Plangon merupakan salah satu objek wisata purbakala. Disebelah utara Keramat Plangon dibatasi oleh kebun dan sawah, disebelah timur dibatasi oleh Sungai Cipager, disebelah selatan dibatasi oleh sawah, dan disebelah barat dibatasi oleh jalan raya. Luas Keramat Plangon yaitu sekitar 48 hektar.
Di Keramat Plangon terdapat dua makam yaitu makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Plangon terletak di sebelah selatan pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon, tepatnya di wilayah Sumber.
Plangon terbentuk pada abad ke- 14 ketika Pangeran Panjunan dan adiknya, Pangeran Kejaksan, datang ke Giri Toba beserta pasukannya yang berjumlah sekitar 60 orang. Sebelum memasuki Giri Toba, Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan terlebih dahulu memantau daerah disekitarnya dan memerintahkan pasukannya untuk membuat tempat peristirahatan, tempat peristirahatan ini kemudian dikenal dengan nama Plangon.
Untuk membuat alat-alat pertanian seperti perkakas golok, gergaji, parang, cangkul, bajlong, bodem, linggis, serta perkakas lainnya, Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan mendirikan tempat pandai besi. Tempat Pandai Besi ini kemudian diberi nama Pande Domas yang berlokasi disebelah barat jembatan gantung yang melintas menuju daerah Wanantara.
Sebagai kenang-kenangan atas keberadaan mereka ketika bermukim, Pangeran Panjunan menanam tujuh buah pohon beringin di Pande Domas. ketujuh beringin itu oleh masyarakat babakan dikenal dengan nama Beringin Pitu.
Objek Wisata Keramat Plangon biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada tanggal 2 Syawal, 11 Dzulhijjah dan 27 Rajab. Pada tanggal 2 Syawal dan 27 Rajab pengunjung akan datang lebih ramai karena ditanggal tersebut adalah tanggal wafatnya Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Pengunjung yang datang pada tanggal tersebut bisanya melakukan ziarah dan doa bersama.
Di Keramat Plangon juga terdapat sekitar ratusan monyet. Menurut kabar yang beredar monyet-monyet tersebut merupakan jelmaan dari orang yang mencari Pesugihan dari Siluman Monyet.
Bagi sebagian orang yang percaya dikatakan bahwa monyet tersebut adalah abadi. Monyet-monyet tersebut tidak akan mati karena terkena kutukan akibat pesugihan yang telah dilakukannya sehingga ini merupakan azab yang terus ditanggungnya hingga...
Read moreThis is quite a hidden gem tourist attraction (free entry!) in Cirebon area.
There are lots of kiosks in the area, and they're not overpricing the meals and beverages at all like in many other tourist spots. The monkeys are very friendly amd playful, unlike those rascals in Ubud, Bali. They're quite respectful to humans and wouldn't go anywhere near people to steal stuff or harass. They'll come near if you feed them though. There are lots of steps so prepare your stamina and/or bring necessary equipment. The place is breezy since it's inside a forest, but sadly it's quite dirty...
Read moreWisata kera plangon adalah salah satu tempat wisata yaang berlokasi di desa Babakan kecamatan sumber kab.cirebon...tempat ini bisa di bilang hutan lindung yg di kelola oleh pemda dan keraton kesepuhan cirebon yang di dalamnya ini terdapat makam pangeran dr ketrurunan raja yang di makamkan di bungkit plangon ini... Yang memiliki sejarah asal usul dan perkembangan islam di kota cirebon ini... Selain itu juga terdapat binatang kera yang menempati hutan lindung ini...dan ini juga bisa di jadikan sebagai tempat berbagi memberi makanan kepada monyet liar dengan cara langsung menggunakan tangan kita sendiri sebagai media yg mmberikan makanan ke monyet...namun tetap harus hati2 karena monyet di sini adalah monyet liar dan tidak jarang juga mereka(monyet) menunjukan sikap agresif bahkan mengancam dan bisa membahayakan orang kalau mereka merasa terusik/terganggu oleh kita... Tempat ini bisa di jadikan sebagai dedtinasi wisata kecil nyaman dan untuk merasakan kesejukan udara nya karena masih terdapat pohon2 yg sangat besar dan sangat banyak...
Semoga...
Read more