MT. TAMPOMAS
Bersama tim hore, saya mendaki gunung ini, 5 - 7 Februari 2021. 9 Orang. (Saya 'Moca', Bunda Ade, Bunda Hikmah, Om Tyo, Mas Gena, Mas Reksa, Mas Cecep, Mas, Kusman, Mas Atta).
Cobaan mendaki yang sangat luar biasa, dari awal sampai di pos 1 sudah diguyur hujan yang sangat lebat, sampai-sampai ada niatan untuk membatalkan naik, tapi dengan semangat dan tekad yang kuat, kami bersembilan memutuskan tetap naik, dengan persiapan lengkap dan solidaritas tim. Guyuran hujan tidak memadamkan semangat kami untuk terus melaju sampai puncak. Di pos 2 ada warung yang sangat luas, bisa untuk tempat istirahat sejenak. Ada toilet juga tempat sholat. Bisa camp juga di pos 2. Meski guyuran hujan turun terus menerus, kami tetap melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 4. Di sepanjang jalur dari pos 2 ke pos 4, masih banyak berdiri pohon-pohon kokoh dan rindang, ditambah kabut dan guyuran hujan menambah kesan angker yang menyejukkan kalbu dan mata. Luar biasa indah. Dan menyenangkan. Sesekali kami mengambil gambar di saat hujan sedikit reda. Gunung yang masih asri dengan trek yang luar biasa. Jangan anggap enteng meski hanya 1684 mdpl. Sanghyang Tikoro dan tanjakan lainnya siap menanti ketangguhan para pendaki. Keesokan harinya, kami memutuskan untuk tetap naik ke puncak, awal perjalanan hujan belum turun, tetapi baru beberapa langkah ke atas, hujan mulai deras. Bahkan pas sampai di puncak, hujan badai, angin kencang. Tapi Alhamdulillah masih bisa mengabadikan momen kebersamaan kami di puncak gunung Tampomas, meski berbalut kabut dan hujan. Muncak di saat musim hujan, harus membawa perlengkapan extra. Keamanan dan...
Read moreCeloteh Camar Tolol dan Cemar (Iwan Fals, Sumbang, 1982)
Api menjalar dari sebuah kapal Jerit ketakutan Keras melebihi gemuruh gelombang Yang datang
Sejuta lumba lumba mengawasi cemas Risau camar membawa kabar Tampomas terbakar Risau camar memberi salam Tampomas Dua tenggelam
Asap kematian Dan bau daging terbakar Terus menggelepar dalam ingatan
Hatiku rasa Bukan takdir tuhan Karena aku yakin itu tak mungkin
Korbankan ratusan jiwa Mereka yang belum tentu berdosa Korbankan ratusan jiwa Demi peringatan manusia
Korbankan ratusan jiwa Mereka yang belum tentu berdosa Korbankan ratusan jiwa Demi peringatan manusia
Bukan bukan itu Aku rasa kita pun tahu Petaka terjadi Karena salah kita sendiri
Datangnya pertolongan Yang sangat diharapkan Bagai rindukan bulan Lamban engkau pahlawan Celoteh sang camar
Bermacam alasan Tak mau kami dengar Di pelupuk mata hanya terlihat Jilat api dan jerit penumpang kapal
Tampomas sebuah kapal bekas Tampomas terbakar di laut lepas Tampomas tuh penumpang terjun bebas Tampomas beli lewat jalur culas Tampomas hati siapa yang tak panas Tampomas kasus ini wajib tuntas Tampomas koran koran seperti amblas Tampomas pahlawanmu kurang tangkas Tampomas cukup...
Read moreMount Tampomas is located in the north of the Sumedang Regency area. Administratively, the Tampomas area is located in five sub-districts, namely Buahdua, Conggeang, Paseh, Cimalaka and Tanjungkerta. The area of Mount Tampomas Nature Park is...
Read more