Percayalah, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengabadikan momen ini. Duduk santai, rasanya seperti menemukan harta karun yang sudah lama saya cari. Foto yang baru saja saya jepret ini adalah bukti nyata betapa indahnya sore ini. Saya duduk di sini, di atas bukit ini, dengan meja kayu sederhana di hadapan saya. Pandangan mata saya tak bisa lepas dari hamparan Samudera Hindia yang begitu luas, memanjang tak terbatas. Garis pantai nan jauh di sana tampak seperti goresan kuas di kanvas raksasa. Dan sang mentari..., dia sedang melakukan pertunjukan terbaiknya. Bola api oranye kemerahan itu perlahan turun, memancarkan cahaya keemasan yang menari-nari di atas permukaan ombak. Setiap riak gelombang memantulkan cahaya, menciptakan pantulan berkilauan yang sungguh membius. Rasanya seperti dunia ini sedang bernyanyi, dan saya menjadi bagian dari simfoni itu. Di hadapan saya, ada sepiring gorengan hangat. Dengan teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, pas sekali untuk menemani suasana syahdu seperti ini. Setiap gigitan terasa lebih nikmat dengan ditemani semilir angin laut yang sesekali menyapa. Minuman oranye segar di gelas plastik ini juga menjadi penawar dahaga yang sempurna, melengkapi kesempurnaan momen ini. Ada korek api dan asbak di samping saya; meskipun saya tak merokok, keberadaan mereka menambah kesan santai dan 'apa adanya' dari tempat ini. Tak ada suara bising kota, hanya deburan ombak yang konstan dan sesekali suara tawa samar dari pengunjung lain. Ini bukan sekadar menikmati pemandangan, tapi juga merasakan koneksi dengan alam, dengan waktu yang seolah melambat, membiarkan jiwa saya meresapi setiap detik keindahan ini. Cafe Shoka Bukit Senja ini memang juara. Mereka tidak perlu banyak dekorasi mewah, karena pemandangan yang disajikan sudah lebih dari cukup. Ini adalah tempat di mana Anda bisa duduk diam, merenung, atau berbagi cerita dengan orang terkasih, sambil disuguhi lukisan alam terindah. Saya benar-benar beruntung bisa berada di sini saat ini, mengabadikan dan merasakan langsung magisnya senja di Jogja. Pengalaman ini pasti akan saya...
Read moreView nya maasyaallah kerenn bangett.. menikmati sunset di atas pantai Parangtritis. Tempatnya bersih, rapi dan viewnya cocok untuk anak senja. Aku kesini jam 4 lebih 15 kurang lebih, dan sinar mataharinya masih terik banget masih kerasa panas. Tapi tempatnya masih sepi dan masih banyak meja kosongnya, jadi bebas mau milih meja yang mana untuk menikmati senja. Kalau aku duduk di paling bawah, soalnya kalau foto biar keliatan view full nya. Akses jalan menuju bukit shoka ini sudah beraspal dan agak menanjak, tapi sekitar 200m menuju jalannya masih berbatu kerikil. Motor, mobil dan minibus bisa masuk ke lokasi, dan mohon untuk mengecek mesin dan remnya, karena jalannya agak menanjak. Saat menuju lokasi dikenai tarif tiket masuk di gerbang pertama menuju pantai Parangtritis per orang 10k, kemudian menuju bukit shoka dikenai tarif lagi sebesar 10k per motor, untuk tarif mobil atau minibus saya kurang tau dan untuk parkir di lokasi tarif motor cuma 3k saja. Di lokasi bukit shoka ada beberapa warung, mushola dan toilet. Untuk menu makanannya ada mie rebus/goreng, nasi ayam, nasi rames, pecel lele dsb. Untuk minumnya ada teh, es jeruk, susu dsb. Cemilan nya juga ada mendoan, pisang goreng, bakso goreng, dan makanan ringan. Untuk harganya sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Makanannya pesan langsung dan langsung bayar, nanti dianterin dan dipanggil namanya. Lokasinya jam 19.00 sudah tutup, akses jalan saat pulang dijalan kerikil tidak ada penerangan sama sekali. Mohon untuk segera diberi penerangan untuk...
Read moreJalan menuju lokasi lumayan, banyak nanjaknya, tapi seru untuk treveling, lebih menarik jika naik motor, untuk masuk lokasi jika kita dari arah jogja, g-map akan mengarahkan lewat jalan Paris, jadi harus melewati TPR, sementara di atas ada TPR lagi untuk masuk area bukit shoka, dan informasi tersebut baru diketahui saat akan masuk daerah wisatanya (saran: kalau bisa ada tiket terusan, jadi kita tidak perlu berhenti untuk bayar tiket lagi) atau dibuatkan jalur khusus untuk wisata bukit pantai tersebut. untuk parkir menurut saya perbandingan mobil dan motor tiga kali lipatnya, kalau bisa sih dua kali lipat motor jadi kan lebih wajar, dibanding objek wisata lainnya jalan menuju lokasi juga masih susunan batu, yang kalau hujan lumayan harus hati-hati karena licin, untuk lokasi wisata, yes banget bagi kamu yang suka sunset, senja senja, yang sekedar nongkrong baik berdua, bertiga, berdamai-ramai bahkan berkeluarga tempat tersedia, cuma tetap harus hati-hati karena pembatas tebing masih berupa pagar kayu mix holo besi bulat, jadi jangan terlalu pinggir, mengingat tebing tinggi dan tentunya bahaya. untuk makanan dan minuman sama seperti warung umumnya, seperti mie, gorengan, minuman sachet, dll secara umum puas, pingin balik lagi menikmati senjanya yang pasti tak selalu sama, karena matahari akan...
Read more