Sampai tempat Ziyaroh Santri2 kami pada kesurupan,ini dijahili biar kesurupan ya,UNSUR SENGAJA KAH?? KARENA DARI KAMI ADA YG PROTES TTG TINGGINYA MEMATOK HARGA AGAR BISA ZIYAROH???
Singkat crta kami& santriยฒ setelah ziyaroh jateng langsung ziyaroh ke JABAR,kami niat ziyaroh di sunan gunung jati,sampai disana bukan kenyamanan ibadah yg kami trima,tapi penindasan,cacian,hinaan,kataยฒ kasar
pemerintah setempat ga ada gitu niat mau benahi,mengamankean nertibkan lah pungliยฒ mengatas namakan sodaqoh,sodaqoh kok maksa,triak2,mndelikยฒ ,dibawah sebelum kami naik keatasa utk ziyaroh dah dcegatin sama orang yg kelakuanya persis spt preman2 mengatasnamakan panitia sodaqoh,maksa bahasanya kasar,teriakยฒ,apa etis dit4 Ziyaroh ada petugasยฒ spt itu,,ni petugas/preman??
satu bis dimintai 100ribu jika mau ziyaroh sampai ke atas,bisa dibayangkan kami 10 bis,sdh nego minta keringanan tdk dpat malah kami dapati kataยฒ cacian,ahirny kami berikan,Langsung tu dengan pongahnya mereka nerima 1juta tanpa mereka ucap terimakasih,sepanjang prjalanan masih saja trus ada pengemisยฒ dewasa,anak,dan bahkan ini org2 dewasa lo yg narikยฒ dompet,sampe hp bahkan tas pengunjung ziyaroh ,sampai atas trnyata Qt masih dbohongin dilewatkan pintu belakang,Astaghfirulloooooh,kok spt ini ya kelakuan mereka pribuminya di makam Wali lho,kami rombongan santri putri2 dcegatin,tangan mereka menghalang2ngi,mmbuat santri histeris,sampai atas t4 utk ziyaroh duduk tahlilan,santri2 ada yg kesurupan,saya &teman2 yg indigo sudah feling ni sprti tdk baik,spt dkerjai kami ini,apa ini dbuatยฒ ulah mereka,lho kok ktika kami sudah selesai ziyaroh,turun kebawah papasan dg mereka,df santainya mereka yg menerima uang 1jta dari kami,mengolok olok ""pada kesurupan kan,rasain,mau kesurupan lagi"
astaghfirulloh,TOLONG LAH INI PEMERINTAH SETEMPAT,saya tidak bermaksud menjelekยฒkan siapapun,TOLONG PEMERINTAH MEMBENAHI,MALU LAH MAKAM WALI KOK DJADIKAN SPT JARAHAN,Sodaqoh pun tidak mematok harga,satu rombongan kok sampai jutaยฒan,smg ada tanggapan penertiban oleh pemerintah stempat,agar tidak terus sperti ini,jika suatu saat saya ziyaroh kok sudah baikยฒ saja,aman&nyaman maka ulasan...
ย ย ย Read moreNilai plusnya sebenernya tempatnya sakral dan bersih, masjid juga megah, adem, tempat wudhu sama toilet memadai, view di masjid bagus tapi yang bikin nilai minusnya ga nyaman sama pengemisnya dengan embel2 "minta sedekahnya, biar hidup lancar" yang tadinya niat ziarah sama berbagi rezeki tapi kalo dipalak kaya gitu jadi ngerasa ga ikhlas bukan karena uangnya tapi cara mintanya bikin risih sama terpaksa, ditambah baju ditarik tarik, padahal sepanjang jalan aku sama suami kasih uang meskipun ga terbagi rata, tapi masih disebut "jangan bohong, pasti ada receh" "eh jangan pura2 ga denger, sini minta uang seikhlasnya" "jangan suka nipu, pasti punya duit kan" "itu mbaknya belom, baru suaminya yang ngasih" Sepanjang aku jalan dapet perlakuan dan perkataan kaya gitu. Serasa maling, diteriakin sana sini mana bukan 1 atau 2 orang, sepanjang jalan orang minta sedekah semua sambil narik2 dan dorong, padahal itu tempat yang harusnya bersih dari pungli, bersih dari oknum. Tempat ziarah kok serasa sarang preman, semoga pemda setempat bisa mengedukasi apalagi menertibkan pungli kaya gitu. Maaf bukan mau merusak atau menjatuhkan citra Makam Sunan Gunung Jati, tapi yang ga bisa diterimanya itu para oknum pengemis yang mencemarkan tempat ziarah yang harusnya sakral, damai, khusyuk, malah bikin trauma peziarah. Kalo yang dagang it's ok wajar mau sebanyak apapun kiosnya, beda lagi sama pengemis. Kalo kita harus nolong fakir miskin, fakir miskin yang gimana dulu? Kalo yang mintanya ga maksa aku masih aman, ini yang udah maksa dan ngeluarin kata yang bikin ga nyaman kayanya harus ditindak, eh pas pulang lagi pada ngitung hasil banyak banget๐Memang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah, tapi ini? Lebih menjurus ke arah menghalalkan segala cara buat dapet uang ditempat ziarah. Tuhkan hatinya jadi kotor, marah2 disini๐ Maaf YaAllah, niatnya biar pemda setempat bisa...
ย ย ย Read moreDalam rangkaian ziarah makam wali 9, makam Sunan Gunung Jati ini adalah yg terakhir saya kunjungi. Karena tidak bersama rombongan, saya banyak mencari informasi tentang makam ini. Setelah membaca review di sini, sempat khawatir & ngeri juga tentang pengemis-pengemis rusuh yg jumlahnya katanya ada ratusan dan banyak pungli juga. Tapi bismillah, saya niatkan untuk berziarah lillahi ta'alla, saya mohon kemudahan dari Allah untuk berziarah. Alhamdulillah apa yg terjadi di sana benar-benar 180 derajat berbeda dengan apa yang saya baca dari semua review-review yang ada.
Kami sampai di sana sekitar ba'da isya, kami juga sudah menyiapkan receh banyak untuk pengemis-pengemis dan kotak-kotak amal itu. Yg saya bayangkan sebelumnya, dari parkir mobil ke makam itu jaraknya jauh sekali, tapi ternyata tidak... Sangat pendek sekali.
Begitu hendak memasuki komplek, memang ada beberapa orang yg meminta-minta, mungkin sekitar 8 orang, tapi mereka tidak bar-bar... mereka hanya duduk teratur di kanan kiri jalan sambil menyodorkan kotak mereka masing-masing. Kami hanya tersenyum dan memberikan tanda "maaf", dan mereka santai saja, tidak ada tarik-menarik baju sama sekali atau suara-suara teriakan mereka.
Begitu masuk gerbang makam, di sepanjang jalan memang berjejer kotak-kotak amal besar-besar, tapi tidak ditunggui dan tidak ada yg memaksa untuk memberi sedekah. Khusus untuk kotak-kotak amal yg dijaga oleh petugas-petugas yg memakai seragam keraton, juga tidak ada yg memaksa sama sekali, mereka juga tidak mengingatkan kami untuk memberi sedekah.
Dan anehnya, sewaktu kami hendak keluar parkir, sama sekali tak ada yg menarik uang parkir mobil kepada kami. Padahal sempat kami tunggui itu tukang parkirnya untuk bayar parkir.
Alhamdulillah semuanya dimudahkan.
Semoga semua yg berniat untuk berziarah di sini dimudahkan...
ย ย ย Read more