Gunung Ibu di pulau Halmahera bagian utara, tak menunjukkan aktivitas muntahan magma dalam kurun cukup lama. Sehingga sekujur tubuh gunung hingga ke puncak, bahkan hingga ke dalam kawahnya yang berdiameter 1 kilometer itu dipenuhi dengan tetumbuhan lebat. Siapa sangka gunung berapi ini mendadak meletus pada Desember 1998 yang berujung dengan terbentuknya kubah lava baru di dasar kawah semenjak 20 Januari 1999. Gunung Ibu tak menunjukkan jejak aktivitas vulkanik muntahan magma dalam kurun 15.000 tahun terakhir. Ini jauh melampaui batasan standar dunung berapi aktif terketat yang dilansir Global Volcanism Program Smithsonian, yakni maksimum 10.000 tahun terakhir. Satu hal yang mengkhawatirkan dari gunung-gunung berapi yang meletus kembali setelah sekian lama adalah potensi terjadinya letusan dahsyat yang katastrofik, atau bahkan kolosal. Pada dasarnya kian lama sebuah gunung berapi terdiam, kian banyak gas-gas vulkanik yang tersekap di dalam dapur dan kantung magmanya sehingga kian besar energinya. Maka tatkala meletus, terjadilah pelepasan energi dalam jumlah besar yang sanggup menghancurkan puncak gunung atau bahkan hampir keseluruhan tubuh gunung hingga membentuk kawah raksasa (kaldera) dengan dampak letusan bersifat regional. Meletus dahsyatnya Gunung Pinatubo (Filipina) pada 1991 menjadi contoh terkini, dimana gunung berapi tersebut terbangun kembali setelah lebih...
Read moreMount Ibu ist ein sehr beeindruckender Vulkan. Allerdings können wir Alex Djangu als Guide nicht empfehlen, da er geschäftlich nicht seriös ist. Er schuldet uns nach wie vor mehrere Hundert Euro. Auch kommuniziert er schlecht, ist eher ein Eigenbrödler. Er hat uns nur mit den Trägern auf den Mount Ibu geschickt, welche kein English konnten sowie kein Feuer zum Wärmen...
Read moreKeren Mt. Ibu, sebaiknya pakai jasa local guide untuk trekking gn. Ibu, di bbrp titik jalurnya rapat sekali rawan tersesat. Guide kami Alex Djangu Trekker sangat bisa diandalkan. superb...
Read more