🌋 Meledaknya gunung krakatau yang maha dahsyat sampai terdengar hingga ke Australia. Yang terjadi pada tahun 1883. Inilah sejarah Gunung Krakatau:
Krakatau dulunya merupakan kepulauan yang terdiri dari pegunungan berapi aktif yang terletak di selat Sunda. Pegunungan berapi aktif itu yaitu Gunung Rakata, Danan, dan Perbuwatan. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.
Lebih kurang 130 tahun yang lalu, Gunung Krakatau yang sudah tidur panjang selama 200 tahun tiba-tiba menggeliat. Ia tak hanya meletus, melainkan meledakkan diri hingga hancur berkeping-keping. Kekuatannya lebih hebat dari 10.000 kali kekuatan bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Letusan Krakatau melenyapkan pulau dan memicu dua tsunami, dengan tinggi 40 meter, serta menewaskan lebih dari 35 ribu orang.
Menurut Simon Winchester, ahli geologi dari Inggris, yang juga seorang penulis, mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara yang paling keras, dan peristiwa yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia modern. Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan, serta sebagian Gunung Rakata. Setengah kerucut Gunung Rakata menghilang dan membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik dan menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga karena terjadi longsoran di bawah laut.
Mulai pada tahun 1927, yaitu 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api baru yang dikenal dengan nama Anak Krakatau dari tempat bekas letusan. Gunung api ini sangat aktif dan terus tumbuh. Kecepatan pertumbuhannya tingginya 4 meter setiap tahun. Saat ini, ketinngian Anak Krakatau mencapai 230 meter di atas permukaan laut. Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.
Sejarah mencatat peristiwa meletusnya Gunung Krakatau telah menyebabkan terjadinya perubahan pada bentuk muka bumi. Setelah itu diikuti munculnya gunung api baru, yaitu Anak Krakatau 😢.
Sekarang Gunung Anak Krakatau menjadi tempat wisata yang sangat indah dan terdapat Cagar Alam Gunung Krakatau yang melindungi Gunung Anak...
Read moreIncredible volcano to visit. Do your own research before going. Local guides will take you regardless of the current danger rating as they earn very good money. In October 2023 there is a 5 km exclusion zone around the island. This is frequently ignored. Police boats patrol the area and will fine you (avoid weekends when the police are particularly active).
Always approach in the opposite direction of the wind. Lava bombs are frequent and deadly so be aware at all times. Note that tourists have died here.
Easiest access is via Carita Beach. Head to the small port in the south of the beach (just inland) and negotiate directly without the touts on the beach using a...
Read moreKrakatau (bahasa Inggris: Krakatoa) adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat. Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut. Gunung Krakatau yang meletus, getarannya terasa...
Read more