You're looking for a beer house, but all you can find here in this city are the ones that's super noisy and filled with loud music? Look no further!
Roemah Kantja is a very quaint place located inside a small alley inside another small alley (alleyception, if you will). Getting here is certainly an adventure. Inside, you will be greeted by warm yellow lights, low chairs and desks, and a simple menu consisting of beers, burgers, and pastas.
Their beer selection is not to be scoffed at, the place is small and humble, but their beer selection definitely doesn't disappoint. Their burgers is a bit on the standard side, as it's not too special in terms of texture or taste, but it's a wonderful addition.
Their snacks are okay, I would recommend their 'Tahu Cabe Garam', a vegetarian dish consisting of crispy fried tofu that's seasoned with salt and chilli, a great company for your beers.
The best of all, in my humble opinion, is their atmosphere. They're able to capture the calm and quiet nature of a small and hidden joint, and their music selection reflected this pretty well.
Definitely a great place to have a very chill beer...
Read moreA pleasant hidden gem away from the city, you can spend hours in this place while enjoying one or two servings of the best tasting Tahu Cabe Garam ever (if you're not ordering that, you're truly missing out.)
They also have quality 'menu oetama', consists of 3 choices of heavy meals, Spaghetti Ayam (spicy spaghetti with chicken in sweet sauce), Patty Platter (extremely tender inside but crispy outside beef patty with tomato sauce), and Nasi Ayam (not in the picture sadly.)
Drinks are tasty but they're too sweet to my liking, though we didn't order much, so might come here again and will try other drinks. Oh, by the way, drinking water is free flow here, which is neat.
Service is very nice too, they will gladly explain to you about the menu, since a lot of the drink names are using specific Sanskrit language.
Verdict: definitely will...
Read moreRoemah Kantja ini tempatnya nyaman, adem karena banyak pohon dan dekorasinya juga bagus. Minumannya bisa dibilang enak semua terutama Darsiati. Untuk makanan cuma pernah nyoba tahu gorengnya sih. Tahu biasa yang dipotong kotak kecil-kecil, digoreng tepung, terus ditumis bareng irisan cabe, bawang putih dan daun jeruk. Cuma entah kenapa pesen menu tersebut dua kali di hari yang sama, rasanya beda-beda semua. Pertama asin, kedua asin banget. Ya untungnya masih bisa ditolerir lah, abis juga kok dicemilin.
Yang bikin gedek sama tempat ini cuma karyawannya. Mungkin next management bisa lebih perhatian lagi ya kalau cari karyawan. Mayoritas karyawannya anak-anak muda gaul berlogat jaksel (beberapa logat jakselnya kerasa medok jawa banget deh) yang kayanya sih masih dibawah 20 tahun. Masalahnya bukan sekedar itu sih. Salah satu dari mereka dengan santainya ribut didepan saya karena ga tau cara bikin menu yang dipesan orang, "Mon map nih, kita anak baru kaga ngerti cara bikin gituan!", tidak lupa dengan logat jaksel gaulnya (yang sekali lagi, kerasa medok jawa), WTH???
Nggak cuma itu, beberapa kali karyawan perempuan (beda-beda orangnya) disana anter dan kasih pesenan pake tangan kiri. Entah mereka kidal apa gimana, salah satu temen saya sampe nanya "mbaknya kidal ya?" saking gregetnya.
Tidak ada ucapan 'terimakasih' saat kita membayar, bahkan ngomong 'maaf' pas mereka salah anter pesenan saya pun nggak.
Fyi, usia saya 26 tahun dan saya ngopi disana sama temen-temen saya yang usianya antara 30-45 tahun. Saya lihat emang disana rata-rata yang ngopi anak muda semua. Entah standart kesopanan memang sudah berubah atau memang itu bukan prioritas Roemah Kantja jadi mereka nganggep itu biasa. Nggak, kita nggak ngarep disembah apa gimana kok. Cuma yaaa agak ganjel aja gitu.
Tempat ini perfect (bagi saya) kalau didukung dengan karyawan yang baik. Tapiii, berhubung ga ada yang sempurna di dunia ini, yaudahlah cukup gitu aja saya udah seneng banget kok sama tempat ini. Ga muna, suasana dan minumannya enak banget kok. Maaf kalau ada salah kata dan semoga next lebih baik...
Read more