ini dipegang generasi ketiga. Hebat sekali. Dan masih banyak lagi koleksi-koleksi yang ada di museum Benteng Haritage. Lokasi Museum Benteng Haritage adalah dikawasan pasar lama Tangerang Jalan Cilame No. 18&20, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118 Beberapa penghargaan yang didapat oleh museum Benteng Heritage adalah Cipta Awards, Kategori Wisata Budaya tahun 28 September 2012 Gold Winner FIABCI Prix d’exellence Heritage Awards tahun 6 Desember 2012 Silver Winner FIABCI Prix d’exellence Heritage Awards tahun 29 Mei 2013.
Inov FauziInov Fauzi
A heart-warming gem obscuredly located in the middle of a packed traditional market. It carries a lot of history and how one person has taken the initiative to establish the museum is commendable. As much as I would like to give a five-star rating, there's yet some improvement that can be made with the curation of the artefacts and their presentation. It would also be nice that visitors can be given the opportunity to view the exhibit in their own good time and pace as opposed to being guided and ushered. The average Indonesian may find Rp.30,000 a ticket too expensive, but for the experience and continued operation of the museum, I personally find it worthwhile. Hopefully, the founder can acquire the right section of the building as well, in addition to the existing centre and left side, so as to make the whole museum complete.
Hans JonathanHans Jonathan
Interesting museum tucked away in the Old Town just behind the popular temple, bought by the current owner to preserve this old building. The building is initially a "kongsi dagang" or trade company for Chinese descents living in this area in the old times. Not well maintained I must say, a bit run down. Similar in state to the bigger, similar museum in Medan. Glad we still have these people to care about historical roots and ancestors, otherwise it would have been lost. But it severely needs more efforts to be able to attract tourists. The 1st floor also can be rented for a few hours for special events.
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Tangerang

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Museum Benteng Haritage. Adalah Uadaya Halim, seorang pemerhati dan budayawan yang memprakarsai berdirinya museum Benteng Heritage Tangerang. Bangunan rumah khas berarsitektur Tionghoa ini tidak terawat dan kondisinya mengenaskan. Pada tahun 2009 di beli dan direstorasi menjadi sebuah bangunan yang menakjubkan. Bangunan yang sarat dengan nilai sejara tersebut diperkirakan dibangun kira-kira pada abad ke 17 M. setelah mngalami restorasi, museum Heritage di resmikan pada bulan Nopember tahun 2011. Memasuki ruangan tamu, kita disuguhi pernak pernik khas Tionghoa, seperti Naga, Lampion dan lainnya. Lantainya berwarna terakota menambah kesan kuno. Tembok bangunan museum Haritage terdiri dari tiga bahan yaitu pasir, kapur, batu bata merah yang dihaluskan, bahan untuk melekatkan antara bahan tersebut adalah air tebu, putih telur. Bangunan museum Benteng Haritage ini didominasi oleh kayu jati tanpa sambungan. Walaupun usianya sudah ratusan tahun, bangunan museum Haritage masih Nampak kokoh berdiri. Didalam museum Haritage, terdapat barang-barang koleksi dari pribadi bapak Udaya Halim dan masyarakat sekitar kota tangerang, para pemerhati budaya Tionghoa dan lainnya. hal lain yang tak boleh dilewatkan adalah terdapat artefak yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho beserta 300 kapal besar dan kecil yang terbuat dari kayu yang berlabuh di Teluk Nga pada tahun 1407. Rombongan tersebut sebagian dipimpin oleh oleh Chen Ci Lung yang diyakini sebagai nenek moyang penduduk Tionghoa Tangerang (Cina Beteng). Koleksi lainnya adalah pemutar lagu seperti fonograf Edison yang dibuat tahun 1890-an, kamera tua timbangan opium dari berbagai Negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia. Disampingnya juga terdapat alat penghisap opiumnya. Ada pula koleksi botol kecap yang legendaris yaitu Teng Giok Seng dan SH. Teng Giok Seng berdiri tahun 1882 dan saat ini dipegang oleh generasi keempat. SH simgkatan dari Siong Hen. Berdiri pada tahun 1912 dan saat ini dipegang generasi ketiga. Hebat sekali. Dan masih banyak lagi koleksi-koleksi yang ada di museum Benteng Haritage. Lokasi Museum Benteng Haritage adalah dikawasan pasar lama Tangerang Jalan Cilame No. 18&20, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118 Beberapa penghargaan yang didapat oleh museum Benteng Heritage adalah Cipta Awards, Kategori Wisata Budaya tahun 28 September 2012 Gold Winner FIABCI Prix d’exellence Heritage Awards tahun 6 Desember 2012 Silver Winner FIABCI Prix d’exellence Heritage Awards tahun 29 Mei 2013.
achmad yunus

achmad yunus

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Tangerang

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
A heart-warming gem obscuredly located in the middle of a packed traditional market. It carries a lot of history and how one person has taken the initiative to establish the museum is commendable. As much as I would like to give a five-star rating, there's yet some improvement that can be made with the curation of the artefacts and their presentation. It would also be nice that visitors can be given the opportunity to view the exhibit in their own good time and pace as opposed to being guided and ushered. The average Indonesian may find Rp.30,000 a ticket too expensive, but for the experience and continued operation of the museum, I personally find it worthwhile. Hopefully, the founder can acquire the right section of the building as well, in addition to the existing centre and left side, so as to make the whole museum complete.
Inov Fauzi

Inov Fauzi

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Tangerang

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Interesting museum tucked away in the Old Town just behind the popular temple, bought by the current owner to preserve this old building. The building is initially a "kongsi dagang" or trade company for Chinese descents living in this area in the old times. Not well maintained I must say, a bit run down. Similar in state to the bigger, similar museum in Medan. Glad we still have these people to care about historical roots and ancestors, otherwise it would have been lost. But it severely needs more efforts to be able to attract tourists. The 1st floor also can be rented for a few hours for special events.
Hans Jonathan

Hans Jonathan

See more posts
See more posts

Reviews of Benteng Heritage Museum

4.5
(496)
avatar
5.0
4y

Museum ini didirikan 3 tahun yang lalu dengan mengambil momentum 11-11-11. Jadi, masih balita, di bawah lima tahun. Walau begitu pengelolaan cukup bagus dalam artian disediakan pemandu yang siap tanya jawab dengan Anda walau sendiri berkunjung. Tiket masuk untuk dewasa per orang Rp 20 ribu. Sayangnya, Anda dilarang mengambil gambar. Untuk kerja liputan, Anda diharuskan menghubungi pengelola lebih dahulu.

Museum Benteng Heritage  merupakan hasil restorasi sebuah bangunan tua, berlantai dua,  berarsitektur tradisional Tionghoa yang diduga dibangun pada sekitar abad ke-17 dan merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Tangerang. Letak museum di tengah hiruk-pikuk perkampungan, berdekatan dengan Klenteng Boen Tek Bio di Jl Cilame, Pasar Lama, pasar tradisional yang masih aktif. Karena itu tidak perlu heran bila harum dupa sembahyang dan bau amis pasar tradisional cukup kentara ketika berjalan menuju museum ini. Untuk mencapai museum ini pun dipermudah. Dari Bandara internasional Sukarno-Hatta, berkendara sekitar 1 jam. Dari stasiun KRL Kota Tangerang, bisa jalan kaki sekitar 15 menit.

Dengan memasuki museum ini, Anda akan menemukan banyak kisah tentang bagaimana Kota Tangerang dibangun, asal-usul Cina di Tangerang, berbagai artefak  dan tentu saja suka-duka etnis Tionghoa Tangerang yang lebih dikenal dengan sebutan Cina Benteng. Benteng memang nama lain dari Kota Tangerang yang dibangun Kolonial Belanda pada 1684 untuk mencegah serangan dari Kasultanan Banten. Benteng pertahanan yang didirikan di pinggir Sungai Cisadane  itu selain dijaga serdadu Belanda dari Eropa juga serdadu Belanda dari Makasar. Karena itu di sekitar lokasi bekas benteng dibangun terdapat juga nama Jalan Benteng Makasar.

“Sisa bangunan bentengnya masih bisa ditemukan di Batuceper,”kata Suci, pemandu museum ini.

“Ya.” Aku mengangguk saja dan terus diajak ke lantai dua dengan melepas sepatu lebih dahulu.

“Bangunan lantai dua terbuat dari kayu semua,” kata Suci sebagai alasan agar pengunjung melepas sepatu.

Di lantai dua inilah tempat berbagai pernak-pernik benda museum  tersedia seperti sempoa, alat-alat timbangan jualan di pasar dan yang unik:  timbangan untuk jualan candu yang terbuat dari bambu.

“Dahulu pabrik pengolahan candu ada di Salemba,” kata Suci menjelaskan.

Di lantai dua museum ini, Anda juga bisa menyaksikan video Tradisi Perkawinan Cina Benteng yang unik. Tradisi perkawinan Cina Benteng merupakan tradisi perkawinan Dinasti Manchu yang makin langka di dunia. “Udhik-udhik” atau melemparkan uang recehan dalam perkawinan ini mengingatkanku pada ritual perkawinan Jawa juga. Dari sumber lain, orang-orang Cina Benteng adalah keturunan dari orang Manchu.

Selain benda-benda museum, Anda bisa juga membeli produk kuliner khas Cina Benteng untuk dibawa pulang. Misalnya kecap yang memang awalnya diproduksi orang-orang Cina. Berbagai jenis botol kecap dari masa ke masa disimpan dengan rapi. Tersedia juga, buku-buku dari berbagai penerbit  yang bisa menambah wawasan kita mengenai Tionghoa Indonesia.

Tangerang, yang awalnya sebagai kota Pecinan,  sekarang dijuluki sebagai kota seribu  industri dan  hampir selalu diidentikkan dengan pabrik-pabrik dan pergerakan kaum buruh menuntut keadilan. Investasi modal nasional dan asing deras masuk. Kondisi ini tentu saja diikuti lalu lalang manusia dari seluruh dunia.

Berbagai pusat bisnis dan perkantoran didirikan. Tangerang pun dipecah menjadi tiga administrasi: Kota  Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Karena itu keberadaan museum Benteng menjadi penting: tak hanya sebagai tanda kehadiran orang-orang Tionghoa di masa yang lalu bersamaan dengan ekspedisi Laksamana Cheng Ho di abad ke-15 atau diangkut Belanda untuk menjadi bagian dari sistem kolonial tetapi juga  secara ekonomi maupun kebudayaan atau sekadar oase untuk lari dari kota yang tak mengenal siang...

   Read more
avatar
5.0
7y

Museum Benteng Haritage. Adalah Uadaya Halim, seorang pemerhati dan budayawan yang memprakarsai berdirinya museum Benteng Heritage Tangerang. Bangunan rumah khas berarsitektur Tionghoa ini tidak terawat dan kondisinya mengenaskan. Pada tahun 2009 di beli dan direstorasi menjadi sebuah bangunan yang menakjubkan. Bangunan yang sarat dengan nilai sejara tersebut diperkirakan dibangun kira-kira pada abad ke 17 M. setelah mngalami restorasi, museum Heritage di resmikan pada bulan Nopember tahun 2011. Memasuki ruangan tamu, kita disuguhi pernak pernik khas Tionghoa, seperti Naga, Lampion dan lainnya. Lantainya berwarna terakota menambah kesan kuno. Tembok bangunan museum Haritage terdiri dari tiga bahan yaitu pasir, kapur, batu bata merah yang dihaluskan, bahan untuk melekatkan antara bahan tersebut adalah air tebu, putih telur. Bangunan museum Benteng Haritage ini didominasi oleh kayu jati tanpa sambungan. Walaupun usianya sudah ratusan tahun, bangunan museum Haritage masih Nampak kokoh berdiri. Didalam museum Haritage, terdapat barang-barang koleksi dari pribadi bapak Udaya Halim dan masyarakat sekitar kota tangerang, para pemerhati budaya Tionghoa dan lainnya. hal lain yang tak boleh dilewatkan adalah terdapat artefak yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho beserta 300 kapal besar dan kecil yang terbuat dari kayu yang berlabuh di Teluk Nga pada tahun 1407. Rombongan tersebut sebagian dipimpin oleh oleh Chen Ci Lung yang diyakini sebagai nenek moyang penduduk Tionghoa Tangerang (Cina Beteng). Koleksi lainnya adalah pemutar lagu seperti fonograf Edison yang dibuat tahun 1890-an, kamera tua timbangan opium dari berbagai Negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia. Disampingnya juga terdapat alat penghisap opiumnya. Ada pula koleksi botol kecap yang legendaris yaitu Teng Giok Seng dan SH. Teng Giok Seng berdiri tahun 1882 dan saat ini dipegang oleh generasi keempat. SH simgkatan dari Siong Hen. Berdiri pada tahun 1912 dan saat ini dipegang generasi ketiga. Hebat sekali. Dan masih banyak lagi koleksi-koleksi yang ada di museum Benteng Haritage. Lokasi Museum Benteng Haritage adalah dikawasan pasar lama Tangerang Jalan Cilame No. 18&20, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118 Beberapa penghargaan yang didapat oleh museum Benteng Heritage adalah Cipta Awards, Kategori Wisata Budaya tahun 28 September 2012 Gold Winner FIABCI Prix d’exellence Heritage Awards tahun 6 Desember 2012 Silver Winner FIABCI Prix d’exellence Heritage Awards tahun...

   Read more
avatar
4.0
4y

A heart-warming gem obscuredly located in the middle of a packed traditional market. It carries a lot of history and how one person has taken the initiative to establish the museum is commendable. As much as I would like to give a five-star rating, there's yet some improvement that can be made with the curation of the artefacts and their presentation. It would also be nice that visitors can be given the opportunity to view the exhibit in their own good time and pace as opposed to being guided and ushered. The average Indonesian may find Rp.30,000 a ticket too expensive, but for the experience and continued operation of the museum, I personally find it worthwhile. Hopefully, the founder can acquire the right section of the building as well, in addition to the existing centre and left side, so as to make the whole...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next