Terngiang lagu Batang Hari sehabis ngopi di tempat ini, oy sayang. Lagu yang diciptakan oleh Ajis Sutan Sati ini menceritakan kisah tentang seorang laki-laki yang mencintai seorang perempuan. Hanya saja, kisah cinta tersebut berakhir menyedihkan karena perempuan yang dipuji laki-laki tersebut justru malah dipersunting oleh orang lain. Walau lagu yang teringat adalah lagu sedih, lirik yang terus terngiang di kepala justru: "Kopi Jambi janganlah dikenang, kalau dikenang ingin minum lagi." Sebuah ekspresi yang bisa kutuliskan dalam review ini.
Pengalaman ngopi di sini sangat menyenangkan. Sambutan dari barista di tempat ini sangat ramah dan penuh perhatian. Pertanyaan "Ingin ngopi apa?" keluar dari mulut Barista. Sigap saja aku memindai menu, tapi tidak melihat split shot. Sudah dua hari aku tidak ngopi, sudah kangen rasanya ingin menikmati segelas espresso dan cappuccino yang biasa kunikmati hampir setiap hari. Kutanyakan pada barista, "Apakah kalian punya split shot?" Tanpa ragu, dia menjawab, "Ada, Bang," selayaknya seorang seasoned barista.
Rasa penasaran dengan brand ini bikin aku ingin duduk di kursi bar. Tidak lama kemudian, kopiku datang dengan pilihan kopi berproses klasik giling basah dari Kerinci. Seperti halnya kalian semua, coffee aficionados, aroma espresso kuhirup sebelum kupuaskan selera ngopiku hari ini. Karakter buah yang nyaman di hidung dengan hints brown sugar bikin ngences. Kuaduk sebentar karena tidak sabar untuk kunikmati rasa espresso ini. Benar saja, karakter asam yang lembut dengan finish gula merah melapisi lidahku. Pun halnya dengan cappuccino yang nenenin espressonya—dibuka dengan rasa hangat dan lembut dari susu, dengan karakter chocolate cookie yang menggoyangkan hati.
Beberapa saat setelah kopi diminum, ekspektasi untuk ngobrol pun menjadi nyata. Sang barista memulai obrolan tentang rasa kopi, lalu berlanjut dengan perkenalan. Bang Ardi namanya. Obrolan tentang brand dan skena kopi Jambi bikin aku ingin pesan kopi lagi. Demi menikmati gelas kedua, kukencangkan sabuk pengaman untuk terbang menjelajah rasa ke kopi Jawa Barat, kopi dari Gunung Halu, dengan proses natural. Jambi sedang musim hujan, tapi tetap gerah. Kuputuskan untuk menutup pengalaman ngopiku dengan segelas filter dingin. Aroma buah pisang terasa saat mencium kopi yang sudah digiling. Pun begitu juga saat kopi disajikan—aroma pisang dengan karakter karamel gelap menyelimuti lidah. Aftertaste-nya pun menyenangkan.
"Kopi Jambi janganlah dikenang, kalau dikenang ingin minum lagi." Ekspresi untuk menggambarkan Service Ardi dan produk2nya yang menjadi bumbu penyedap pada hospitality yang disajikan Koffie Kopi. Pengalaman ngopi di sini memberikan kesan lebih dari yang...
Read moreWanna sip a good coffee ? Here at Koffiekopi , they offer you good coffee for very affordable price . Only for 18k for filtered and 20k for milky Variant. They also have non-caffeine beverages like lemonade and it's refreshing. If you looking for a place to sip some coffee and having a chit chat with your friends i would to recommend...
Read moreNice people and atmosfer. It's great to meet young open-minded people, students, musicians, young and with great ideas. And the coffee smells great, and it's direct from farmer. Great I...
Read more