HTML SitemapExplore

Gunung Kembang — Local services in Central Java

Name
Gunung Kembang
Description
Nearby attractions
Nearby restaurants
Nearby local services
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Gunung Kembang tourism.Gunung Kembang hotels.Gunung Kembang bed and breakfast. flights to Gunung Kembang.Gunung Kembang attractions.Gunung Kembang restaurants.Gunung Kembang local services.Gunung Kembang travel.Gunung Kembang travel guide.Gunung Kembang travel blog.Gunung Kembang pictures.Gunung Kembang photos.Gunung Kembang travel tips.Gunung Kembang maps.Gunung Kembang things to do.
Gunung Kembang things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Gunung Kembang
IndonesiaCentral JavaGunung Kembang

Basic Info

Gunung Kembang

Area Gn., Damarkasiyan, Kertek, Wonosobo Regency, Central Java, Indonesia
4.4(229)
Save
spot

Ratings & Description

Info

Outdoor
Adventure
Scenic
Off the beaten path
attractions: , restaurants: , local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Central Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

Ā© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Gunung Kembang

4.4
(229)
avatar
5.0
5y

(7-8.02.20) kamis sore, sampai basecamp kami disuguhkan beberapa hal menarik dari peraturan pendaki sampai bertemu penduduk asli setempat yang ramah. sebelum naik, seluruh isi tas dikeluarkan dan di cek satu persatu, petugas menandai sesuai jenis barang bawaan, dari bahan masakan sampai bungkus permen semua ga luput buat dicek, termasuk jumlah pakaian yg dibawa itu juga ditanyain. Disini botol minum kemasan dilarang dibawa, mereka menyediakan jirigen berisi 5 liter. Jadi persediaan air bersih bisa dibawa pake itu, gaes. saran saya tetap bawa tumblr, biar simple buat minum saat perjalanan. biaya retribusi per orang 25k, dengan fasilitas yang ada (kamar mandi, mushola dan dapur umum) itu masih kurang ya, semoga kedepan bisa diperbarui agar pendaki lebih nyaman.

kami naik, sekitar pukul 4 sore. fyi, selain ngasih arahan mendaki penjaga juga ngasih peringatan kalau seandainya ketemu sama babi hutan, apa yang harus dilakukan dsb. intinya, tetap tenang. lalu kami memutuskan melewati jalur mayoritas hehe yaitu kebun teh (bisa lihat difoto) sejauh mata memandang, hanya ada kebun teh yg memanjakan mata. akhirnya, setelah melewati beberapa pos dengan diterjang hujan (btw pos sabana dan tanjakan mesra paling menantang) kami sampai puncak sekitar pukul 22.30 WIB, diatas kami disambut beberapa ekor babi hutan, beberapa tenda pendaki yg telah sampai lebih dulu sempat dihantam, kasian. suhu waktu itu mungkin sekitar 17-19 derajat, dengan posisi akan mendirikan tenda sembari waspada seandainya babi hutan lari mendekat. Tenda beres, kami bersama tetangga tenda pendaki lain bergantian tidur, sungguh pengalaman tak terlupakan. tidur dalam kondisi awas, mana tenang!

Pagi pun tiba, keluar tenda untuk view sunrise jelas ga boleh dilewatkan. Kebetulan saat itu sangat sepi pendaki, jumlah tenda cuma ada enam, jadi banyak spot foto tanpa gangguan orang orang. Dalam puncak gunung kembang, dari yg terdekat mata bisa melihat jelas penampakan Gunung Sindoro, Sumbing, sama Merapi (bisa lihat difoto) tak lupa hamparan sabana nya, hingga penampakan kota dibawah.

pukul 11.00 kami turun, dan berpapasan sama beberapa rombongan pendaki. tiba di basecamp, setelah istirahat dan makan, petugas kembali mengecek sampah bawaan kami (sesuai gak tuh sama pengecekan awal)

terakhir, barangkali track yg ada cocok untuk pendakian pemula seperti saya, beberapa hal mistis ga bisa dipungkiri (kesaksian teman saya) dan keberadaan babi hutan pastinya, jadi dengerin arahan petugas, tetap tenang dan ga usah neko neko, pastikan niatmu bersih dan fisikmu siap untuk melihat keindahan alam tanah...

Ā Ā Ā Read more
avatar
5.0
32w

Mendaki tektok via Blembem, start kira2 jam 6.30 di akhir bulan Juni 2025, musim peralihan hujan ke kemarau, dari basecamp sampe jalur pendakian kita lewat kebun teh yang bagus banget, dingin dan berkabut. Dari basecamp ke titik pendakian bisa pakai truk (minimal 5 orang) sekali angkut, ini udah masuk dalam biaya yang dibayar di muka (tiket dll 75k/ org). Tapi nanti beres pendakian ngga ada truk ya, harus janjian dulu dan bayar lagi, bisa juga jalan kaki santai lewat jalur bebatuan kebun teh (ini bikin kaki lebih sakit sih asli šŸ˜…). Di sini kita ketemu rombongan bapak ibu petani teh. Jalurnya lumayan menantang, banyak banyak banyak menanjak sedikit bonus landainya. Vegetasi lumayan bermacam, ada area pohon teh, pohon pisang (ini artinya masih deket perkampungan), area palem, area pinus, dan ilalang. Ada kantung semar dan beberapa budidaya anggrek hutan (karena kita liat yang di sekitar jalur pendakin emang ada tali rafianya, jadi bukan tumbuh liar ya). Basecamp nyediain sewa jas ujan, bayar 10k, kalo ngga dipakai bisa dikembalikan, uang juga kembali. Ada perhitungan sampah yang di bawa ke atas dan ke bawah. Pastikan ngga ada sampah ketinggalan di atas ya, dendanya lumayan 😁 Gn Kembang terkenal sebagai gunung paling bersih ya.. dan emang beneran bersih. Di atas ada kaldera/ kawah mati, ukurannya lumayan luas, cerukan dengan tanah flat di dalamnya, kayak lapangan bola. Pas kesana kabut lagi tebel2nya, Gn Sindoro di sebelah ngga keliatan sama sekali. Suasana redup, syahdu melow2, dari naik sampe turun kabut tebel banget. Harus diulangi lagi sampe gunung sebelah...

Ā Ā Ā Read more
avatar
5.0
7y

Tidak terlalu tinggi, namun memerlukan waktu 4-5 jam untuk mendakinya. Istimewa dengan lengkungan " Bimo Pengkok"

Ada 2 jalur untuk mendaki Gunung Kembang, beberapa kali naik gunung ini, saya memilih naik lewat Desa Lengkong, Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Desa Lengkong sendiri bisa di capai melalui jalur lingkar selatan yang dekat dengan terminal Mendolo, bisa juga melalui Andongsili dekat dengan Pemandian Kalianget. Desa Lengkong sudah sangat dikenal karena di desa inilah terdapat tempat take off Paralayang Wonosobo.

Jalur pendakian cukup menantang, masih sempit, kadang tertutup rumput karena jarang dilewati. Dari dulu Gunung Kembang lebih dikenal sebagai tempat untuk berziarah daripada untuk kegiatan pendakian.

Lebih baik untuk melakukan pendakian pagi atau siang hari, sehingga sebelum matahari tenggelam sudah berada di puncak, di dalam tenda yang nyaman. Meski kebakaran hebat beberapa tahun lalu, membuat jalur melalui Desa Lengkong ini menjadi sangat terbuka, namun pendakian malam hari tanpa bersama pemandu, tetaplah tidak dianjurkan. Ada beberapa jalur yang nyaris tertutup, jika tidak jeli membaca petunjuk. Ternyata salah pencet..... Lokasi ini bukan gunung kembang yang saya maksud. Gunung kembang yg anaknya Sindoro bukan dilokasi ini. Dilokasi Gunung...

Ā Ā Ā Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

afif az-zahroafif az-zahro
(7-8.02.20) kamis sore, sampai basecamp kami disuguhkan beberapa hal menarik dari peraturan pendaki sampai bertemu penduduk asli setempat yang ramah. sebelum naik, seluruh isi tas dikeluarkan dan di cek satu persatu, petugas menandai sesuai jenis barang bawaan, dari bahan masakan sampai bungkus permen semua ga luput buat dicek, termasuk jumlah pakaian yg dibawa itu juga ditanyain. Disini botol minum kemasan dilarang dibawa, mereka menyediakan jirigen berisi 5 liter. Jadi persediaan air bersih bisa dibawa pake itu, gaes. saran saya tetap bawa tumblr, biar simple buat minum saat perjalanan. biaya retribusi per orang 25k, dengan fasilitas yang ada (kamar mandi, mushola dan dapur umum) itu masih kurang ya, semoga kedepan bisa diperbarui agar pendaki lebih nyaman. kami naik, sekitar pukul 4 sore. fyi, selain ngasih arahan mendaki penjaga juga ngasih peringatan kalau seandainya ketemu sama babi hutan, apa yang harus dilakukan dsb. intinya, tetap tenang. lalu kami memutuskan melewati jalur mayoritas hehe yaitu kebun teh (bisa lihat difoto) sejauh mata memandang, hanya ada kebun teh yg memanjakan mata. akhirnya, setelah melewati beberapa pos dengan diterjang hujan (btw pos sabana dan tanjakan mesra paling menantang) kami sampai puncak sekitar pukul 22.30 WIB, diatas kami disambut beberapa ekor babi hutan, beberapa tenda pendaki yg telah sampai lebih dulu sempat dihantam, kasian. suhu waktu itu mungkin sekitar 17-19 derajat, dengan posisi akan mendirikan tenda sembari waspada seandainya babi hutan lari mendekat. Tenda beres, kami bersama tetangga tenda pendaki lain bergantian tidur, sungguh pengalaman tak terlupakan. tidur dalam kondisi awas, mana tenang! Pagi pun tiba, keluar tenda untuk view sunrise jelas ga boleh dilewatkan. Kebetulan saat itu sangat sepi pendaki, jumlah tenda cuma ada enam, jadi banyak spot foto tanpa gangguan orang orang. Dalam puncak gunung kembang, dari yg terdekat mata bisa melihat jelas penampakan Gunung Sindoro, Sumbing, sama Merapi (bisa lihat difoto) tak lupa hamparan sabana nya, hingga penampakan kota dibawah. pukul 11.00 kami turun, dan berpapasan sama beberapa rombongan pendaki. tiba di basecamp, setelah istirahat dan makan, petugas kembali mengecek sampah bawaan kami (sesuai gak tuh sama pengecekan awal) terakhir, barangkali track yg ada cocok untuk pendakian pemula seperti saya, beberapa hal mistis ga bisa dipungkiri (kesaksian teman saya) dan keberadaan babi hutan pastinya, jadi dengerin arahan petugas, tetap tenang dan ga usah neko neko, pastikan niatmu bersih dan fisikmu siap untuk melihat keindahan alam tanah gunung kembang šŸ’Æ
Your browser does not support the video tag.
Bagus Fatkhurrozi (Bagus)Bagus Fatkhurrozi (Bagus)
Belum sempat mendaki ke atas, cukup mengagumi dulu dari bawah
Astri SetyoAstri Setyo
Mendaki tektok via Blembem, start kira2 jam 6.30 di akhir bulan Juni 2025, musim peralihan hujan ke kemarau, dari basecamp sampe jalur pendakian kita lewat kebun teh yang bagus banget, dingin dan berkabut. Dari basecamp ke titik pendakian bisa pakai truk (minimal 5 orang) sekali angkut, ini udah masuk dalam biaya yang dibayar di muka (tiket dll 75k/ org). Tapi nanti beres pendakian ngga ada truk ya, harus janjian dulu dan bayar lagi, bisa juga jalan kaki santai lewat jalur bebatuan kebun teh (ini bikin kaki lebih sakit sih asli šŸ˜…). Di sini kita ketemu rombongan bapak ibu petani teh. Jalurnya lumayan menantang, banyak banyak banyak menanjak sedikit bonus landainya. Vegetasi lumayan bermacam, ada area pohon teh, pohon pisang (ini artinya masih deket perkampungan), area palem, area pinus, dan ilalang. Ada kantung semar dan beberapa budidaya anggrek hutan (karena kita liat yang di sekitar jalur pendakin emang ada tali rafianya, jadi bukan tumbuh liar ya). Basecamp nyediain sewa jas ujan, bayar 10k, kalo ngga dipakai bisa dikembalikan, uang juga kembali. Ada perhitungan sampah yang di bawa ke atas dan ke bawah. Pastikan ngga ada sampah ketinggalan di atas ya, dendanya lumayan 😁 Gn Kembang terkenal sebagai gunung paling bersih ya.. dan emang beneran bersih. Di atas ada kaldera/ kawah mati, ukurannya lumayan luas, cerukan dengan tanah flat di dalamnya, kayak lapangan bola. Pas kesana kabut lagi tebel2nya, Gn Sindoro di sebelah ngga keliatan sama sekali. Suasana redup, syahdu melow2, dari naik sampe turun kabut tebel banget. Harus diulangi lagi sampe gunung sebelah keliatan gagahnya 😁
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

(7-8.02.20) kamis sore, sampai basecamp kami disuguhkan beberapa hal menarik dari peraturan pendaki sampai bertemu penduduk asli setempat yang ramah. sebelum naik, seluruh isi tas dikeluarkan dan di cek satu persatu, petugas menandai sesuai jenis barang bawaan, dari bahan masakan sampai bungkus permen semua ga luput buat dicek, termasuk jumlah pakaian yg dibawa itu juga ditanyain. Disini botol minum kemasan dilarang dibawa, mereka menyediakan jirigen berisi 5 liter. Jadi persediaan air bersih bisa dibawa pake itu, gaes. saran saya tetap bawa tumblr, biar simple buat minum saat perjalanan. biaya retribusi per orang 25k, dengan fasilitas yang ada (kamar mandi, mushola dan dapur umum) itu masih kurang ya, semoga kedepan bisa diperbarui agar pendaki lebih nyaman. kami naik, sekitar pukul 4 sore. fyi, selain ngasih arahan mendaki penjaga juga ngasih peringatan kalau seandainya ketemu sama babi hutan, apa yang harus dilakukan dsb. intinya, tetap tenang. lalu kami memutuskan melewati jalur mayoritas hehe yaitu kebun teh (bisa lihat difoto) sejauh mata memandang, hanya ada kebun teh yg memanjakan mata. akhirnya, setelah melewati beberapa pos dengan diterjang hujan (btw pos sabana dan tanjakan mesra paling menantang) kami sampai puncak sekitar pukul 22.30 WIB, diatas kami disambut beberapa ekor babi hutan, beberapa tenda pendaki yg telah sampai lebih dulu sempat dihantam, kasian. suhu waktu itu mungkin sekitar 17-19 derajat, dengan posisi akan mendirikan tenda sembari waspada seandainya babi hutan lari mendekat. Tenda beres, kami bersama tetangga tenda pendaki lain bergantian tidur, sungguh pengalaman tak terlupakan. tidur dalam kondisi awas, mana tenang! Pagi pun tiba, keluar tenda untuk view sunrise jelas ga boleh dilewatkan. Kebetulan saat itu sangat sepi pendaki, jumlah tenda cuma ada enam, jadi banyak spot foto tanpa gangguan orang orang. Dalam puncak gunung kembang, dari yg terdekat mata bisa melihat jelas penampakan Gunung Sindoro, Sumbing, sama Merapi (bisa lihat difoto) tak lupa hamparan sabana nya, hingga penampakan kota dibawah. pukul 11.00 kami turun, dan berpapasan sama beberapa rombongan pendaki. tiba di basecamp, setelah istirahat dan makan, petugas kembali mengecek sampah bawaan kami (sesuai gak tuh sama pengecekan awal) terakhir, barangkali track yg ada cocok untuk pendakian pemula seperti saya, beberapa hal mistis ga bisa dipungkiri (kesaksian teman saya) dan keberadaan babi hutan pastinya, jadi dengerin arahan petugas, tetap tenang dan ga usah neko neko, pastikan niatmu bersih dan fisikmu siap untuk melihat keindahan alam tanah gunung kembang šŸ’Æ
afif az-zahro

afif az-zahro

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Belum sempat mendaki ke atas, cukup mengagumi dulu dari bawah
Bagus Fatkhurrozi (Bagus)

Bagus Fatkhurrozi (Bagus)

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Central Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Mendaki tektok via Blembem, start kira2 jam 6.30 di akhir bulan Juni 2025, musim peralihan hujan ke kemarau, dari basecamp sampe jalur pendakian kita lewat kebun teh yang bagus banget, dingin dan berkabut. Dari basecamp ke titik pendakian bisa pakai truk (minimal 5 orang) sekali angkut, ini udah masuk dalam biaya yang dibayar di muka (tiket dll 75k/ org). Tapi nanti beres pendakian ngga ada truk ya, harus janjian dulu dan bayar lagi, bisa juga jalan kaki santai lewat jalur bebatuan kebun teh (ini bikin kaki lebih sakit sih asli šŸ˜…). Di sini kita ketemu rombongan bapak ibu petani teh. Jalurnya lumayan menantang, banyak banyak banyak menanjak sedikit bonus landainya. Vegetasi lumayan bermacam, ada area pohon teh, pohon pisang (ini artinya masih deket perkampungan), area palem, area pinus, dan ilalang. Ada kantung semar dan beberapa budidaya anggrek hutan (karena kita liat yang di sekitar jalur pendakin emang ada tali rafianya, jadi bukan tumbuh liar ya). Basecamp nyediain sewa jas ujan, bayar 10k, kalo ngga dipakai bisa dikembalikan, uang juga kembali. Ada perhitungan sampah yang di bawa ke atas dan ke bawah. Pastikan ngga ada sampah ketinggalan di atas ya, dendanya lumayan 😁 Gn Kembang terkenal sebagai gunung paling bersih ya.. dan emang beneran bersih. Di atas ada kaldera/ kawah mati, ukurannya lumayan luas, cerukan dengan tanah flat di dalamnya, kayak lapangan bola. Pas kesana kabut lagi tebel2nya, Gn Sindoro di sebelah ngga keliatan sama sekali. Suasana redup, syahdu melow2, dari naik sampe turun kabut tebel banget. Harus diulangi lagi sampe gunung sebelah keliatan gagahnya 😁
Astri Setyo

Astri Setyo

See more posts
See more posts