Seperti namanya, galuh yang berarti intan, Restoran Dapur Galuh bak oase berkuliner di tengah teriknya udara Banjarmasin. Julukan oase bagi Dapur Galuh bukan hal yang mengada-ada. Coba tilik saja desain bangunan dan interiornya yang nyaman berkonsep green dan mengadopsi arsitektur Nusantara. Saung-saung dengan air yang mengalir di bawahnya dan memutari area resto mewujud seperti suasana resor karena di mana-mana sarat ditanami pepohonan yang rimbun. Owner memang serius mengolah resto yang merepresentasikan atmosfer Nusantara. Ada bentuk detail arsitektur yang mengadopsi rumah Banjar, Kalimantan, Bugis, Sunda, dan Bali. Termasuk unsur lokal untuk material-materialnya, seperti bambu dan batu bata yang dibeli langsung dari Bali atau atap rumbia dari Kalimantan Tengah dan Selatan. Oleh Karena itu untuk ukuran kawasan Banjarmasin, Dapur Galuh bisa dibilang istimewa karena banyak pula dikunjungi oleh tamu dari luar pulau. Apalagi berlokasi strategis yang hanya selemparan batu, berjarak lima hingga lima belas menit dari Bandara Syamsudin Noor. Sea food menjadi menu andalan Dapur Galuh, dan fresh kunci utamanya. Tak luput kepiting asap, bebek bakar madu, dan ikan patin bakar bambu tersisip sebagai favorit di antara menu masakan Nusantara yang diusung, ditemani minuman favorit jus kedondong. Sang chef andal yang βdibajakβ dari resto seafood ternama di Jakarta ataupun chef spesialis bakaran dari Makassar, membuat sajian Nusantara di sini banyak diincar dan cepat menjadi referensi word of mouth para pecinta kuliner. Yang terpenting pula, Dapur Galuh bertekad menjaga pasokan bahan berkualitas agar cita rasa yang lezat...
Β Β Β Read moreMinus: Kami tiba di resto ketika hujan deras, tidak ada staf yang bantu memayungi, padahal di pintu masuk resto banyak payung milik resto tergelatak di lantai. Harus menunggu 30 menit, makanan baru mulai dihidangkan. Padahal tamu tidak penuh. Seluang goreng crispy yang tidak crispy. Minta tambahan sambal, tapi harus 2x kami datangi ke meja pelayan untuk komplain. Saya sampai menawarkan diri untuk bantu ulek sambal supaya cepat. Akhirnya kami bawa sendiri sambalnya dari meja pelayan ke meja kami. Sayur kangkung ketinggalan, tidak dimasak. Jadi kami batalkan saja. Toilet kotor Ikan Gurame Terbang ada bau lumpur. Tidak ada permintaan maaf dari staff ketika saya komplain perihal no 2-4, senyum pun tidak terlihat.
Plus: Ikan jelawat bakar OK Rasa sambal enak Kelapa muda segar. Suasana asri dan parkir gratis dan luas.
Cocok untuk anda yang: sudah kelaparan sedangkan pusat kota masih masih jauh. ingin makan jelawat dan minum kelapa muda di tempat yang asri, mudah parkir dan gratis berkenan membayar lebih untuk pelayanan yang biasa saja. Penyabar. Tidak sedang buru-buru
Hopefully they can improve their service, cleanliness, hospitality and the taste...
Β Β Β Read moreMaaf kasih bintang 3 dulu
Kalo makanan enak apalagi bakaran nya,,, Suasana enak buat makan bareng keluarga. Ada tempat bermain untuk anak jadi anak anak ngak bosen kalo nunggu makanan.
Mungkin hal yg harus di benahi dr segi playanan pelayan nya
pesan kepiting asam manis ( sudah di ingatkan lebih dari 1 kali dan minta di catat jngan pedas, jngan ada lada karena buat anak kecil ) eh yang datang kepiting asam manis nya pedas, klo buat orang tua sih oke saja
meja gajebo kami makan juga kemaren masih kotor, pas dibersihkan pake tisu basah ketauan kotoran nya nempel
piring makan ada 2 yang masih berminyak
sama kesini kemren mau pesan menu cacapan mangga nya, sama pelayan disarankan menu laen karena nanti dia kata dpt free kok cacapan mangga nya,,,, datang mkanan ngak ada dtg itu cacapan, pas di dingetin oia bentar kata pelayan nya,,, pas dtg lagi eh cm smbal biasa, ternyata cacapan mangga nya abis kata nya... Harus nya dr awal aja bilang kalo abis πππ
Semoga bisa diperbaiki ya buat kedepan nya
Kalo soal rasa mkanan nya rekomended apalagi ikan jelawat...
Β Β Β Read more