HTML SitemapExplore

Seulawah Agam — Local services in Seulimeum

Name
Seulawah Agam
Description
Seulawah Agam is an extensive forested stratovolcano located at the northwestern tip of Sumatra. Several names have been given to the mountain: Seulawaih Agam, Seulawain Agam, Solawa Agam, Solawaik Agam, Selawadjanten and Goldberg. The volcano was formed during the Pleistocene-Holocene age.
Nearby attractions
Nearby restaurants
Nearby local services
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Seulawah Agam tourism.Seulawah Agam hotels.Seulawah Agam bed and breakfast. flights to Seulawah Agam.Seulawah Agam attractions.Seulawah Agam restaurants.Seulawah Agam local services.Seulawah Agam travel.Seulawah Agam travel guide.Seulawah Agam travel blog.Seulawah Agam pictures.Seulawah Agam photos.Seulawah Agam travel tips.Seulawah Agam maps.Seulawah Agam things to do.
Seulawah Agam things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Seulawah Agam
IndonesiaAcehSeulimeumSeulawah Agam

Basic Info

Seulawah Agam

Pulo, Seulimeum, Aceh Besar Regency, Aceh, Indonesia
4.1(132)
Save
spot

Ratings & Description

Info

Seulawah Agam is an extensive forested stratovolcano located at the northwestern tip of Sumatra. Several names have been given to the mountain: Seulawaih Agam, Seulawain Agam, Solawa Agam, Solawaik Agam, Selawadjanten and Goldberg. The volcano was formed during the Pleistocene-Holocene age.

Outdoor
Adventure
Scenic
Off the beaten path
attractions: , restaurants: , local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Seulimeum
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Seulimeum
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Seulimeum
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Seulawah Agam

4.1
(132)
avatar
5.0
7y

Seulawah the name for a mountain located at the coordinates 5°26'45.9"N 95°39'20.2"E on the mainland of Sumatra, the Acehnese call it Mount Seulawah Agam. Arab explorers around the 13th century called Jabbal Lamuri (Mount Lamuri) referring to the name of a kingdom at the foot of the Seulawah hill. The Dutch East Indies colonial government called it Selawadjanten or Goldberg (gold mountain).

Cartographers in the past have never missed drawing Mount Seulawah as a geographic marker that is very useful to help explorers in marine navigation to find the capital city of the kingdom of Bandar Aceh Darussalam, a trading port for Arab, European and American traders during the kingdom of Aceh Darussalam.

Photograph shot from the bay of Aceh, between the mainland of Sumatra and the Weh...

   Read more
avatar
5.0
7y

Terdiam dlm pelukan sunyi bukit barisan yg berselubung selimut misteri.dari kejauhan tampak puncaknya tinggi kekar menembus awan,ditambah pula warna-warni panorama yg menakjubkan serasa kita ingin terbang menggapainya...orang² sering menyebutnya gunong seulawah agam atau terserah anda mau sebut apa namanya tak perlu diperdebatkan...berada disini sebaiknya kita juga harus hati² karena gunung ini walau tampak seperti tertidur pulas tapi sekali² dia mendengkur juga.penyebabnya karena gunung ini termasuk dlm kategori gunung berapi yg masih aktif.disini ada juga habitat gajah liar dan beragam flora@fauna langka yg wajib dijaga kelestariannya salah satunya adalah harimau sumatra.namun bagi mereka yg punya hobbi petualangan mereka hampir tidak ada perasaan takut.karena mereka tau terkadang rasa takut itu akan terbayarkan dgn rasa takjub yg tak bisa dilukiskan dgn kata² dan klimaksnya adrenalin mereka akan terpuaskan...let"s go guys my trip...

   Read more
avatar
4.0
7y

Untuk yang biasa hiking dari desa terakhir sampai puncak hanya memakan waktu 4 jam perjalanan , namun kami harus menempuh waktu 7 jam, di tambah dengar tersesat karena jalur yang ada sudah tidak ada lagi, beruntung ada peninggalan tali yang diikatkan pada ranting semak semak.

Jalur sangat susah karena belantara hutan disekeliling kami, Air hanya ada di bawah pada gerbang pertama. Kami beristirahat di Pintu angin. Kita dapat menyaksikan hutan yang masih perawan dengan hutan lumutnya. Ada juga Batu Gajah penanda hampir sampai di Puncak.

Pada puncak seulawah masih banyak pendaki yang tidak membersihkan sampah plastik, ini membuat kami harus kerja tambahan untuk membersihkan terpal dan tali pelastik yang ditinggal di batang-batang pohon.

Sangat menantang petualangan di Seulawah Agam, Walau hanya 1.900 Mdpl namun trek sangat sulit...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

Irfan M NurIrfan M Nur
Seulawah the name for a mountain located at the coordinates 5°26'45.9"N 95°39'20.2"E on the mainland of Sumatra, the Acehnese call it Mount Seulawah Agam. Arab explorers around the 13th century called Jabbal Lamuri (Mount Lamuri) referring to the name of a kingdom at the foot of the Seulawah hill. The Dutch East Indies colonial government called it Selawadjanten or Goldberg (gold mountain). Cartographers in the past have never missed drawing Mount Seulawah as a geographic marker that is very useful to help explorers in marine navigation to find the capital city of the kingdom of Bandar Aceh Darussalam, a trading port for Arab, European and American traders during the kingdom of Aceh Darussalam. Photograph shot from the bay of Aceh, between the mainland of Sumatra and the Weh island (Sabang).
Aris SagaAris Saga
Untuk yang biasa hiking dari desa terakhir sampai puncak hanya memakan waktu 4 jam perjalanan , namun kami harus menempuh waktu 7 jam, di tambah dengar tersesat karena jalur yang ada sudah tidak ada lagi, beruntung ada peninggalan tali yang diikatkan pada ranting semak semak. Jalur sangat susah karena belantara hutan disekeliling kami, Air hanya ada di bawah pada gerbang pertama. Kami beristirahat di Pintu angin. Kita dapat menyaksikan hutan yang masih perawan dengan hutan lumutnya. Ada juga Batu Gajah penanda hampir sampai di Puncak. Pada puncak seulawah masih banyak pendaki yang tidak membersihkan sampah plastik, ini membuat kami harus kerja tambahan untuk membersihkan terpal dan tali pelastik yang ditinggal di batang-batang pohon. Sangat menantang petualangan di Seulawah Agam, Walau hanya 1.900 Mdpl namun trek sangat sulit dan terjal,.
Fityan OnlineFityan Online
Pernah sampai ke puncak Gunung Seulawah dan menginap di puncaknya pada 10-11 September 1989, ikut sebagai peserta Rally Ketepatan Waktu dengan lokasi start di SPP Saree. Waktu tempuh normal dari Saree ke puncak Seulawah adalah 4 jam. Panitia menilai ketepatan waktu tempuh tersebut, dimana semua peserta tidak boleh membawa jam. Regu kami - 5 orang - ternyata bisa sampai ke puncak dalam waktu 3 jam 45 menit, ya kalah lah. Regu kami ketinggalan tenda, terpaksa menumpang di tenda regu lain yang satu tim {Sabhawana}. Karenanya semua bisa tidur nyenyak malam itu dalam 1 tenda ukuran 2x1,5 meter sambil duduk berdesakan. Suhu malam itu - yang disampaikan oleh panitia keesokan harinya - adalah 4 derajat Celcius. Coba kalau satu tenda cuma isi 5, pasti susah tidur karena kedinginan.
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Seulimeum

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Seulawah the name for a mountain located at the coordinates 5°26'45.9"N 95°39'20.2"E on the mainland of Sumatra, the Acehnese call it Mount Seulawah Agam. Arab explorers around the 13th century called Jabbal Lamuri (Mount Lamuri) referring to the name of a kingdom at the foot of the Seulawah hill. The Dutch East Indies colonial government called it Selawadjanten or Goldberg (gold mountain). Cartographers in the past have never missed drawing Mount Seulawah as a geographic marker that is very useful to help explorers in marine navigation to find the capital city of the kingdom of Bandar Aceh Darussalam, a trading port for Arab, European and American traders during the kingdom of Aceh Darussalam. Photograph shot from the bay of Aceh, between the mainland of Sumatra and the Weh island (Sabang).
Irfan M Nur

Irfan M Nur

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Seulimeum

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Untuk yang biasa hiking dari desa terakhir sampai puncak hanya memakan waktu 4 jam perjalanan , namun kami harus menempuh waktu 7 jam, di tambah dengar tersesat karena jalur yang ada sudah tidak ada lagi, beruntung ada peninggalan tali yang diikatkan pada ranting semak semak. Jalur sangat susah karena belantara hutan disekeliling kami, Air hanya ada di bawah pada gerbang pertama. Kami beristirahat di Pintu angin. Kita dapat menyaksikan hutan yang masih perawan dengan hutan lumutnya. Ada juga Batu Gajah penanda hampir sampai di Puncak. Pada puncak seulawah masih banyak pendaki yang tidak membersihkan sampah plastik, ini membuat kami harus kerja tambahan untuk membersihkan terpal dan tali pelastik yang ditinggal di batang-batang pohon. Sangat menantang petualangan di Seulawah Agam, Walau hanya 1.900 Mdpl namun trek sangat sulit dan terjal,.
Aris Saga

Aris Saga

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Seulimeum

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Pernah sampai ke puncak Gunung Seulawah dan menginap di puncaknya pada 10-11 September 1989, ikut sebagai peserta Rally Ketepatan Waktu dengan lokasi start di SPP Saree. Waktu tempuh normal dari Saree ke puncak Seulawah adalah 4 jam. Panitia menilai ketepatan waktu tempuh tersebut, dimana semua peserta tidak boleh membawa jam. Regu kami - 5 orang - ternyata bisa sampai ke puncak dalam waktu 3 jam 45 menit, ya kalah lah. Regu kami ketinggalan tenda, terpaksa menumpang di tenda regu lain yang satu tim {Sabhawana}. Karenanya semua bisa tidur nyenyak malam itu dalam 1 tenda ukuran 2x1,5 meter sambil duduk berdesakan. Suhu malam itu - yang disampaikan oleh panitia keesokan harinya - adalah 4 derajat Celcius. Coba kalau satu tenda cuma isi 5, pasti susah tidur karena kedinginan.
Fityan Online

Fityan Online

See more posts
See more posts