Di kalangan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), nama Pulau Penyengat sudah lama dikenal sebagai obyek wisata sejarah. Menjadi saksi bisu perlawanan Melayu terhadap penjajah Belanda. Sisa-sisa perang pada 1782-1784 masih bisa disaksikan di Bukit Kursi Pulau Penyengat. Tak aneh jika pulau yang terletak 1,5 kilometer di sebelah barat Kota Tanjungpinang ini punya nilai sejarah tinggi.
Memang tak mudah untuk sampai ke pulau ini. Dari Pelabuhan Punggur, Batam, wisatawan dapat menggunakan feri menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjungpinang. Setiap penumpang dikenai tiket Rp 50 ribu. Nah, dari pelabuhan ini, wisatawan masih harus berjalan kaki beberapa ratus meter menuju Pulau Penyengat. Barulah kemudian wisatawan menumpang perahu bermesin—orang sekitar menyebutnya sebagai pongpong—dengan tarif Rp 10 ribu per orang.
Perjalanan ini memakan waktu sekitar 15 menit. Obyek pertama yang disaksikan para pengunjung biasanya Masjid Raya Sultan Riau, sebuah bangunan bersejarah didirikan pada 1832 oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahman. Konon, salah satu bahan dasar membangun masjid berukuran 19,8 x 18 meter ini adalah putih telur ayam. Jadi putih telur itu berfungsi sebagai perekat antar batu bata.
Bagian luar masjid ini berwarna kuning muda. Meski catnya terlihat pudar, aura kemegahannya masih terpancar. Di dalam masjid terpajang sebuah Al-Quran tulisan tangan karya Abdurrahman Stambul (1867). Pengunjung juga bisa menyaksikan 300 kitab suci kuno koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi.
Bangunan ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga Pulau Penyengat. Sebelum beranjak mengunjungi obyek wisata lainnya, wisatawan biasanya menyempatkan diri bersembahyang di masjid ini. Kalaupun tidak salat, beberapa tampak khusyuk berdoa. Obyek wisata lain yang juga banyak dikunjungi traveler adalah makam raja-raja serta kediaman raja-raja, salah satunya Istana Kantor.
Kompleks istana ini dibangun pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali pada 1844-1857. Pada masa itulah istana difungsikan sebagai kantor, bukan tempat tinggal raja. Itulah mengapa istana ini disebut dengan Istana Kantor. Namun kini bangunan yang dulu megah ini hanya tersisa bagian depan saja. Bagian belakang istana sudah hancur, tinggal reruntuhan.
Obyek wisata lain adalah Bukit Kursi, bekas benteng pertahanan bangsa Melayu saat melawan Belanda. Wujud bangunan bentengnya memang sudah tidak tampak. Hanya tersisa sejumlah perlengkapan perang, seperti meriam ukuran besar, parit pertahanan, dan sebuah bangunan yang dulu difungsikan sebagai gudang mesiu. Jangan lupa singgah ke Balai Adat.
Ada beberapa benda bersejarah, seperti replika pelaminan adat Melayu dan makam Raja Ali Haji, salah satu pahlawan nasional, bangsawan, sekaligus penyair. Untuk mengelilingi pulau seluas 2 kilometer persegi ini, wisatawan bisa berjalan kaki. Tapi tentu saja bersiaplah pegal-pegal. Kalau ingin lebih nyaman, sewalah sepeda.
Nah, kalau tidak ingin capek, silakan menumpang becak motor, yang bisa dipakai untuk dua orang. Tapi tentu saja tarifnya mahal, Rp 30 ribu sekali jalan untuk menyambangi obyek-obyek wisata pulau yang penting. Meski pulau ini tak begitu besar, ada banyak tempat makan yang bisa Anda singgahi. Kebanyakan menyediakan olahan laut, seperti ikan kakap atau ikan pari. Jadi jangan khawatir...
   Read moreA place where i learn what my parents fail to teach me. Life as what my teachers never told me. History that i couldn't read from primary school textbook. Keadaan dimana masyarakat kita menyimpang. Jiwa yang kaya itu bukan dari banyaknya harta tapi hati yang tunduk pada ketuhanan dan jujur suci mencari keredhaannya. I learn so much by understanding the meaning of words from Gurindam 12 and that, only i found it here. Thank you so much for your welcoming and hospitality, for each baite sentences that teached me. Sometimes, a teacher needs to be teached too and there's nothing wrong with it.. Life is an everlasting...
   Read morePenyengat Island is one of tourist attractions in Riau Islands. One of the objects that can be seen are Sultan Riau Great Mosque that have been made ??from egg whites, the tombs of the Kings, the tomb of the national hero Raja Ali Haji, the Palace complex and blockhouse Office at Kursi Hill. Penyengat island and Penyengat Island palace complex has been nominated to UNESCO to be one of the World Heritage Site. Penyengat island is the perfect island to be visited to enjoy the Malay...
   Read more