Suroloyo peak is the one of popular tourism destination to see the sunrise in Yogyakarta. Suroloyo peak is been located at Kulon Progo district and the highest hill in a long of Menoreh Hills. We have to track the stairs before we arrive in the place. There are one gazebo and iron pole (I don't know what is the purpose for). From the gazebo, we could wait and see the sun rise. Beautiful scenery in the morning, freshly, and lil bit windy. In the parking area, you will find some warung. They sell original coffee (arabica and robusta) from their own agricultural field. If you are coffee addict, the place is very worth it for you to spend your day off with nature. Not only coffee, they also sell meals and gasoline. It helps us a lot where we must pass a long journey before we arrive there. NB : Don't forget to bring sweater or use warm clothes because there will be very cold in the night and...
Read more🏔 Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi di Kulon Progo.
🛣 Jalan menuju lokasi ini naik turun, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi baik.
🎢 Untuk sampai ke puncak, kita bisa mendaki anak tangga dekat patung Punokawan sebanyak 383 buah (kalau tidak salah hitung). Atau bisa juga lewat tangga dekat Bali Gunung Cafe.
🏞 Kita bisa melihat hamparan pemandangan Magelang dan Kulonprogo dari atas, kalau tidak kabut. Angin di atas lumayan sejuk, vibe-nya masih alami sangat jauh dari hingar-bingar kota jadi cocok untuk healing.
👤 Saya berkunjung saat weekend, tapi sepi pengunjung. Hanya ada 11 pengunjung, sudah termasuk saya hehe
🏘 Warung kopi, warung bakso, warung mie ayam, mushola dan kamar mandi bisa ditemukan di dekat parkiran
Minus dan catatan dari tempat ini menurut saya: 🧱 Bagian puncak sepertinya lumayan terawat, tetapi ada vandalisme di tiang bangunan. Sedangkan bagian bawah ada pendopo (?) yang kurang terawat. Mushola di sisi dekat Bali Gunung Cafe pun sepertinya sudah tidak dipakai lagi. 📶 Susah sinyal, kalau mau internet harus numpang wifi di warung kopi dekat parkiran 📋 Nampaknya tidak terdapat papan informasi (misal: tentang sejarahnya, ketinggiannya, dll.) mengenai Puncak Suroloyo, atau saya yang tidak lihat (?). Kalau diberi informasi akan lebih baik. Sedih saya kalau informasi di google lebih lengkap daripada di tempat itu sendiri. Memang ada juru kunci, tapi lebih baik kalau tidak merepoti juru kunci untuk informasi yang sederhana seperti ini. Biarkan juru kunci ngarit atau mengerjakan yang lain ya kannn. Kalau boleh usul nih, selagi juru kunci masih hidup bolehlah dinas terkait menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat ini lalu tulis di papan yang dapat dilihat oleh pengunjung. Atau minimal beri link/QR code menuju web resmi yang berisi informasi lengkap tentang tempat ini.
Mohon maaf dan terima kasih. Moga lebih baik ❣
Biaya yang mungkin dikeluarkan: 💸 Retribusi Rp10.000,00 per orang 🚾 Kamar mandi Rp2.000,00 🅿️ Parkir...
Read morePuncak Suroloyo, menurut saya berada di Kabupaten Kulon Progo. Sekali lagi, saya menuju ke Puncak Suroloyo dengan bersepeda, karena saya sedang hobi bersepeda. Ini saya lakukan pada tanggal 2 Mei 2020 Dari Gamping, Sleman, saya menuju Ancol melewati jalur dalam, melewati Godean, Gedongan ke utara, Bug Renteng yang merupakan jembatan air (aviaduct jaman Belanda), masuk ke arah Ngluwar, Magelang, tapi kemudian masuk lagi wilayah Kulon Progo, DIY, dan melewati Ancol. Kemudian kita akan mengarah ke Sendang Sono di Kalibawang, jalan mulai menanjak. Sekitar 5 km dengan medan naik, kita akan sampai Embung Banjaroya, dengan patung durian sebagai ikonnya. Perjalanan dilanjutkan sekitar 0,5 km kita akan menjumpai pertigaan, arah kiri akan mengarah ke Sendang Sono, dan ke kanan adalah Puncak Suroloyo. Dari situ, menurut papan penunjuk, Puncak Suroloyo masih berjarak 10 km. Untuk pengendara sepeda motor atau mobil tidak terlalu masalah walaupun medannya terus menanjak.
Tapi untuk pesepeda seperti saya, perlu perjuangan lebih, hehehhee... Perjalanan kemudian adalah rolling naik turun. Tiba saatnya kita menjumpai sebuah turunan tajam yang mengarah ke sebuah jembatan, yang langsung menikung kemudian langsung menanjak. Inilah Tikungan/Tanjakan Wonogiri yang fenomenal. Tanjakan terberat bagi pesepeda. Well, ini harus dilalui. Kemudian kita akan menjumpai pertigaan dengan plang perbatasan Jawa Tengah-DIY, kita ambil yang lurus, karena yang ke kanan adalah turun. Sekitar 1 km, kita akan menjumpai satu puncak bukit, saya lupa namanya, lurus lagi..
Woilaaaa, kita sudah sampai di Puncak Suroloyo, yang ditandai dengan patung Punokawan. Di sebelah kiri jalan terdapat warung kopi, cukup untuk memulihkan tenaga setelah lelah gowes. Di sebelah kanan jalan, terdapat tangga tinggi menjulang, itulah Puncak Suroloyo.
Pemandangan dari atas sangat indah. Itulah mengapa Kulon Progo dijuluki dengan Jewelry of...
Read more