Mount Dempo is a mesmerizing attraction located in the South Sumatra region of Indonesia. This volcano stands at an impressive height of 3,173 meters and is surrounded by lush greenery. The trek to the summit of Mount Dempo is a challenging one but the breathtaking view at the top is worth every bit of effort. You will be greeted with an astounding panoramic view of the surrounding valleys and mountains. The journey to the top may be difficult, but it is an unforgettable experience that you will cherish for a lifetime.
One of the highlights of Mount Dempo is the surrounding tea plantations that add to the scenic beauty of the attraction. The tea plantations offer a unique view of the tea gardens set against the backdrop of the volcano. The plantations are also open for visitors to explore and learn about the tea-making process. Visitors can witness the tea leaves being harvested and processed and can even take part in tea tasting sessions. This is an excellent opportunity to experience the local culture and learn about the region's tea industry.
The area around Mount Dempo is home to a diverse range of flora and fauna, making it a nature lover's paradise. Visitors can spot various species of birds and butterflies as they trek through the lush green forests. The region is also home to several waterfalls, adding to the charm of the area. Visitors can take a dip in the cool, refreshing waters of the waterfalls and relax amidst the tranquility of nature. In conclusion, Mount Dempo is an awe-inspiring attraction that offers a unique combination of natural beauty, culture, and adventure. It is a must-visit destination for anyone traveling...
Read morejust came back from hiking Mount Dempo (3159 MDPL)in South Sumatra. This is my first experience hike mount in Indonesia. The trek is quite hard. From Karya Jaya bus terminal of Palembang, take a bus Telaga Biru Putra to Pagaralam (about 7 hours) Ask the driver to take you to the house of pak Antoni Umar at tea plantation PTPN VII Pagaralam. As former tea plantation security and now guardian of dempo hikers, he will gladly give shelter and infos about Dempo. From here, next destination is Kampung IV (4th village). The road from PTPN to the village is in bad condition, only truck or 4-wd cars can reach it. Another option is hire ojek/motorcycle taxi to K4. The truck will leave PTPN around 6.30am. At K4 or pak anton better to hire guide as it's quite difficult to find the track to pintu rimba/starting point. The route is pintu rimba-shelter 1-shelter 2-top Dempo. It takes 6-8 hours to reach top Dempo. From that point, go down to Pelataran, the meadow between top Dempo and top Merapi. Then hike for 20 minutes to reach the top of Merapi/3159asl and you can see the crater if the weather is clear. Water source can be found at shelter 1, 2 and Pelataran. During my visit, weather quite cloudy, no clear view. Means that i have to come back again for the view. I am solo traveler, during the journey, meet 1 of the local that really helpful and 4 guys of MAPALA Universitas Sriwijaya. We become one team for the hiking and only us hike for that day....
Read moreCara Mencapai Puncak
Daerah terdekat untuk mencapai puncak G. Dempo yang masih bisa dilalui kendaraan adalah daerah perkebunan teh Dempo, terletak di lereng Timur pada ketinggian lk.1665m dpl. Untuk mencapai puncak kawah dari perkampungan terakhir diperlukan waktu 5 - 7 jam. Sedangkan kota terdekat dari perkebunan teh Dempo adalah kota Pagaralam, jaraknya lebih kurang10 km, waktu tempuh antara perkebunan teh Dempo dan kota Pagaralam sekitar ½ jam. Kota Pagaralam bisa dicapai lewat jalan darat dari Kota Palembang - Muara Enim - Lahat ï- Pagar Alam.
Wisata
Potensi wisata yang terdapat di sekitar G. Dempo terdiri dari wisata alam dan wisata Cagar budaya. Terdapat empat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, yaitu: Kawah Puncak G. Dempo, Kawasan Perkebunan teh Dempo, Air Terjun Singga Kudai dan Air Terjun Lawang Agung. Sedangkan wisata cagar budaya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu terdiri dari situs Arca manusia Dandolmen, komplek Megalitik Tanjung Aro, dan Komplek Megalitik Tinggi Hari.
SEJARAH LETUSAN
Letusan G.Dempo yang tercatat dalam sejarah menurut Neumann Van Padang (1951) dan Stehn (1934 dan 1940)
1818Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Mengakibatkan sebagian hutan rusak, puncaknya menjadi gundul dan kering, pohon-pohon kayu sebagian terbakar dan roboh.1839Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Dari kawah tampak nyala sinar api. Kegiatan ini disertai suara gemuruh. Cabang kayu besar di bagian puncak patah-patah dan terbakar.1853Letusan terjadi pada 1 Januari Keterangan lebih lanjut tidak diketahui.1879Pada 18 Mei di daerah Pasumah terdengar suara letusan selama lk 10 detik. Kemudian seketika terlihat sebuah tiang asap berwarna hitam.1880Kejadian terjadi dalam bulan Mei.1881Pada 16 Pebruari telah terjadi getaran tanah yang ringan, terdengar suara gemuruh. Dalam Desember tampak tiang asap membumbung dari kawah.1884Dentuman seperti suara tembakan meriam terdengar dalam Juni dari arah G. Dempo. Dalam bulan Juli berulang-ulang awan asap membumbung dari kawah.1895Pada 2 Juli mengepul sebuah tiang asap, sedikit hujan abu jatuh di sekitarnya. Pada 30 September terjadi dua kali letusan abu dan lumpur, dentuman terdengar satu kali.1900Pada 4 Juni terdengar dentuman seperti tembakan meriam dari arah G.dempo, kemudian membumbung tiang asap tinggi. Kegiatan ini terjadi lagi pada 26 dan 27 Oktober.1905Tidak ada keterangan waktu terjadi letusan. Tiap 20 menit terjadi bualan air danau kawah, semburan air berbentuk kerucut mencapai ketinggian lk 12 m.1908Pada 16 dan 17 Pebruari terjadi letusan air abu dan lumpur. Air sungai Betung tidak lama sesudahnya menjadi sepet.1921Dalam April, Japing mengunjungi kawah Dempo. Permukaan air danau naik berangsur-angsur seluruhnya ke atas. Kemudian timbul sebuah gumpalan uap tinggi menembus air. Setelah itu permukaan air danau turun kembali sampai permukaan asalnya. Menurut Stehn (1934, p.23), hal ini sama dengan kegiatan gunungapi bawah laut G.Krakatau dalam 1927-1930. Karena tembakan langsung dari tiang uap, sejumlah air naik tinggi.1922Pada 19 dan 20 Mei letusan kecil terjadi lk 1 menit lamanya. Awan uap besar membual.1926Pada 22 April G. Dempo, memperlihatkan kegiatannya. Pada 23 April terdengar suara gaduh (suara air jatuh). Dalam letusan ini mungkin sebagaian air danau kawah terlemparkan. Pada 24 April Pasirah Bumiagung mengunjungi kawah G.Dempo, dilihatnya bahwa dari dalam kawah membual uap dan tiap lima menit terdengar suara gaduh air mendidih, banyak batu dilemparkan.1934Pada 24 Januari siang hari di Perkebunan teh G. Dempo terjadi hujan abu, menyebabkan daun teh. Tampak seperti kena tetesan air kapur kemudian mengering. Pada 20 dan 21 Pebruari terjadi lagi hujan abu. Hujan abu yang terjadi dimalam hari 24-25 April menyebabkan kerusakan pada daun teh1936Pada malam hari 26-27 Nopember terjadi hujan abu berlumpur di kebun teh sebelah barat laut. Hujan belerang selama lebih dari ½ jam dan didahului suara gemuruh 3 kali.1939Letusan abu terjadi malam hari 18-19 Juli. Abu jatuh disebelah utara perkebunan teh...
Read more