Legenda Gunung Argapura berasal dari cerita rakyat yang berkembang di masyarakat sekitar kawasan Gunung Argapura, yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Gunung ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, serta merupakan bagian dari rangkaian pegunungan yang menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Namun, di balik keindahannya, Gunung Argapura menyimpan sebuah legenda yang menceritakan tentang asal-usul gunung tersebut dan hubungannya dengan kisah cinta antara dua tokoh legendaris.
Menurut legenda, pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan yang terletak di kaki Gunung Argapura, hiduplah seorang raja yang sangat bijaksana bernama Raja Anggoro. Raja Anggoro memiliki seorang putri yang cantik bernama Roro Ayu. Roro Ayu dikenal karena kecantikannya yang luar biasa, dan banyak pemuda dari kerajaan-kerajaan sekitar yang tertarik untuk melamarnya. Namun, Roro Ayu tidak tertarik kepada siapapun, karena hatinya sudah terpaut pada seorang pemuda bernama Jaka Sura, seorang pangeran dari kerajaan yang jauh.
Jaka Sura adalah seorang pangeran yang dikenal sebagai pemuda gagah berani dan cerdas. Namun, meskipun memiliki segalanya, Jaka Sura tidak memiliki kedudukan yang setinggi Raja Anggoro, yang menjadi rintangan bagi hubungannya dengan Roro Ayu. Kedua pasangan ini saling jatuh cinta, tetapi karena perbedaan status dan kedudukan, mereka tidak bisa menikah begitu saja. Ayah Roro Ayu, Raja Anggoro, tidak setuju jika putrinya menikah dengan Jaka Sura yang dianggapnya tidak sepadan.
Namun, Roro Ayu dan Jaka Sura tetap berusaha menjaga cinta mereka. Mereka sering bertemu di suatu tempat yang sangat indah di kaki Gunung Argapura, di mana mereka dapat berbicara dan bercengkerama tanpa ada gangguan. Di tempat itulah mereka berjanji untuk selalu setia, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan. Namun, cinta mereka akhirnya diuji oleh takdir.
Suatu hari, Raja Anggoro mengetahui hubungan tersebut dan sangat marah. Ia memerintahkan untuk memisahkan mereka berdua, dan Jaka Sura diusir jauh dari kerajaan. Roro Ayu yang sangat sedih karena harus berpisah dengan kekasihnya memutuskan untuk mengungsi. Ia pergi menuju Gunung Argapura, tempat di mana ia pertama kali bertemu dengan Jaka Sura. Di sana, Roro Ayu berdoa dengan penuh harapan agar dapat bertemu kembali dengan Jaka Sura.
Tak lama kemudian, tiba-tiba Gunung Argapura meletus dengan dahsyat, mengeluarkan asap dan batu-batu besar yang membara. Dari letusan tersebut, muncul sebuah gunung yang besar dengan puncaknya yang menjulang tinggi, yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai simbol dari pengorbanan dan cinta Roro Ayu. Legenda ini menyebutkan bahwa Gunung Argapura adalah tempat terakhir yang menyaksikan harapan dan cinta mereka yang tak kesampaian.
Sejak saat itu, Gunung Argapura menjadi simbol dari kisah cinta yang terhalang oleh takdir, namun tetap dikenang oleh generasi-generasi berikutnya. Masyarakat setempat meyakini bahwa gunung tersebut adalah tempat yang sakral dan penuh dengan energi magis. Gunung Argapura kini menjadi tempat yang indah untuk dikunjungi, dan pemandangan yang ditawarkan di kawasan sekitar gunung ini mengingatkan orang akan kisah legenda yang penuh dengan pengorbanan dan harapan.
Dengan begitu, legenda Gunung Argapura tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta yang tak kesampaian, tetapi juga menggambarkan betapa kuatnya hubungan antara manusia dengan alam serta bagaimana alam menyimpan cerita-cerita tak terungkap yang tak...
Read moreWhat a majestic, wonderful part of the world! We had such a great time hiking Mount Argopuro! We recommend Bromo Java Travel - they were fantastic. However, I feel like it's important to acknowledge some sad realities. A lot of rubbish is being left behind by tourists on the trail. Plastic can be seen almost along the whole 40km. This is truly sad. The other sad reality is the motorbikes that are being allowed through parts of the rainforest. Hikers that start from Bermi on these bikes are creating extremely deep tracks. The sounds are so loud and it is devastating that such a vital parcel of land that should be preserved for wildlife is being disturbed. I have been informed that the area, before the motorbikes, had a lot more wildlife. I also witnessed gold monkeys being sold at a market not far from Bermi. These things need to change. We have so few sanctuaries left and in one generation we can lose...
Read moreNear with my hometown, Argopuro is the most longest mountain track in Java Island. I spent 4 days in here and started to hike from Baderan, Sumbermalang, Situbondo to Bremi, Krucil, Probolinggo. If you want to use the real track of this mountain you will spend more than 4 days. Approximately 45 km to track from Baderan to Bremi. A lot of water resources in here so dont worry. You can take a bath too, if you want. This mountain have three summits (Rengganis, Argopuro 1, and Argopuro 2). I had counted how many sabana in here, the answer is 18 sabana. Wow! If you dont have a lot of time, you can use short cut track, from bremi. You can spent only 1-3 days to reach the summit. But i recommended you to track from Baderan and finish at Bremi. Super worth it! It feel like you walk in safari park, because you can see peacock, some kind species of monkey, and dont forget you will see 'jancuk' plant....
Read more