Open bar, pakai gelas bukan sekali pakai untuk dine-in (ga tau lagi kalau pas rame). Espressonya pakai 60R : 40A, aman buat ristretto, bitternya ga terlalu nampak.
Btw barista yang bikinin kopiku namanya Mas Dava (atau Dafa?) yang udah 2x ini bikinin kopi dan aman buatku. Biasanya kan kalau aku minum robusta di atas 50%, bawaannya susah tidur. Yang ini nggak. Masih aman lah.
Trus lokasinya juga rapi, ada indoor & outdoor. Untuk outdoor, ada yang di luar area (kayak di trotoar gitu, atapnya macem kanopi), kesannya kayak coffee shop di luar negeri. Selain di luar area, ada juga yang di dalam area (di bawah atap gedung). Nah, yang semi-outdoor ini yang ada mini stage buat live music gitu.
Untuk yang indoor, warm tone-nya kerasa banget, apalagi kalau pas mau gelap dan lampunya dinyalain. Hangat banget kesannya.
Tempat duduk ada yang tinggi, ada yang sedang. Pertama dan kedua kali ke sana seingetku masih ada mainan anak2 kayak Uno blocks, tapi terakhir aku mampir ke sana lagi (pas kemarin, tanggal 2 Desember 2021), mainan buat anak2nya ga ada. Mungkin bisa diadain lagi ya sama The Echo'es.
Rest roomnya berupa toilet jongkok dan standing pisspot. Ada musholla juga.
Untuk makanan, selama aku ke sini, aku ga pernah kecewa sih. Waktu masak agak lama sih, tapi harga masih standar kafe. Udah beberapa kali ini aku pesen kopi, aman. Pesen mashed potato, aman (bahkan bagiku MASHED POTATO THE ECHO'ES ADALAH YANG TERBAIK dari yang pernah tak coba, walau presentasinya masih perlu 'dipermak' lagi sih, biar ga cuma berwarna putih kentang & keju aja). Pesen burger juga aman, padahal takeaway. Keren!!
Yang nyenengin tuh burger yang aku beli kan Classic Burger, cuma Rp25K isinya beef sih. Aku kira ya beef kayak yang biasanya aku makan gitu, banyak tepungnya, berasa kayak makan sosis pinggir jalan. Yang ini beda, pas aku gigit, eh kerasa banget dong dagingnya. Malah aku ngira ini full daging tanpa perekat apa-apa. Gilaaaa!!!
Ada lagi 1 yang nyenengin: liat presentasinya menu Honey Lemon (atau Lemon Honey ya?). Itu simpel banget dan entahlah, bagiku, keliatan berkelas dan layak jadi idola gitu. Kapan-kapan tak nyoba ah.
Sayangnya setiap kali ke sini, aku ga pernah kebagian live music (ya iyalah, berangkat keretaan dari Jombang jam 2 siang, nyampe sana jam 4 sore, sejam kemudian harus udah balik ke stasiun Tulungagung buat nunggu kereta pulang ke Jombang).
Trus juga karena lokasinya mungil (satu blok tempat duduk posisinya berdekatan dengan blok lain), pas ada rapat atau reservasi gathering di area indoor depan bar gitu, kesan crowdednya nambah. Awalnya meja bar adalah tempat yang aman untuk para introvert yang pingin bergaul, jadinya malah full noise.
Belum lagi kalau ada anak-anak kecil yang suka keluyuran, bisa terganggu nanti mereka yang rapat. Aku belum tanya sih gimana ketentuannya buat reservasi indoor. Apakah boleh ngeblok area atau ga.
Tapi yang jelas, The Echo'es Cafe bisa banget jadi jujugan pas dolan ke Tulungagung. Udah deket sama stasiun (jalan kaki ga sampe 5 menit), tempatnya asik, colokan ada, jual rokok juga (kabar gembira buat temen-temen perokok), makanan & minumannya enak pula. 😋
Sukses terus ya, The Echo'es Cafe...
Read moreEdit: kedatangan saya ke tiga kali nya ke tempat ini adalah weekend, tepat nya di hari sabtu. Tempat ramai di malam hari, jadi kami duduk di area luar (di pinggir area jalan). Ada live music dan seperti nya setiap weekend ada live music, pengunjung boleh bernyanyi juga. Kali ini saya memesan steak dan aglio lio, untuk steak seperti nya daging di kukus/rebus baru di bakar sehingga tidak juicy dan keset sekali rasa nya. Saya seperti memakan empal rasa di bakar. Untuk aglio lio nya kurang kaya rasa, isi nya hanya spagetti di tumis ada potongan cabe merah dan di tabur keju. Untuk minuman nya kami memesan kopi susu gula aren (terlalu manis di lidah saya) Dan hot chocolate, untuk hot chocolate nya enak sekali. Oh ya toilet nya bersih dan di sediakan mushola, sayang toilet nya jongkok.
Lokasi nya di dekat stasiun jadi sangat mudah di jangkau, hanya saja tidak tersedia parkiran. Sehingga parkir nya di jalan, datang ke tempat ini karena di rekomendasikan teman yang mengatakan pasta nya enak di sini. Dan ternyata benar, menu yang saya pesan carbonara dan chicken mushroom untuk pasta nya fettucini dan spagetti. Minum nya ice lemon tea dan ice chocolate. Mau bayar via debit card namun edc nya tidak bisa jadi akhir nya bayar cash. Ada area yang di luar tp ini pinggir jalan raya banget, lalu area dalam namun smoking area sehingga tidak ada AC dan ada ruang yang ber AC. Ruang yang smoking area tidak terlihat bersih mungkin karena pinggir jalan dan toko sudah agak lama ya. Kalau ruang dalam terlihat bersih nya. Harga ramah di kantong, ada menu yang saya tidak temui di tempat makan sejenis yaitu prawn cakwe Mayo. Anyway dua hari kemudian saya kembali lagi hanya untuk take away prawn...
Read moreMy favorite place to hanging out with my fellas. It's really worth it to spend your time with some delish beverage, both hot and cold, snacks, meals, and desserts. My favorite one, always, cafe au lait, it's totally different with the other coffee shop around the town. Banana chocolate could be another hot drink option if you...
Read more