HTML SitemapExplore

Mount Dempo — Local services in Tanjung Sakti Pumi

Name
Mount Dempo
Description
Mount Dempo is the highest stratovolcano in South Sumatra province that rises above Pasumah Plain near Pagar Alam and adjacent with Bengkulu Province. Seven craters are found around the summit. A 400-metre wide lake is found at the north-west end of the crater complex.
Nearby attractions
Nearby restaurants
Nearby local services
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Mount Dempo tourism.Mount Dempo hotels.Mount Dempo bed and breakfast. flights to Mount Dempo.Mount Dempo attractions.Mount Dempo restaurants.Mount Dempo local services.Mount Dempo travel.Mount Dempo travel guide.Mount Dempo travel blog.Mount Dempo pictures.Mount Dempo photos.Mount Dempo travel tips.Mount Dempo maps.Mount Dempo things to do.
Mount Dempo things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Mount Dempo
IndonesiaSouth SumatraTanjung Sakti PumiMount Dempo

Basic Info

Mount Dempo

Dempio Makmur, Pagar Alam Utara, Pagar Alam City, South Sumatra, Indonesia
4.6(452)
Save
spot

Ratings & Description

Info

Mount Dempo is the highest stratovolcano in South Sumatra province that rises above Pasumah Plain near Pagar Alam and adjacent with Bengkulu Province. Seven craters are found around the summit. A 400-metre wide lake is found at the north-west end of the crater complex.

Outdoor
Adventure
Scenic
Off the beaten path
attractions: , restaurants: , local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Tanjung Sakti Pumi
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Tanjung Sakti Pumi
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Tanjung Sakti Pumi
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Mount Dempo

4.6
(452)
avatar
5.0
2y

Mount Dempo is a mesmerizing attraction located in the South Sumatra region of Indonesia. This volcano stands at an impressive height of 3,173 meters and is surrounded by lush greenery. The trek to the summit of Mount Dempo is a challenging one but the breathtaking view at the top is worth every bit of effort. You will be greeted with an astounding panoramic view of the surrounding valleys and mountains. The journey to the top may be difficult, but it is an unforgettable experience that you will cherish for a lifetime.

One of the highlights of Mount Dempo is the surrounding tea plantations that add to the scenic beauty of the attraction. The tea plantations offer a unique view of the tea gardens set against the backdrop of the volcano. The plantations are also open for visitors to explore and learn about the tea-making process. Visitors can witness the tea leaves being harvested and processed and can even take part in tea tasting sessions. This is an excellent opportunity to experience the local culture and learn about the region's tea industry.

The area around Mount Dempo is home to a diverse range of flora and fauna, making it a nature lover's paradise. Visitors can spot various species of birds and butterflies as they trek through the lush green forests. The region is also home to several waterfalls, adding to the charm of the area. Visitors can take a dip in the cool, refreshing waters of the waterfalls and relax amidst the tranquility of nature. In conclusion, Mount Dempo is an awe-inspiring attraction that offers a unique combination of natural beauty, culture, and adventure. It is a must-visit destination for anyone traveling...

   Read more
avatar
5.0
8y

just came back from hiking Mount Dempo (3159 MDPL)in South Sumatra. This is my first experience hike mount in Indonesia. The trek is quite hard. From Karya Jaya bus terminal of Palembang, take a bus Telaga Biru Putra to Pagaralam (about 7 hours) Ask the driver to take you to the house of pak Antoni Umar at tea plantation PTPN VII Pagaralam. As former tea plantation security and now guardian of dempo hikers, he will gladly give shelter and infos about Dempo. From here, next destination is Kampung IV (4th village). The road from PTPN to the village is in bad condition, only truck or 4-wd cars can reach it. Another option is hire ojek/motorcycle taxi to K4. The truck will leave PTPN around 6.30am. At K4 or pak anton better to hire guide as it's quite difficult to find the track to pintu rimba/starting point. The route is pintu rimba-shelter 1-shelter 2-top Dempo. It takes 6-8 hours to reach top Dempo. From that point, go down to Pelataran, the meadow between top Dempo and top Merapi. Then hike for 20 minutes to reach the top of Merapi/3159asl and you can see the crater if the weather is clear. Water source can be found at shelter 1, 2 and Pelataran. During my visit, weather quite cloudy, no clear view. Means that i have to come back again for the view. I am solo traveler, during the journey, meet 1 of the local that really helpful and 4 guys of MAPALA Universitas Sriwijaya. We become one team for the hiking and only us hike for that day....

   Read more
avatar
5.0
6y

Cara Mencapai Puncak

Daerah terdekat untuk mencapai puncak G. Dempo yang masih bisa dilalui kendaraan adalah daerah perkebunan teh Dempo, terletak di lereng Timur pada ketinggian lk.1665m dpl. Untuk mencapai puncak kawah dari perkampungan terakhir diperlukan waktu 5 - 7 jam. Sedangkan kota terdekat dari perkebunan teh Dempo adalah kota Pagaralam, jaraknya lebih kurang10 km, waktu tempuh antara perkebunan teh Dempo dan kota Pagaralam sekitar ½ jam. Kota Pagaralam bisa dicapai lewat jalan darat dari Kota Palembang - Muara Enim - Lahat ï- Pagar Alam.

Wisata

Potensi wisata yang terdapat di sekitar G. Dempo terdiri dari wisata alam dan wisata Cagar budaya. Terdapat empat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, yaitu: Kawah Puncak G. Dempo, Kawasan Perkebunan teh Dempo, Air Terjun Singga Kudai dan Air Terjun Lawang Agung. Sedangkan wisata cagar budaya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu terdiri dari situs Arca manusia Dandolmen, komplek Megalitik Tanjung Aro, dan Komplek Megalitik Tinggi Hari.

SEJARAH LETUSAN

Letusan G.Dempo yang tercatat dalam sejarah menurut Neumann Van Padang (1951) dan Stehn (1934 dan 1940)

1818Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Mengakibatkan sebagian hutan rusak, puncaknya menjadi gundul dan kering, pohon-pohon kayu sebagian terbakar dan roboh.1839Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Dari kawah tampak nyala sinar api. Kegiatan ini disertai suara gemuruh. Cabang kayu besar di bagian puncak patah-patah dan terbakar.1853Letusan terjadi pada 1 Januari Keterangan lebih lanjut tidak diketahui.1879Pada 18 Mei di daerah Pasumah terdengar suara letusan selama lk 10 detik. Kemudian seketika terlihat sebuah tiang asap berwarna hitam.1880Kejadian terjadi dalam bulan Mei.1881Pada 16 Pebruari telah terjadi getaran tanah yang ringan, terdengar suara gemuruh. Dalam Desember tampak tiang asap membumbung dari kawah.1884Dentuman seperti suara tembakan meriam terdengar dalam Juni dari arah G. Dempo. Dalam bulan Juli berulang-ulang awan asap membumbung dari kawah.1895Pada 2 Juli mengepul sebuah tiang asap, sedikit hujan abu jatuh di sekitarnya. Pada 30 September terjadi dua kali letusan abu dan lumpur, dentuman terdengar satu kali.1900Pada 4 Juni terdengar dentuman seperti tembakan meriam dari arah G.dempo, kemudian membumbung tiang asap tinggi. Kegiatan ini terjadi lagi pada 26 dan 27 Oktober.1905Tidak ada keterangan waktu terjadi letusan. Tiap 20 menit terjadi bualan air danau kawah, semburan air berbentuk kerucut mencapai ketinggian lk 12 m.1908Pada 16 dan 17 Pebruari terjadi letusan air abu dan lumpur. Air sungai Betung tidak lama sesudahnya menjadi sepet.1921Dalam April, Japing mengunjungi kawah Dempo. Permukaan air danau naik berangsur-angsur seluruhnya ke atas. Kemudian timbul sebuah gumpalan uap tinggi menembus air. Setelah itu permukaan air danau turun kembali sampai permukaan asalnya. Menurut Stehn (1934, p.23), hal ini sama dengan kegiatan gunungapi bawah laut G.Krakatau dalam 1927-1930. Karena tembakan langsung dari tiang uap, sejumlah air naik tinggi.1922Pada 19 dan 20 Mei letusan kecil terjadi lk 1 menit lamanya. Awan uap besar membual.1926Pada 22 April G. Dempo, memperlihatkan kegiatannya. Pada 23 April terdengar suara gaduh (suara air jatuh). Dalam letusan ini mungkin sebagaian air danau kawah terlemparkan. Pada 24 April Pasirah Bumiagung mengunjungi kawah G.Dempo, dilihatnya bahwa dari dalam kawah membual uap dan tiap lima menit terdengar suara gaduh air mendidih, banyak batu dilemparkan.1934Pada 24 Januari siang hari di Perkebunan teh G. Dempo terjadi hujan abu, menyebabkan daun teh. Tampak seperti kena tetesan air kapur kemudian mengering. Pada 20 dan 21 Pebruari terjadi lagi hujan abu. Hujan abu yang terjadi dimalam hari 24-25 April menyebabkan kerusakan pada daun teh1936Pada malam hari 26-27 Nopember terjadi hujan abu berlumpur di kebun teh sebelah barat laut. Hujan belerang selama lebih dari ½ jam dan didahului suara gemuruh 3 kali.1939Letusan abu terjadi malam hari 18-19 Juli. Abu jatuh disebelah utara perkebunan teh...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

Yatie WinxYatie Winx
just came back from hiking Mount Dempo (3159 MDPL)in South Sumatra. This is my first experience hike mount in Indonesia. The trek is quite hard. From Karya Jaya bus terminal of Palembang, take a bus Telaga Biru Putra to Pagaralam (about 7 hours) Ask the driver to take you to the house of pak Antoni Umar at tea plantation PTPN VII Pagaralam. As former tea plantation security and now guardian of dempo hikers, he will gladly give shelter and infos about Dempo. From here, next destination is Kampung IV (4th village). The road from PTPN to the village is in bad condition, only truck or 4-wd cars can reach it. Another option is hire ojek/motorcycle taxi to K4. The truck will leave PTPN around 6.30am. At K4 or pak anton better to hire guide as it's quite difficult to find the track to pintu rimba/starting point. The route is pintu rimba-shelter 1-shelter 2-top Dempo. It takes 6-8 hours to reach top Dempo. From that point, go down to Pelataran, the meadow between top Dempo and top Merapi. Then hike for 20 minutes to reach the top of Merapi/3159asl and you can see the crater if the weather is clear. Water source can be found at shelter 1, 2 and Pelataran. During my visit, weather quite cloudy, no clear view. Means that i have to come back again for the view. I am solo traveler, during the journey, meet 1 of the local that really helpful and 4 guys of MAPALA Universitas Sriwijaya. We become one team for the hiking and only us hike for that day. 16/09/2017-17/09/2017.
Your browser does not support the video tag.
Dewi SartikaDewi Sartika
vibes nya seperti puncak bogor tahun 90an.. masih asri, segar,dan lebuh dingin dr puncak bogor itu
nugraha latrinugraha latri
Cara Mencapai Puncak Daerah terdekat untuk mencapai puncak G. Dempo yang masih bisa dilalui kendaraan adalah daerah perkebunan teh Dempo, terletak di lereng Timur pada ketinggian lk.1665m dpl. Untuk mencapai puncak kawah dari perkampungan terakhir diperlukan waktu 5 - 7 jam. Sedangkan kota terdekat dari perkebunan teh Dempo adalah kota Pagaralam, jaraknya lebih kurang10 km, waktu tempuh antara perkebunan teh Dempo dan kota Pagaralam sekitar ½ jam. Kota Pagaralam bisa dicapai lewat jalan darat dari Kota Palembang - Muara Enim - Lahat ï- Pagar Alam. Wisata Potensi wisata yang terdapat di sekitar G. Dempo terdiri dari wisata alam dan wisata Cagar budaya. Terdapat empat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, yaitu: Kawah Puncak G. Dempo, Kawasan Perkebunan teh Dempo, Air Terjun Singga Kudai dan Air Terjun Lawang Agung. Sedangkan wisata cagar budaya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu terdiri dari situs Arca manusia Dandolmen, komplek Megalitik Tanjung Aro, dan Komplek Megalitik Tinggi Hari. SEJARAH LETUSAN Letusan G.Dempo yang tercatat dalam sejarah menurut Neumann Van Padang (1951) dan Stehn (1934 dan 1940) 1818Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Mengakibatkan sebagian hutan rusak, puncaknya menjadi gundul dan kering, pohon-pohon kayu sebagian terbakar dan roboh.1839Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Dari kawah tampak nyala sinar api. Kegiatan ini disertai suara gemuruh. Cabang kayu besar di bagian puncak patah-patah dan terbakar.1853Letusan terjadi pada 1 Januari Keterangan lebih lanjut tidak diketahui.1879Pada 18 Mei di daerah Pasumah terdengar suara letusan selama lk 10 detik. Kemudian seketika terlihat sebuah tiang asap berwarna hitam.1880Kejadian terjadi dalam bulan Mei.1881Pada 16 Pebruari telah terjadi getaran tanah yang ringan, terdengar suara gemuruh. Dalam Desember tampak tiang asap membumbung dari kawah.1884Dentuman seperti suara tembakan meriam terdengar dalam Juni dari arah G. Dempo. Dalam bulan Juli berulang-ulang awan asap membumbung dari kawah.1895Pada 2 Juli mengepul sebuah tiang asap, sedikit hujan abu jatuh di sekitarnya. Pada 30 September terjadi dua kali letusan abu dan lumpur, dentuman terdengar satu kali.1900Pada 4 Juni terdengar dentuman seperti tembakan meriam dari arah G.dempo, kemudian membumbung tiang asap tinggi. Kegiatan ini terjadi lagi pada 26 dan 27 Oktober.1905Tidak ada keterangan waktu terjadi letusan. Tiap 20 menit terjadi bualan air danau kawah, semburan air berbentuk kerucut mencapai ketinggian lk 12 m.1908Pada 16 dan 17 Pebruari terjadi letusan air abu dan lumpur. Air sungai Betung tidak lama sesudahnya menjadi sepet.1921Dalam April, Japing mengunjungi kawah Dempo. Permukaan air danau naik berangsur-angsur seluruhnya ke atas. Kemudian timbul sebuah gumpalan uap tinggi menembus air. Setelah itu permukaan air danau turun kembali sampai permukaan asalnya. Menurut Stehn (1934, p.23), hal ini sama dengan kegiatan gunungapi bawah laut G.Krakatau dalam 1927-1930. Karena tembakan langsung dari tiang uap, sejumlah air naik tinggi.1922Pada 19 dan 20 Mei letusan kecil terjadi lk 1 menit lamanya. Awan uap besar membual.1926Pada 22 April G. Dempo, memperlihatkan kegiatannya. Pada 23 April terdengar suara gaduh (suara air jatuh). Dalam letusan ini mungkin sebagaian air danau kawah terlemparkan. Pada 24 April Pasirah Bumiagung mengunjungi kawah G.Dempo, dilihatnya bahwa dari dalam kawah membual uap dan tiap lima menit terdengar suara gaduh air mendidih, banyak batu dilemparkan.1934Pada 24 Januari siang hari di Perkebunan teh G. Dempo terjadi hujan abu, menyebabkan daun teh. Tampak seperti kena tetesan air kapur kemudian mengering. Pada 20 dan 21 Pebruari terjadi lagi hujan abu. Hujan abu yang terjadi dimalam hari 24-25 April menyebabkan kerusakan pada daun teh1936Pada malam hari 26-27 Nopember terjadi hujan abu berlumpur di kebun teh sebelah barat laut. Hujan belerang selama lebih dari ½ jam dan didahului suara gemuruh 3 kali.1939Letusan abu terjadi malam hari 18-19 Juli. Abu jatuh disebelah utara perkebunan teh G.Dempo. Tebal lapi
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Tanjung Sakti Pumi

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

just came back from hiking Mount Dempo (3159 MDPL)in South Sumatra. This is my first experience hike mount in Indonesia. The trek is quite hard. From Karya Jaya bus terminal of Palembang, take a bus Telaga Biru Putra to Pagaralam (about 7 hours) Ask the driver to take you to the house of pak Antoni Umar at tea plantation PTPN VII Pagaralam. As former tea plantation security and now guardian of dempo hikers, he will gladly give shelter and infos about Dempo. From here, next destination is Kampung IV (4th village). The road from PTPN to the village is in bad condition, only truck or 4-wd cars can reach it. Another option is hire ojek/motorcycle taxi to K4. The truck will leave PTPN around 6.30am. At K4 or pak anton better to hire guide as it's quite difficult to find the track to pintu rimba/starting point. The route is pintu rimba-shelter 1-shelter 2-top Dempo. It takes 6-8 hours to reach top Dempo. From that point, go down to Pelataran, the meadow between top Dempo and top Merapi. Then hike for 20 minutes to reach the top of Merapi/3159asl and you can see the crater if the weather is clear. Water source can be found at shelter 1, 2 and Pelataran. During my visit, weather quite cloudy, no clear view. Means that i have to come back again for the view. I am solo traveler, during the journey, meet 1 of the local that really helpful and 4 guys of MAPALA Universitas Sriwijaya. We become one team for the hiking and only us hike for that day. 16/09/2017-17/09/2017.
Yatie Winx

Yatie Winx

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Tanjung Sakti Pumi

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
vibes nya seperti puncak bogor tahun 90an.. masih asri, segar,dan lebuh dingin dr puncak bogor itu
Dewi Sartika

Dewi Sartika

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Tanjung Sakti Pumi

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Cara Mencapai Puncak Daerah terdekat untuk mencapai puncak G. Dempo yang masih bisa dilalui kendaraan adalah daerah perkebunan teh Dempo, terletak di lereng Timur pada ketinggian lk.1665m dpl. Untuk mencapai puncak kawah dari perkampungan terakhir diperlukan waktu 5 - 7 jam. Sedangkan kota terdekat dari perkebunan teh Dempo adalah kota Pagaralam, jaraknya lebih kurang10 km, waktu tempuh antara perkebunan teh Dempo dan kota Pagaralam sekitar ½ jam. Kota Pagaralam bisa dicapai lewat jalan darat dari Kota Palembang - Muara Enim - Lahat ï- Pagar Alam. Wisata Potensi wisata yang terdapat di sekitar G. Dempo terdiri dari wisata alam dan wisata Cagar budaya. Terdapat empat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, yaitu: Kawah Puncak G. Dempo, Kawasan Perkebunan teh Dempo, Air Terjun Singga Kudai dan Air Terjun Lawang Agung. Sedangkan wisata cagar budaya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu terdiri dari situs Arca manusia Dandolmen, komplek Megalitik Tanjung Aro, dan Komplek Megalitik Tinggi Hari. SEJARAH LETUSAN Letusan G.Dempo yang tercatat dalam sejarah menurut Neumann Van Padang (1951) dan Stehn (1934 dan 1940) 1818Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Mengakibatkan sebagian hutan rusak, puncaknya menjadi gundul dan kering, pohon-pohon kayu sebagian terbakar dan roboh.1839Tidak ada keterangan tanggal terjadinya. Dari kawah tampak nyala sinar api. Kegiatan ini disertai suara gemuruh. Cabang kayu besar di bagian puncak patah-patah dan terbakar.1853Letusan terjadi pada 1 Januari Keterangan lebih lanjut tidak diketahui.1879Pada 18 Mei di daerah Pasumah terdengar suara letusan selama lk 10 detik. Kemudian seketika terlihat sebuah tiang asap berwarna hitam.1880Kejadian terjadi dalam bulan Mei.1881Pada 16 Pebruari telah terjadi getaran tanah yang ringan, terdengar suara gemuruh. Dalam Desember tampak tiang asap membumbung dari kawah.1884Dentuman seperti suara tembakan meriam terdengar dalam Juni dari arah G. Dempo. Dalam bulan Juli berulang-ulang awan asap membumbung dari kawah.1895Pada 2 Juli mengepul sebuah tiang asap, sedikit hujan abu jatuh di sekitarnya. Pada 30 September terjadi dua kali letusan abu dan lumpur, dentuman terdengar satu kali.1900Pada 4 Juni terdengar dentuman seperti tembakan meriam dari arah G.dempo, kemudian membumbung tiang asap tinggi. Kegiatan ini terjadi lagi pada 26 dan 27 Oktober.1905Tidak ada keterangan waktu terjadi letusan. Tiap 20 menit terjadi bualan air danau kawah, semburan air berbentuk kerucut mencapai ketinggian lk 12 m.1908Pada 16 dan 17 Pebruari terjadi letusan air abu dan lumpur. Air sungai Betung tidak lama sesudahnya menjadi sepet.1921Dalam April, Japing mengunjungi kawah Dempo. Permukaan air danau naik berangsur-angsur seluruhnya ke atas. Kemudian timbul sebuah gumpalan uap tinggi menembus air. Setelah itu permukaan air danau turun kembali sampai permukaan asalnya. Menurut Stehn (1934, p.23), hal ini sama dengan kegiatan gunungapi bawah laut G.Krakatau dalam 1927-1930. Karena tembakan langsung dari tiang uap, sejumlah air naik tinggi.1922Pada 19 dan 20 Mei letusan kecil terjadi lk 1 menit lamanya. Awan uap besar membual.1926Pada 22 April G. Dempo, memperlihatkan kegiatannya. Pada 23 April terdengar suara gaduh (suara air jatuh). Dalam letusan ini mungkin sebagaian air danau kawah terlemparkan. Pada 24 April Pasirah Bumiagung mengunjungi kawah G.Dempo, dilihatnya bahwa dari dalam kawah membual uap dan tiap lima menit terdengar suara gaduh air mendidih, banyak batu dilemparkan.1934Pada 24 Januari siang hari di Perkebunan teh G. Dempo terjadi hujan abu, menyebabkan daun teh. Tampak seperti kena tetesan air kapur kemudian mengering. Pada 20 dan 21 Pebruari terjadi lagi hujan abu. Hujan abu yang terjadi dimalam hari 24-25 April menyebabkan kerusakan pada daun teh1936Pada malam hari 26-27 Nopember terjadi hujan abu berlumpur di kebun teh sebelah barat laut. Hujan belerang selama lebih dari ½ jam dan didahului suara gemuruh 3 kali.1939Letusan abu terjadi malam hari 18-19 Juli. Abu jatuh disebelah utara perkebunan teh G.Dempo. Tebal lapi
nugraha latri

nugraha latri

See more posts
See more posts