LOKASI : Cukup menarik. Berada di kawasan pedesaan dan sangat dekat dengan bukit kecil. Hawa sejuk meski bukan di pegunungan.
Tersedia tempat duduk di dalam pendopo, dangau kecil bekas kandang sapi, dan juga tempat untuk lesehan. Kapasitas maksimal idealnya diperkirakan sekitar 70-80 orang.
VARIASI MENU : Cukup variatif, baik untuk makanan dan minuman. Tersedia makanan berupa oseng atau sambal belut, sayur lompong, sate ayam, dan lain sebagainya. Minuman juga ada menu jamu beras kencur, kunir asem, dan lain sebagainya.
Yang khas di sini ialah cara penyajian kopi, yaitu disajikan dengan bumbung atau potongan bambu besar. Saat hendak minum, tersedia cangkir kecil. Ada gula batu yang digeprek kasar sebagai bahan pemanis dan camilan sagon sebagai teman kopi.
CITARASA MENU : Untuk hidangan yang kami pesan, baik makanan maupun minuman citarasanya cukupan menurut lidah kami.
HARGA : Relatif terjangkau alias bukan termasuk kategori tempat kuliner yang mahal.
KELUHAN & SARAN : Pengalaman kami (kondisi pengunjung tidak padat) ialah :
Minuman-minuman yang kami pesan baru diantar 12 menit setelah pesanan kami serahkan.
Untuk sejumlah makanan yang kami pesan baru datang setelah 54 menit dan itupun tidak semuanya diantar, masih ada yang belum siap.
Pesanan kami yang "hanya" berupa 2 porsi telur dadar baru dikirim 8 menit setelahnya. Itupun setelah kami tanyakan ke petugas dan baru jadi 1 porsi. Oleh karenanya yang 1 porsi kami batalkan.
Pengunjung yang datang setelah kami pesanannya diantar lebih dahulu, padahal kami selisih sekitar 10 menit. Pesanan kami baru diantar setelah kami tanyakan ke petugas di kasir.
Dari pengalaman kami tersebut, pihak manajemen perlu kiranya lebih memperhatikan tentang kecepatan dan ketepatan proses penyiapan pesanan tamu. Hal ini agar tidak ada pengunjung yang kecewa karena waktu penyajian yang sangat lama dan pengantaran pesanan yang tidak sesuai urutan kedatangan tamu.
Terima kasih.
Catatan tambahan :
Setelah kami menyampaikan keluhan ini pihak manajemen telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada kami dan akan meningkatkan kualitas pelayanan. Sebagai salah satu wujud permohonan maaf, pihak manajemen memberikan diskon khusus kepada kami atas terjadinya ketidaknyamanan yang kami alami saat berkunjung di Kopi Bumbung.
Semoga Kopi Bumbung semakin maju...
Read moreA traditional Javanese restaurant concept ... located in Sayegan, Yogyakarta. Actually, specifically the main dish is coffee ... with a unique presentation, which is served in a piece of bamboo ... as the name implies: "kopi Bumbung" (Bumbung means "a piece of bamboo" in Javanese) Various traditional Javanese foods are available here, with a comfortable atmosphere because it is located in forested mountain slip. The taste of foods is good and the price is cheap, so no wonder the visitors come from outside the city a lot, ..especially...
Read moreIt's a hidden cafe with unique serving of coffee, Kopi Bumbung uses bamboo to keep the coffee stays warm. Love the way to pour the coffee into espresso cup, so cute! Located inside the village, this cafe has several street signs to help you find its place. The menu offers you traditional Javanese cuisine, try the Eel Satay, ask the waitress to give you extra shallot, mixed with some drops of sweet soy sauce,...
Read more