HTML SitemapExplore

Tomb of Sunan Gunung Jati โ€” Local services in West Java

Name
Tomb of Sunan Gunung Jati
Description
Cirebon is a port city in northern West Java, Indonesia. At its center are 2 historic palaces: the 16th-century Keraton Kasepuhan, home of the Sultan of Kasepuhan, and the 17th-century Keraton Kanoman. Between them lies the 15th-century Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan (Great Mosque of Cirebon). Taman Sari Gua Sunyaragi (Sunyaragi Cave) is an 18th-century water palace.
Nearby attractions
Puser Bumi Gunung Jati
8GHV+F5P, Astana, Gunungjati, Cirebon, West Java 45151, Indonesia
Pasanggrahan Prabu Siliwangi
Jatimerta, Gunungjati, Cirebon, West Java 45151, Indonesia
Nearby restaurants
Kedai Waroeng 467
Jl. Sunan Gn. Jati No.14, Astana, Kec. Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45151, Indonesia
Nearby local services
Gunung Semar
8GJR+3JG, Jl. Sunan Gn. Jati, Jatimerta, Kec. Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45151, Indonesia
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Tomb of Sunan Gunung Jati tourism.Tomb of Sunan Gunung Jati hotels.Tomb of Sunan Gunung Jati bed and breakfast. flights to Tomb of Sunan Gunung Jati.Tomb of Sunan Gunung Jati attractions.Tomb of Sunan Gunung Jati restaurants.Tomb of Sunan Gunung Jati local services.Tomb of Sunan Gunung Jati travel.Tomb of Sunan Gunung Jati travel guide.Tomb of Sunan Gunung Jati travel blog.Tomb of Sunan Gunung Jati pictures.Tomb of Sunan Gunung Jati photos.Tomb of Sunan Gunung Jati travel tips.Tomb of Sunan Gunung Jati maps.Tomb of Sunan Gunung Jati things to do.
Tomb of Sunan Gunung Jati things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Tomb of Sunan Gunung Jati
IndonesiaWest JavaTomb of Sunan Gunung Jati

Basic Info

Tomb of Sunan Gunung Jati

Jl. Makam Jl. Sunan Gn. Jati, Astana, Kec. Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45151, Indonesia
4.1(751)
Closed
Save
spot

Ratings & Description

Info

Cirebon is a port city in northern West Java, Indonesia. At its center are 2 historic palaces: the 16th-century Keraton Kasepuhan, home of the Sultan of Kasepuhan, and the 17th-century Keraton Kanoman. Between them lies the 15th-century Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan (Great Mosque of Cirebon). Taman Sari Gua Sunyaragi (Sunyaragi Cave) is an 18th-century water palace.

Cultural
Family friendly
attractions: Puser Bumi Gunung Jati, Pasanggrahan Prabu Siliwangi, restaurants: Kedai Waroeng 467, local businesses: Gunung Semar
logoLearn more insights from Wanderboat AI.
Open hoursSee all hours
Thu8 AM - 4 PMClosed

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in West Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in West Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in West Java
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Nearby attractions of Tomb of Sunan Gunung Jati

Puser Bumi Gunung Jati

Pasanggrahan Prabu Siliwangi

Puser Bumi Gunung Jati

Puser Bumi Gunung Jati

4.6

(46)

Open 24 hours
Click for details
Pasanggrahan Prabu Siliwangi

Pasanggrahan Prabu Siliwangi

4.5

(88)

Open until 12:00 AM
Click for details

Nearby restaurants of Tomb of Sunan Gunung Jati

Kedai Waroeng 467

Kedai Waroeng 467

Kedai Waroeng 467

5.0

(1)

Open until 12:00 AM
Click for details

Nearby local services of Tomb of Sunan Gunung Jati

Gunung Semar

Gunung Semar

Gunung Semar

4.7

(21)

Click for details
Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

ยฉ 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Tomb of Sunan Gunung Jati

4.1
(751)
avatar
1.0
1y

Sampai tempat Ziyaroh Santri2 kami pada kesurupan,ini dijahili biar kesurupan ya,UNSUR SENGAJA KAH?? KARENA DARI KAMI ADA YG PROTES TTG TINGGINYA MEMATOK HARGA AGAR BISA ZIYAROH???

Singkat crta kami& santriยฒ setelah ziyaroh jateng langsung ziyaroh ke JABAR,kami niat ziyaroh di sunan gunung jati,sampai disana bukan kenyamanan ibadah yg kami trima,tapi penindasan,cacian,hinaan,kataยฒ kasar

pemerintah setempat ga ada gitu niat mau benahi,mengamankean nertibkan lah pungliยฒ mengatas namakan sodaqoh,sodaqoh kok maksa,triak2,mndelikยฒ ,dibawah sebelum kami naik keatasa utk ziyaroh dah dcegatin sama orang yg kelakuanya persis spt preman2 mengatasnamakan panitia sodaqoh,maksa bahasanya kasar,teriakยฒ,apa etis dit4 Ziyaroh ada petugasยฒ spt itu,,ni petugas/preman??

satu bis dimintai 100ribu jika mau ziyaroh sampai ke atas,bisa dibayangkan kami 10 bis,sdh nego minta keringanan tdk dpat malah kami dapati kataยฒ cacian,ahirny kami berikan,Langsung tu dengan pongahnya mereka nerima 1juta tanpa mereka ucap terimakasih,sepanjang prjalanan masih saja trus ada pengemisยฒ dewasa,anak,dan bahkan ini org2 dewasa lo yg narikยฒ dompet,sampe hp bahkan tas pengunjung ziyaroh ,sampai atas trnyata Qt masih dbohongin dilewatkan pintu belakang,Astaghfirulloooooh,kok spt ini ya kelakuan mereka pribuminya di makam Wali lho,kami rombongan santri putri2 dcegatin,tangan mereka menghalang2ngi,mmbuat santri histeris,sampai atas t4 utk ziyaroh duduk tahlilan,santri2 ada yg kesurupan,saya &teman2 yg indigo sudah feling ni sprti tdk baik,spt dkerjai kami ini,apa ini dbuatยฒ ulah mereka,lho kok ktika kami sudah selesai ziyaroh,turun kebawah papasan dg mereka,df santainya mereka yg menerima uang 1jta dari kami,mengolok olok ""pada kesurupan kan,rasain,mau kesurupan lagi"

astaghfirulloh,TOLONG LAH INI PEMERINTAH SETEMPAT,saya tidak bermaksud menjelekยฒkan siapapun,TOLONG PEMERINTAH MEMBENAHI,MALU LAH MAKAM WALI KOK DJADIKAN SPT JARAHAN,Sodaqoh pun tidak mematok harga,satu rombongan kok sampai jutaยฒan,smg ada tanggapan penertiban oleh pemerintah stempat,agar tidak terus sperti ini,jika suatu saat saya ziyaroh kok sudah baikยฒ saja,aman&nyaman maka ulasan...

ย ย ย Read more
avatar
2.0
1y

Nilai plusnya sebenernya tempatnya sakral dan bersih, masjid juga megah, adem, tempat wudhu sama toilet memadai, view di masjid bagus tapi yang bikin nilai minusnya ga nyaman sama pengemisnya dengan embel2 "minta sedekahnya, biar hidup lancar" yang tadinya niat ziarah sama berbagi rezeki tapi kalo dipalak kaya gitu jadi ngerasa ga ikhlas bukan karena uangnya tapi cara mintanya bikin risih sama terpaksa, ditambah baju ditarik tarik, padahal sepanjang jalan aku sama suami kasih uang meskipun ga terbagi rata, tapi masih disebut "jangan bohong, pasti ada receh" "eh jangan pura2 ga denger, sini minta uang seikhlasnya" "jangan suka nipu, pasti punya duit kan" "itu mbaknya belom, baru suaminya yang ngasih" Sepanjang aku jalan dapet perlakuan dan perkataan kaya gitu. Serasa maling, diteriakin sana sini mana bukan 1 atau 2 orang, sepanjang jalan orang minta sedekah semua sambil narik2 dan dorong, padahal itu tempat yang harusnya bersih dari pungli, bersih dari oknum. Tempat ziarah kok serasa sarang preman, semoga pemda setempat bisa mengedukasi apalagi menertibkan pungli kaya gitu. Maaf bukan mau merusak atau menjatuhkan citra Makam Sunan Gunung Jati, tapi yang ga bisa diterimanya itu para oknum pengemis yang mencemarkan tempat ziarah yang harusnya sakral, damai, khusyuk, malah bikin trauma peziarah. Kalo yang dagang it's ok wajar mau sebanyak apapun kiosnya, beda lagi sama pengemis. Kalo kita harus nolong fakir miskin, fakir miskin yang gimana dulu? Kalo yang mintanya ga maksa aku masih aman, ini yang udah maksa dan ngeluarin kata yang bikin ga nyaman kayanya harus ditindak, eh pas pulang lagi pada ngitung hasil banyak banget๐Ÿ˜„Memang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, tapi ini? Lebih menjurus ke arah menghalalkan segala cara buat dapet uang ditempat ziarah. Tuhkan hatinya jadi kotor, marah2 disini๐Ÿ˜„ Maaf YaAllah, niatnya biar pemda setempat bisa...

ย ย ย Read more
avatar
5.0
6y

Dalam rangkaian ziarah makam wali 9, makam Sunan Gunung Jati ini adalah yg terakhir saya kunjungi. Karena tidak bersama rombongan, saya banyak mencari informasi tentang makam ini. Setelah membaca review di sini, sempat khawatir & ngeri juga tentang pengemis-pengemis rusuh yg jumlahnya katanya ada ratusan dan banyak pungli juga. Tapi bismillah, saya niatkan untuk berziarah lillahi ta'alla, saya mohon kemudahan dari Allah untuk berziarah. Alhamdulillah apa yg terjadi di sana benar-benar 180 derajat berbeda dengan apa yang saya baca dari semua review-review yang ada.

Kami sampai di sana sekitar ba'da isya, kami juga sudah menyiapkan receh banyak untuk pengemis-pengemis dan kotak-kotak amal itu. Yg saya bayangkan sebelumnya, dari parkir mobil ke makam itu jaraknya jauh sekali, tapi ternyata tidak... Sangat pendek sekali.

Begitu hendak memasuki komplek, memang ada beberapa orang yg meminta-minta, mungkin sekitar 8 orang, tapi mereka tidak bar-bar... mereka hanya duduk teratur di kanan kiri jalan sambil menyodorkan kotak mereka masing-masing. Kami hanya tersenyum dan memberikan tanda "maaf", dan mereka santai saja, tidak ada tarik-menarik baju sama sekali atau suara-suara teriakan mereka.

Begitu masuk gerbang makam, di sepanjang jalan memang berjejer kotak-kotak amal besar-besar, tapi tidak ditunggui dan tidak ada yg memaksa untuk memberi sedekah. Khusus untuk kotak-kotak amal yg dijaga oleh petugas-petugas yg memakai seragam keraton, juga tidak ada yg memaksa sama sekali, mereka juga tidak mengingatkan kami untuk memberi sedekah.

Dan anehnya, sewaktu kami hendak keluar parkir, sama sekali tak ada yg menarik uang parkir mobil kepada kami. Padahal sempat kami tunggui itu tukang parkirnya untuk bayar parkir.

Alhamdulillah semuanya dimudahkan.

Semoga semua yg berniat untuk berziarah di sini dimudahkan...

ย ย ย Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

MeMe
Dalam rangkaian ziarah makam wali 9, makam Sunan Gunung Jati ini adalah yg terakhir saya kunjungi. Karena tidak bersama rombongan, saya banyak mencari informasi tentang makam ini. Setelah membaca review di sini, sempat khawatir & ngeri juga tentang pengemis-pengemis rusuh yg jumlahnya katanya ada ratusan dan banyak pungli juga. Tapi bismillah, saya niatkan untuk berziarah lillahi ta'alla, saya mohon kemudahan dari Allah untuk berziarah. Alhamdulillah apa yg terjadi di sana benar-benar 180 derajat berbeda dengan apa yang saya baca dari semua review-review yang ada. Kami sampai di sana sekitar ba'da isya, kami juga sudah menyiapkan receh banyak untuk pengemis-pengemis dan kotak-kotak amal itu. Yg saya bayangkan sebelumnya, dari parkir mobil ke makam itu jaraknya jauh sekali, tapi ternyata tidak... Sangat pendek sekali. Begitu hendak memasuki komplek, memang ada beberapa orang yg meminta-minta, mungkin sekitar 8 orang, tapi mereka tidak bar-bar... mereka hanya duduk teratur di kanan kiri jalan sambil menyodorkan kotak mereka masing-masing. Kami hanya tersenyum dan memberikan tanda "maaf", dan mereka santai saja, tidak ada tarik-menarik baju sama sekali atau suara-suara teriakan mereka. Begitu masuk gerbang makam, di sepanjang jalan memang berjejer kotak-kotak amal besar-besar, tapi tidak ditunggui dan tidak ada yg memaksa untuk memberi sedekah. Khusus untuk kotak-kotak amal yg dijaga oleh petugas-petugas yg memakai seragam keraton, juga tidak ada yg memaksa sama sekali, mereka juga tidak mengingatkan kami untuk memberi sedekah. Dan anehnya, sewaktu kami hendak keluar parkir, sama sekali tak ada yg menarik uang parkir mobil kepada kami. Padahal sempat kami tunggui itu tukang parkirnya untuk bayar parkir. Alhamdulillah semuanya dimudahkan. Semoga semua yg berniat untuk berziarah di sini dimudahkan juga. Aamiin.
Your browser does not support the video tag.
Delta RahwandaDelta Rahwanda
Yang sangat mengganggu adalah petugas kotak amal yang memaksa dan kalau tidak diberi mengeluarkan kalimat umpatan. Hal seperti ini mengurangi nilai sakralitas makam. Harap ditertipkan.
galih akademikgalih akademik
Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana GunungJati Cirebon. Lokasi ini dikelola oleh Kerabat keturunan Sultan Gunung Jati. Sebenarnya terdapat 9 pintu. Antara lain yaitu pintu Gapura, pintu Krapyak, pintu Pasujudan, pintu Ratnakomala, pintu Jinem, pintu Rararoga, pintu Kaca, pintu Bacem, dan pintu Teratai. pengunjung hanya sampai pasujudan saja, selebihnya hanya keluarga kraton yang boleh, kecuali ada tiket khusus yang lumayan wah ๐Ÿ˜ฌ. Dari tingkat pintu 8 ke atas adalah makam-makam sultan keturunan Syarif Hidayatullah. Di sebelahnya terdapat masjid kuno yang ketika menuju ke sana harus melewati lorong kampung kecil penuh dengan orang tua. Beliau yang disebut Sunan Gunung Jati adalah asli lahir di Makkah keturunan Syarif Abdullah/Sultan Maulana di Mesir dan Nyai Rara Santang putri Prabu Siliwangi dari Padjajaran. Salah satu Walisongo ini kembali ke Jawa menemui pamannya Cakrabuana/Walangsungsang, dan setelah nyantri dan menggantikan Sunan Ampel memerintah di Cirebon dan memindahkan pusat kegiatan Walisongo. Beberapa kali menyerang Portugis dan selepas Demak lemah kemudian membesarkan Kesultanan Cirebon yang lalu terbagi menjadi Kasepuhan, Kanoman, dan Kaceribonan. Setiap hari makam buka 24 jam dan selalu ramai. Namun banyaknya peminta sumbangan dan kotak amal menjadikan warna sendiri. Mereka sembunyi dibalik wasiat ingsun titip tajug lan Fakir Miskin. Sampai dengan saat ini belum ditertibkan oleh pemerintah setempat ataupun pihak keraton. Jadi ekstra sabar, ikhlas dan hati-hati ya jika berkunjung. Kompleks pemakaman ini tidak terlalu naik tinggi, sehingga terasa dekat demgan parkiran. Di sekelilingnya sudah banyak pedagang dan telah dibangun masjid besar indah di jalan masuk besar menuju makam. Maaf foto seadanya #kilasdokumenter #literasyikgalih @galih.wib
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in West Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Dalam rangkaian ziarah makam wali 9, makam Sunan Gunung Jati ini adalah yg terakhir saya kunjungi. Karena tidak bersama rombongan, saya banyak mencari informasi tentang makam ini. Setelah membaca review di sini, sempat khawatir & ngeri juga tentang pengemis-pengemis rusuh yg jumlahnya katanya ada ratusan dan banyak pungli juga. Tapi bismillah, saya niatkan untuk berziarah lillahi ta'alla, saya mohon kemudahan dari Allah untuk berziarah. Alhamdulillah apa yg terjadi di sana benar-benar 180 derajat berbeda dengan apa yang saya baca dari semua review-review yang ada. Kami sampai di sana sekitar ba'da isya, kami juga sudah menyiapkan receh banyak untuk pengemis-pengemis dan kotak-kotak amal itu. Yg saya bayangkan sebelumnya, dari parkir mobil ke makam itu jaraknya jauh sekali, tapi ternyata tidak... Sangat pendek sekali. Begitu hendak memasuki komplek, memang ada beberapa orang yg meminta-minta, mungkin sekitar 8 orang, tapi mereka tidak bar-bar... mereka hanya duduk teratur di kanan kiri jalan sambil menyodorkan kotak mereka masing-masing. Kami hanya tersenyum dan memberikan tanda "maaf", dan mereka santai saja, tidak ada tarik-menarik baju sama sekali atau suara-suara teriakan mereka. Begitu masuk gerbang makam, di sepanjang jalan memang berjejer kotak-kotak amal besar-besar, tapi tidak ditunggui dan tidak ada yg memaksa untuk memberi sedekah. Khusus untuk kotak-kotak amal yg dijaga oleh petugas-petugas yg memakai seragam keraton, juga tidak ada yg memaksa sama sekali, mereka juga tidak mengingatkan kami untuk memberi sedekah. Dan anehnya, sewaktu kami hendak keluar parkir, sama sekali tak ada yg menarik uang parkir mobil kepada kami. Padahal sempat kami tunggui itu tukang parkirnya untuk bayar parkir. Alhamdulillah semuanya dimudahkan. Semoga semua yg berniat untuk berziarah di sini dimudahkan juga. Aamiin.
Me

Me

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in West Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Yang sangat mengganggu adalah petugas kotak amal yang memaksa dan kalau tidak diberi mengeluarkan kalimat umpatan. Hal seperti ini mengurangi nilai sakralitas makam. Harap ditertipkan.
Delta Rahwanda

Delta Rahwanda

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in West Java

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana GunungJati Cirebon. Lokasi ini dikelola oleh Kerabat keturunan Sultan Gunung Jati. Sebenarnya terdapat 9 pintu. Antara lain yaitu pintu Gapura, pintu Krapyak, pintu Pasujudan, pintu Ratnakomala, pintu Jinem, pintu Rararoga, pintu Kaca, pintu Bacem, dan pintu Teratai. pengunjung hanya sampai pasujudan saja, selebihnya hanya keluarga kraton yang boleh, kecuali ada tiket khusus yang lumayan wah ๐Ÿ˜ฌ. Dari tingkat pintu 8 ke atas adalah makam-makam sultan keturunan Syarif Hidayatullah. Di sebelahnya terdapat masjid kuno yang ketika menuju ke sana harus melewati lorong kampung kecil penuh dengan orang tua. Beliau yang disebut Sunan Gunung Jati adalah asli lahir di Makkah keturunan Syarif Abdullah/Sultan Maulana di Mesir dan Nyai Rara Santang putri Prabu Siliwangi dari Padjajaran. Salah satu Walisongo ini kembali ke Jawa menemui pamannya Cakrabuana/Walangsungsang, dan setelah nyantri dan menggantikan Sunan Ampel memerintah di Cirebon dan memindahkan pusat kegiatan Walisongo. Beberapa kali menyerang Portugis dan selepas Demak lemah kemudian membesarkan Kesultanan Cirebon yang lalu terbagi menjadi Kasepuhan, Kanoman, dan Kaceribonan. Setiap hari makam buka 24 jam dan selalu ramai. Namun banyaknya peminta sumbangan dan kotak amal menjadikan warna sendiri. Mereka sembunyi dibalik wasiat ingsun titip tajug lan Fakir Miskin. Sampai dengan saat ini belum ditertibkan oleh pemerintah setempat ataupun pihak keraton. Jadi ekstra sabar, ikhlas dan hati-hati ya jika berkunjung. Kompleks pemakaman ini tidak terlalu naik tinggi, sehingga terasa dekat demgan parkiran. Di sekelilingnya sudah banyak pedagang dan telah dibangun masjid besar indah di jalan masuk besar menuju makam. Maaf foto seadanya #kilasdokumenter #literasyikgalih @galih.wib
galih akademik

galih akademik

See more posts
See more posts