(7-8.02.20) kamis sore, sampai basecamp kami disuguhkan beberapa hal menarik dari peraturan pendaki sampai bertemu penduduk asli setempat yang ramah. sebelum naik, seluruh isi tas dikeluarkan dan di cek satu persatu, petugas menandai sesuai jenis barang bawaan, dari bahan masakan sampai bungkus permen semua ga luput buat dicek, termasuk jumlah pakaian yg dibawa itu juga ditanyain. Disini botol minum kemasan dilarang dibawa, mereka menyediakan jirigen berisi 5 liter. Jadi persediaan air bersih bisa dibawa pake itu, gaes. saran saya tetap bawa tumblr, biar simple buat minum saat perjalanan. biaya retribusi per orang 25k, dengan fasilitas yang ada (kamar mandi, mushola dan dapur umum) itu masih kurang ya, semoga kedepan bisa diperbarui agar pendaki lebih nyaman.
kami naik, sekitar pukul 4 sore. fyi, selain ngasih arahan mendaki penjaga juga ngasih peringatan kalau seandainya ketemu sama babi hutan, apa yang harus dilakukan dsb. intinya, tetap tenang. lalu kami memutuskan melewati jalur mayoritas hehe yaitu kebun teh (bisa lihat difoto) sejauh mata memandang, hanya ada kebun teh yg memanjakan mata. akhirnya, setelah melewati beberapa pos dengan diterjang hujan (btw pos sabana dan tanjakan mesra paling menantang) kami sampai puncak sekitar pukul 22.30 WIB, diatas kami disambut beberapa ekor babi hutan, beberapa tenda pendaki yg telah sampai lebih dulu sempat dihantam, kasian. suhu waktu itu mungkin sekitar 17-19 derajat, dengan posisi akan mendirikan tenda sembari waspada seandainya babi hutan lari mendekat. Tenda beres, kami bersama tetangga tenda pendaki lain bergantian tidur, sungguh pengalaman tak terlupakan. tidur dalam kondisi awas, mana tenang!
Pagi pun tiba, keluar tenda untuk view sunrise jelas ga boleh dilewatkan. Kebetulan saat itu sangat sepi pendaki, jumlah tenda cuma ada enam, jadi banyak spot foto tanpa gangguan orang orang. Dalam puncak gunung kembang, dari yg terdekat mata bisa melihat jelas penampakan Gunung Sindoro, Sumbing, sama Merapi (bisa lihat difoto) tak lupa hamparan sabana nya, hingga penampakan kota dibawah.
pukul 11.00 kami turun, dan berpapasan sama beberapa rombongan pendaki. tiba di basecamp, setelah istirahat dan makan, petugas kembali mengecek sampah bawaan kami (sesuai gak tuh sama pengecekan awal)
terakhir, barangkali track yg ada cocok untuk pendakian pemula seperti saya, beberapa hal mistis ga bisa dipungkiri (kesaksian teman saya) dan keberadaan babi hutan pastinya, jadi dengerin arahan petugas, tetap tenang dan ga usah neko neko, pastikan niatmu bersih dan fisikmu siap untuk melihat keindahan alam tanah...
Ā Ā Ā Read moreMendaki tektok via Blembem, start kira2 jam 6.30 di akhir bulan Juni 2025, musim peralihan hujan ke kemarau, dari basecamp sampe jalur pendakian kita lewat kebun teh yang bagus banget, dingin dan berkabut. Dari basecamp ke titik pendakian bisa pakai truk (minimal 5 orang) sekali angkut, ini udah masuk dalam biaya yang dibayar di muka (tiket dll 75k/ org). Tapi nanti beres pendakian ngga ada truk ya, harus janjian dulu dan bayar lagi, bisa juga jalan kaki santai lewat jalur bebatuan kebun teh (ini bikin kaki lebih sakit sih asli š ). Di sini kita ketemu rombongan bapak ibu petani teh. Jalurnya lumayan menantang, banyak banyak banyak menanjak sedikit bonus landainya. Vegetasi lumayan bermacam, ada area pohon teh, pohon pisang (ini artinya masih deket perkampungan), area palem, area pinus, dan ilalang. Ada kantung semar dan beberapa budidaya anggrek hutan (karena kita liat yang di sekitar jalur pendakin emang ada tali rafianya, jadi bukan tumbuh liar ya). Basecamp nyediain sewa jas ujan, bayar 10k, kalo ngga dipakai bisa dikembalikan, uang juga kembali. Ada perhitungan sampah yang di bawa ke atas dan ke bawah. Pastikan ngga ada sampah ketinggalan di atas ya, dendanya lumayan š Gn Kembang terkenal sebagai gunung paling bersih ya.. dan emang beneran bersih. Di atas ada kaldera/ kawah mati, ukurannya lumayan luas, cerukan dengan tanah flat di dalamnya, kayak lapangan bola. Pas kesana kabut lagi tebel2nya, Gn Sindoro di sebelah ngga keliatan sama sekali. Suasana redup, syahdu melow2, dari naik sampe turun kabut tebel banget. Harus diulangi lagi sampe gunung sebelah...
Ā Ā Ā Read moreTidak terlalu tinggi, namun memerlukan waktu 4-5 jam untuk mendakinya. Istimewa dengan lengkungan " Bimo Pengkok"
Ada 2 jalur untuk mendaki Gunung Kembang, beberapa kali naik gunung ini, saya memilih naik lewat Desa Lengkong, Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Desa Lengkong sendiri bisa di capai melalui jalur lingkar selatan yang dekat dengan terminal Mendolo, bisa juga melalui Andongsili dekat dengan Pemandian Kalianget. Desa Lengkong sudah sangat dikenal karena di desa inilah terdapat tempat take off Paralayang Wonosobo.
Jalur pendakian cukup menantang, masih sempit, kadang tertutup rumput karena jarang dilewati. Dari dulu Gunung Kembang lebih dikenal sebagai tempat untuk berziarah daripada untuk kegiatan pendakian.
Lebih baik untuk melakukan pendakian pagi atau siang hari, sehingga sebelum matahari tenggelam sudah berada di puncak, di dalam tenda yang nyaman. Meski kebakaran hebat beberapa tahun lalu, membuat jalur melalui Desa Lengkong ini menjadi sangat terbuka, namun pendakian malam hari tanpa bersama pemandu, tetaplah tidak dianjurkan. Ada beberapa jalur yang nyaris tertutup, jika tidak jeli membaca petunjuk. Ternyata salah pencet..... Lokasi ini bukan gunung kembang yang saya maksud. Gunung kembang yg anaknya Sindoro bukan dilokasi ini. Dilokasi Gunung...
Ā Ā Ā Read more