Kid-friendly, good vibes with rice field view. And if you're lucky you'll have a superb view when it ripe with a beautiful yellow color.
Not impressed with the taste of the food here though, i think this is something that can be improved.
And very unfortunate the road access near this place is not very convenient with a narrow road and only fit 1 car. The motorcycle parking area is quite sufficient but for the car is a bit far from the location (around 30-50 metres). 3 Car parking spots that you can use, the one right in front of the place, while the other two are a bit far from it, but i think it's still OK because you can walk to the place whilst enjoying the rice field scenery along the way.
Seating arrangement is something that can be improved also. Enjoying the food with the seats towards the Rice field would create more satisfying and romantic feels, along with the sunset far on the horizon and not to mentioned that they have a live music too, that adds up to a perfect moment.
For you who loves to take selfie, this place offer few free selfie spots for you to use.
They accept cash, QRIS and Debit/Credit Card as payment method, nice, love it.
The waiters and waitresses are friendly and helpful, good job guys, please keep it up, because this very little and simple thing that can make customers feel comfortable and surely back again.
Overall, recommend this place for a short getaway of your daily hectic activities, or create a beautiful moment with your family of...
Read moreDari segi tempat, lumayan masuk ke dalam dari jalan utama ( saat saya dan keluarga ke sana, saya lewat pasar setu).
Dari segi parkiran, untuk parkir mobil dan motor lumayan luas. Sewaktu ke sana, kebetulan saya datang di jam makan siang di hari minggu, jadi parkiran tidak terlalu penuh.
Dari segi view, mungkin recomendasi saya adalah datang disaat sore, karena saat siang, area rumput sintetis terlalu panas untuk dijadikan meja makan. Ditambah sawah yang kebetulan gundul saat kemarin datang membuat tidak seperti namanya tepi sawah.. " di mana sawahnya?" tanya saya dalam hati. Hanya tanah gersang dan rumput2 liar yang ada.
Untuk segi makanan,
menu ikan gindara nya enak +++ ( 90 dari 100). Daging ikannya yang lembut, dengan potongannya yang lumayan besar dan rasanya yang enak, sepadan dengan harga per potongnya yang lumayan murah.
sate lilitnya pun enak (80 dari 100). Rempahnya kerasa dan pas aja rasanya. Bisa sih nambah kalo seenak itu terus
Tapi nasi bunga telangnya benar2 nasi putih yang dimasak dengan bunga telang tok dan terlalu mbenyek alias sepertinya masaknya terlalu banyak air ( mungkin human error ya ) jadi saya kurang recomen.
Untuk NASI CAMPUR BALI nya, lumayan recomended. Lumayan komplit karrna ada urap( entah khas bali bukan gak tau), ada telur balado, ayam suwirnya, sate lilitnya dan sambal matahnya. Oh iya, untuk sambal matah sedikit kecewa sih. Rasanya enak. Masis gurihnya pas. Cuma, dimana sambelnya? Cabe nya gak ada. Saya cuma dapat irisan bawang merah dan sedikit rasa sereh.. porsinya pun sedikit. Jadi next tolong sambel matahnya benar2 matah ya karena sayang banget udah enak tapi gak komplit yang disajikannya.
Teh manis nya B aja.. gak ada yang istimewa dari teh2 pada umumnya.
Es Kopi susunya dikemasan botol dalam penyajian. Mungkin supaya simple, gak tumpah, cepat penyajiannya karena sudah di stock, gak tumpah dll lah ya.. cuma, saran saja kalo untuk yang makan di tempat alias dine in, boleh dong disajikan digelas saja.. supaya terkesan fresh atau baru dibuat.
Eskrim.. ini nih yang agak gmn gtu.. beneran dari segi tempat saji eskrim nya mungkin bisa dibuat lebih estetik sih. Bukan seperti tempat plastik gitu kalo lebih bagusnya. Rasanya ya rasa eskrim merk megapotit atau apa itu sih... tok itu tanpa ada toping apapun.. jadi mungkin bisa dibuat lebih estetik meski eskrimnya gak diapa2in sekalipun.
Gorengan di sana ambil sendiri dengan harga per potongnya Rp.4.000.. lumayan enak unyuk tempe mendoan dan tahunya. Kenyang cuma harganya agak di ekonomis in aja sarannya kalo Rp.4.000 tuh masih lumayan orang mikir2 nya meski agak besar ( mending makan nasi gak sih)
Untuk bangku dll, lumayan view nya. Ada pendoponya, ada pintu hiasan seolah ke area sawah ada pintunya. Ada rumput sintetis, variasi bangunan berkonsep bambu, kolam ikan, dll. Ada musik yang seolah kayak lagi di tepi sawah di bali. Ala2 bali tapi ala2 angkringan juga dari view dan...
Read morePertama yg mau saya review adalah ternyata sawahnya sedang dibajak yaaaa jadi gaa ada sawah view 😅 Parkir kecil bgt ya, gatau deh seharusnya ada tempat parkir khusus atau enggak, yg jelas didepan pintu ada parkir untuk 2 mobil aja.
Pas masuk pertama wuih bagus bgt, bener2 kaya di Bali loh, lalu masuk ke dalem nyari2 view sawah ternyata kayanya abis panen deh. Makin ke belakang saya punya kesan kurang terawat ya.. Bagian belakang adem sih, dan kayu2 ada ornamen2 Bali dan instrumen Bali.
Makanannya saya pesen pecel, menurut saya bumbunya kurang banyak apalg dbawahnya pake nasi, wadahnya kan pake pincuk bambu, itu biasanya digunakan saat org beli pecel dan langsung diambil sama pembeli, nah sedangkan di sini kan harus ditaro diatas meja, jadi takut tumpah saran saya mungkin bisa diganti wadah.
Tumis kangkung enak bgt, tapii kenapa wadahnya pake piring plastik ikea? Jadi kurang cocok sama keseluruhan tema 😁 Sop Iga enaaak bgt kuahnya segerrrrr, tapii maaf ya dagingnya alot mungkin harus dimasak lebih lama. Ayam bakar Jimbaran? Wahh jgn ditanya, ini enaaaakkkk bangettt.. apalg dihidangkan pake sambel matah yg enak bgt, mungkin besok2 dijual terpisah ya sambelnya, enakk bgt.
Usus goreng, mungkin niatnya mau digoreng krispi yaa tapii jujur ini alott to the max, jadi garing enggak, lembut enggak, alott aja udh gitu
Makanan juga cepet datengnya. Kmren kan pas lg mau bayar pesanan dikasir, anak saya ambil makanan ikan. Nah mbak kasir lagi masuk2in pesanan saya disistemnya kan, yaaudah donk saya ga mau bikin dia ribet, jdi saya tunggu dia selesai masukin pesanan saya disistem baru nanti saya bilang tambahan pelet ikan 1.. waiter yang duduk disitu pegang HT dengan tegas dan seperti buru2 “Pelet itu itu masukin, masukin, pelet ikan 1!” Daaaan itu dia bilang berkali2 loh 2-3x lah 😅😅😅 Mksudnya gimana sih mbak takut saya pikir itu gratis dan ga bayar? Kan ada tulisanya 5rb. Akhirnya bener kan, kasirnya ga fokus pesanan saya ada kelewat di input, untuk saya koreksi. Besok2 jgn gitu ya mbak.. sabar dan manner nya lebih baik lagi.
Untuk interior Balinya dapet bgt, tapi ada kesan kurang rapi dan ga terawat, terlihat dari jembatannya, rumput2 dan pohon2 yg ga rapi ga di trimming.
So fa keren bgt, bisa bikin orang2 traveling 1 jam untuk ke daerah setu yg ga ada apa2 hanya untuk...
Read more