HTML SitemapExplore

Petirtaan Jolotundo — Attraction in Kedungudi

Name
Petirtaan Jolotundo
Description
Nearby attractions
Candi Jolotundo
Area Hutan, Hutan, Trawas, Mojokerto Regency, East Java 61375, Indonesia
Nearby restaurants
Nearby local services
Nearby hotels
Related posts
Keywords
Petirtaan Jolotundo tourism.Petirtaan Jolotundo hotels.Petirtaan Jolotundo bed and breakfast. flights to Petirtaan Jolotundo.Petirtaan Jolotundo attractions.Petirtaan Jolotundo restaurants.Petirtaan Jolotundo local services.Petirtaan Jolotundo travel.Petirtaan Jolotundo travel guide.Petirtaan Jolotundo travel blog.Petirtaan Jolotundo pictures.Petirtaan Jolotundo photos.Petirtaan Jolotundo travel tips.Petirtaan Jolotundo maps.Petirtaan Jolotundo things to do.
Petirtaan Jolotundo things to do, attractions, restaurants, events info and trip planning
Petirtaan Jolotundo
IndonesiaEast JavaKedungudiPetirtaan Jolotundo

Basic Info

Petirtaan Jolotundo

Dukuh, Biting, Seloliman, Kec. Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61375, Indonesia
4.7(533)
Open until 12:00 AM
Save
spot

Ratings & Description

Info

Cultural
Outdoor
Relaxation
Off the beaten path
attractions: Candi Jolotundo, restaurants: , local businesses:
logoLearn more insights from Wanderboat AI.
Open hoursSee all hours
ThuOpen 24 hoursOpen

Plan your stay

hotel
Pet-friendly Hotels in Kedungudi
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Affordable Hotels in Kedungudi
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.
hotel
Trending Stays Worth the Hype in Kedungudi
Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Reviews

Nearby attractions of Petirtaan Jolotundo

Candi Jolotundo

Candi Jolotundo

Candi Jolotundo

4.6

(1.7K)

Open until 12:00 AM
Click for details
Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Wanderboat LogoWanderboat

Your everyday Al companion for getaway ideas

CompanyAbout Us
InformationAI Trip PlannerSitemap
SocialXInstagramTiktokLinkedin
LegalTerms of ServicePrivacy Policy

Get the app

© 2025 Wanderboat. All rights reserved.

Reviews of Petirtaan Jolotundo

4.7
(533)
avatar
5.0
1y

Lokasi Petirtaan Jolotundo terletak di kaki barat Bukit Bekel, salah satu gunung pendamping di wilayah area Gunung Penanggungan, dan berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, berjarak sekitar 50 km arah selatan dari Surabaya dan berjarak sekitar 25 km ke arah tenggara dari Mojokerto. Sampai sekarang, petirtaan ini masih dikunjungi oleh banyak peziarah karena dianggap memiliki khasiat tertentu, baik hari-hari biasa maupun pada malam-malam tertentu menurut penelitian dari beberapa sumber dikatakan mata air Petirtaan Jolotundo memiliki kandungan mineral yang tinggi dan dianggap merupakan mata air terbaik setelah mata air zamzam. Selain fungsi utama sebagai tempat untuk ziarah, pada masa modern tempat ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga dan pendakian baik untuk kepentingan keagamaan spiritual maupun wisata rekreasi menuju ke Gunung Penanggungan atau Bukit Bekel.

Petirtaan Jolotundo disebut juga dengan Candi Jolotundo atau Jalatunda adalah kompleks petirtaan kuno yang merupakan kawasan kolam suci petirtaan yang dibangun sejak masa Kerajaan Medang yang telah berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, atau lazim disebut Medang periode Jawa Timur dan masih berfungsi hingga sekarang, dugaan paling awal diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya putri raja Medang (Mpu Sindok) dengan suaminya Sri Lokapala yang merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali.

SEJARAH

Petirtaan ini dianggap sebagai petirtaan tertua di Jawa Timur, berdasarkan pahatan angka tahun yang tertera di salah satu bagian belakang bangunan, yang bertuliskan 899 Saka, atau 977 M. Adanya relief yang terdapat di candi Jolotundo beserta temuan lempengan logamyang bertuliskan nama Dewi Isana dan Agni dapat menjelaskan bahwa candi ini bercorak Hindu. Hasil penelitian Stuterhim mengatakan bahwa petirtaan ini dulunya terdapat sebuah pancuran,yang mana pancuran tersebut mirip dengan bentuk Gunung Penanggungan yang dikelilingi oleh delapan buah puncak yang lebih rendah yang mempunyai arti simbolis sebagai replika Mahameru. Menurut Bosch, relief cerita yang terdapat di candi Jolotundo terdiri dari 16 panel. Yang mana panel 1-13 diambil dari kitab Mahabharata, sedangkan dari panel 14-16 berisikan cerita dari kitab Kathasaritsagara.[3] Menurut sumber lain pendiriannya juga dikaitkan dengan Airlangga dan ayahnya Raja Udayana dari Kerajaan Bedahulu, Bali yang didasari pada tulisan Jawa kuno yang ada di dinding selatan teras pertama candi menyebutkan kalimat Udayana, namun kalimat tersebut tidak berdiri sendiri melainkan bersambung kalimat di samping kata Udayana yang menyebutkan tentang Margayawati kedua kalimat tersebut terdapat dalam sebuah karya sastra kitab Kathasaritsagara, Kathasaritsagara sendiri menceritakan tentang persaingan Raja Udayana dengan Ibunya Margayawati digunung Udayaparwa. Setelah 14 tahun pengasingan, kemudian raja Udayana kembali bertemu dengan yang bernama Sahasranika yang merupakan raja dari kerajaan Vasta. Sementara Airlangga adalah anak pasangan raja Udayana wangsa Warmadewa dari Bali dengan putri Kerajaan Medang bernama Mahendradatta Airlangga merupakan pewaris kekuasaan Medang dan penerus wangsa Isyana, yang mendirikan Medang Kahuripan. Sebagai kelanjutan Medang yang telah runtuh akibat serangan Haji Wurawari dari Lwaram (sekitar Cepu, Blora) sekutu Sriwijaya musuh besar dari kerajaan Medang dan wangsa Isyana, dikemudian Kerajaan Airlangga tersebut kembali terpecah menjadi kerajaan Janggala dan Panjalu akibat dari perebutan takhta antara kedua putranya Sri Samarawijaya dan...

   Read more
avatar
4.0
7y

Candi Jolotundo, merupakan bangunan Patirtan peninggalan Raja Udayana dari Bali diperuntukan bagi Raja Airlangga setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan. Secara geografis Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (Mdpl) tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan.

Lokasinya berada di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Petirthan Jolotundo, ini memiliki sumber mata air kualitasnya terbaik setelah air zam-zam atau nomer dua dunia. Tak pelak, masyarakat Mojokerto maupun luar Mojokerto, banyak datang untuk melakukan ritual dan mengambil air dipercaya memiliki banyak khasiat ini.

Candi Jolotundo terdapat dua sendang (tempat mandi) berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat. Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur. Sementara di tengah ada kolam bertingkat, dan dibawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6x8 meter, dan banyak terdapat ikan berukuran besar.

Dipercaya, dua sendang di Candi Jolotundo, merupakan tempat mandi petinggi dan kerabat kerajaan untuk mensucikan diri. Kolam di sisi kiri Candi untuk tempat mandi laki laki, sedangkan di sisi kanan untuk wanita

Menurutnya, mata air keluar dari Candi Jolotundo ini, dipercaya masyarakat punya banyak khasiat, bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan bisa membuat awet muda. Banyak masyarakat datang untuk mengambil air sumber Jolotundo untuk...

   Read more
avatar
3.0
2y

PRIHATIN SAYA DI TEMPAT YG SUCI KERAMAT INI , BARANG SAYA HILANG SAAT MEDITASI DI JOLOTUNDO DICURI PEZIARAH LAIN

Hari Sabtu , 17 Juni 2023 saya meditasi di atas yaitu dekat payung Disana ada 4 orang di pojok tidak meditasi tapi ngomong ngobrol mengganggu orang yg sedang hening meditasi.

Satu orang lebih dulu duduk berdoa tapi bukan kelompok yg 4 orang

Saya dan adik saya ambil tempat meditasi. Saya meletakan barang terbungkus jilbab putih kembang kembang/ada ornamenya

Saat saya hening terganggu dgn org yg ngobrol tersebut, saya teruskan doa , selesai doa saya cepat cepat turun dgn adik saya

Saya GK ingat jika barang saya ketinggalan, baru ingat setelah pulang di rumah subuh , saya balik lagi jam 5 atau setengah 6 ke jolotundo naik grab motor dgn harapan barang ketemu

Ternyata BARANG TIDAK KETEMU, SUDAH TANYA SEMUA ORANG YG NGINAP, JUGA JURU OELIHARA DAN BERSIH BERSIH GAK TAU BARANG ITU

TOLONG JIKA MENEMUKAN BARANG SAYA HUBUNGI SAYA DI Pesan massanger atau IG...

   Read more
Page 1 of 7
Previous
Next

Posts

Rata CamengRata Cameng
Lokasi Petirtaan Jolotundo terletak di kaki barat Bukit Bekel, salah satu gunung pendamping di wilayah area Gunung Penanggungan, dan berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, berjarak sekitar 50 km arah selatan dari Surabaya dan berjarak sekitar 25 km ke arah tenggara dari Mojokerto. Sampai sekarang, petirtaan ini masih dikunjungi oleh banyak peziarah karena dianggap memiliki khasiat tertentu, baik hari-hari biasa maupun pada malam-malam tertentu menurut penelitian dari beberapa sumber dikatakan mata air Petirtaan Jolotundo memiliki kandungan mineral yang tinggi dan dianggap merupakan mata air terbaik setelah mata air zamzam. Selain fungsi utama sebagai tempat untuk ziarah, pada masa modern tempat ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga dan pendakian baik untuk kepentingan keagamaan spiritual maupun wisata rekreasi menuju ke Gunung Penanggungan atau Bukit Bekel. Petirtaan Jolotundo disebut juga dengan Candi Jolotundo atau Jalatunda adalah kompleks petirtaan kuno yang merupakan kawasan kolam suci petirtaan yang dibangun sejak masa Kerajaan Medang yang telah berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, atau lazim disebut Medang periode Jawa Timur dan masih berfungsi hingga sekarang, dugaan paling awal diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya putri raja Medang (Mpu Sindok) dengan suaminya Sri Lokapala yang merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. SEJARAH Petirtaan ini dianggap sebagai petirtaan tertua di Jawa Timur, berdasarkan pahatan angka tahun yang tertera di salah satu bagian belakang bangunan, yang bertuliskan 899 Saka, atau 977 M. Adanya relief yang terdapat di candi Jolotundo beserta temuan lempengan logamyang bertuliskan nama Dewi Isana dan Agni dapat menjelaskan bahwa candi ini bercorak Hindu. Hasil penelitian Stuterhim mengatakan bahwa petirtaan ini dulunya terdapat sebuah pancuran,yang mana pancuran tersebut mirip dengan bentuk Gunung Penanggungan yang dikelilingi oleh delapan buah puncak yang lebih rendah yang mempunyai arti simbolis sebagai replika Mahameru. Menurut Bosch, relief cerita yang terdapat di candi Jolotundo terdiri dari 16 panel. Yang mana panel 1-13 diambil dari kitab Mahabharata, sedangkan dari panel 14-16 berisikan cerita dari kitab Kathasaritsagara.[3] Menurut sumber lain pendiriannya juga dikaitkan dengan Airlangga dan ayahnya Raja Udayana dari Kerajaan Bedahulu, Bali yang didasari pada tulisan Jawa kuno yang ada di dinding selatan teras pertama candi menyebutkan kalimat Udayana, namun kalimat tersebut tidak berdiri sendiri melainkan bersambung kalimat di samping kata Udayana yang menyebutkan tentang Margayawati kedua kalimat tersebut terdapat dalam sebuah karya sastra kitab Kathasaritsagara, Kathasaritsagara sendiri menceritakan tentang persaingan Raja Udayana dengan Ibunya Margayawati digunung Udayaparwa. Setelah 14 tahun pengasingan, kemudian raja Udayana kembali bertemu dengan yang bernama Sahasranika yang merupakan raja dari kerajaan Vasta. Sementara Airlangga adalah anak pasangan raja Udayana wangsa Warmadewa dari Bali dengan putri Kerajaan Medang bernama Mahendradatta Airlangga merupakan pewaris kekuasaan Medang dan penerus wangsa Isyana, yang mendirikan Medang Kahuripan. Sebagai kelanjutan Medang yang telah runtuh akibat serangan Haji Wurawari dari Lwaram (sekitar Cepu, Blora) sekutu Sriwijaya musuh besar dari kerajaan Medang dan wangsa Isyana, dikemudian Kerajaan Airlangga tersebut kembali terpecah menjadi kerajaan Janggala dan Panjalu akibat dari perebutan takhta antara kedua putranya Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan.
Wahyudi AchmadWahyudi Achmad
Candi Jolotundo, merupakan bangunan Patirtan peninggalan Raja Udayana dari Bali diperuntukan bagi Raja Airlangga setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan. Secara geografis Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (Mdpl) tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan. Lokasinya berada di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Petirthan Jolotundo, ini memiliki sumber mata air kualitasnya terbaik setelah air zam-zam atau nomer dua dunia. Tak pelak, masyarakat Mojokerto maupun luar Mojokerto, banyak datang untuk melakukan ritual dan mengambil air dipercaya memiliki banyak khasiat ini. Candi Jolotundo terdapat dua sendang (tempat mandi) berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat. Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur. Sementara di tengah ada kolam bertingkat, dan dibawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6x8 meter, dan banyak terdapat ikan berukuran besar. Dipercaya, dua sendang di Candi Jolotundo, merupakan tempat mandi petinggi dan kerabat kerajaan untuk mensucikan diri. Kolam di sisi kiri Candi untuk tempat mandi laki laki, sedangkan di sisi kanan untuk wanita Menurutnya, mata air keluar dari Candi Jolotundo ini, dipercaya masyarakat punya banyak khasiat, bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan bisa membuat awet muda. Banyak masyarakat datang untuk mengambil air sumber Jolotundo untuk berbagai keperluan.
Darmawan GedeeDarmawan Gedee
Penirtaan Jolotundo berbeda dengan Desa Jolotundo jadi jangan salah ketik di maps nantinya ya biar gak nyasar kayak saya 😁 review tempat ini sangatlah asri dan tempat ini sangatlah segar airnya mantaps buat nasuh aja mantaps pisan apa lagi buat mandi , biayaya tiketnya cuman 10rb kalo gak salah ,cocok untuk rekreasi maupaun wisata religi , dalam sejarah mata air ini telah ada lebih dari jaman kerjaan airlangga , pusat airnya berada di tengah tengah untuk dapat naik biasanya yang cowo yang akan naik melalui pemandian laki laki ke tempat sumber air yang paling tengah , pohon disna sangat asri dan yang berjualan bnyak bngt , dan kita dapat bawa air tersebut pulang dengan botol aqua atau beli jirigen di warung warung stempat,biyaya parkir cuman 2rb apa kalo gak salah , trus jalan ksni itu juga asri bngst bnyak sawah dan view gunung arjuna yang sangat megah jdi akan sangat menyenangkan jika kalian pecinta alam , semoga liburan kalian menyenangkan yaa ,🙏🙏🙏
See more posts
See more posts
hotel
Find your stay

Pet-friendly Hotels in Kedungudi

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Lokasi Petirtaan Jolotundo terletak di kaki barat Bukit Bekel, salah satu gunung pendamping di wilayah area Gunung Penanggungan, dan berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, berjarak sekitar 50 km arah selatan dari Surabaya dan berjarak sekitar 25 km ke arah tenggara dari Mojokerto. Sampai sekarang, petirtaan ini masih dikunjungi oleh banyak peziarah karena dianggap memiliki khasiat tertentu, baik hari-hari biasa maupun pada malam-malam tertentu menurut penelitian dari beberapa sumber dikatakan mata air Petirtaan Jolotundo memiliki kandungan mineral yang tinggi dan dianggap merupakan mata air terbaik setelah mata air zamzam. Selain fungsi utama sebagai tempat untuk ziarah, pada masa modern tempat ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga dan pendakian baik untuk kepentingan keagamaan spiritual maupun wisata rekreasi menuju ke Gunung Penanggungan atau Bukit Bekel. Petirtaan Jolotundo disebut juga dengan Candi Jolotundo atau Jalatunda adalah kompleks petirtaan kuno yang merupakan kawasan kolam suci petirtaan yang dibangun sejak masa Kerajaan Medang yang telah berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, atau lazim disebut Medang periode Jawa Timur dan masih berfungsi hingga sekarang, dugaan paling awal diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya putri raja Medang (Mpu Sindok) dengan suaminya Sri Lokapala yang merupakan seorang bangsawan dari pulau Bali. SEJARAH Petirtaan ini dianggap sebagai petirtaan tertua di Jawa Timur, berdasarkan pahatan angka tahun yang tertera di salah satu bagian belakang bangunan, yang bertuliskan 899 Saka, atau 977 M. Adanya relief yang terdapat di candi Jolotundo beserta temuan lempengan logamyang bertuliskan nama Dewi Isana dan Agni dapat menjelaskan bahwa candi ini bercorak Hindu. Hasil penelitian Stuterhim mengatakan bahwa petirtaan ini dulunya terdapat sebuah pancuran,yang mana pancuran tersebut mirip dengan bentuk Gunung Penanggungan yang dikelilingi oleh delapan buah puncak yang lebih rendah yang mempunyai arti simbolis sebagai replika Mahameru. Menurut Bosch, relief cerita yang terdapat di candi Jolotundo terdiri dari 16 panel. Yang mana panel 1-13 diambil dari kitab Mahabharata, sedangkan dari panel 14-16 berisikan cerita dari kitab Kathasaritsagara.[3] Menurut sumber lain pendiriannya juga dikaitkan dengan Airlangga dan ayahnya Raja Udayana dari Kerajaan Bedahulu, Bali yang didasari pada tulisan Jawa kuno yang ada di dinding selatan teras pertama candi menyebutkan kalimat Udayana, namun kalimat tersebut tidak berdiri sendiri melainkan bersambung kalimat di samping kata Udayana yang menyebutkan tentang Margayawati kedua kalimat tersebut terdapat dalam sebuah karya sastra kitab Kathasaritsagara, Kathasaritsagara sendiri menceritakan tentang persaingan Raja Udayana dengan Ibunya Margayawati digunung Udayaparwa. Setelah 14 tahun pengasingan, kemudian raja Udayana kembali bertemu dengan yang bernama Sahasranika yang merupakan raja dari kerajaan Vasta. Sementara Airlangga adalah anak pasangan raja Udayana wangsa Warmadewa dari Bali dengan putri Kerajaan Medang bernama Mahendradatta Airlangga merupakan pewaris kekuasaan Medang dan penerus wangsa Isyana, yang mendirikan Medang Kahuripan. Sebagai kelanjutan Medang yang telah runtuh akibat serangan Haji Wurawari dari Lwaram (sekitar Cepu, Blora) sekutu Sriwijaya musuh besar dari kerajaan Medang dan wangsa Isyana, dikemudian Kerajaan Airlangga tersebut kembali terpecah menjadi kerajaan Janggala dan Panjalu akibat dari perebutan takhta antara kedua putranya Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan.
Rata Cameng

Rata Cameng

hotel
Find your stay

Affordable Hotels in Kedungudi

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Get the Appoverlay
Get the AppOne tap to find yournext favorite spots!
Candi Jolotundo, merupakan bangunan Patirtan peninggalan Raja Udayana dari Bali diperuntukan bagi Raja Airlangga setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan. Secara geografis Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (Mdpl) tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan. Lokasinya berada di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Petirthan Jolotundo, ini memiliki sumber mata air kualitasnya terbaik setelah air zam-zam atau nomer dua dunia. Tak pelak, masyarakat Mojokerto maupun luar Mojokerto, banyak datang untuk melakukan ritual dan mengambil air dipercaya memiliki banyak khasiat ini. Candi Jolotundo terdapat dua sendang (tempat mandi) berdindingkan batu, di sisi kiri dan sisi kanan, berukuran 2x2 meter menghadap ke Barat. Air sumber keluar dari lubang di tengah batu dinding di sisi timur. Sementara di tengah ada kolam bertingkat, dan dibawahnya terdapat kolam berukuran sekitar 6x8 meter, dan banyak terdapat ikan berukuran besar. Dipercaya, dua sendang di Candi Jolotundo, merupakan tempat mandi petinggi dan kerabat kerajaan untuk mensucikan diri. Kolam di sisi kiri Candi untuk tempat mandi laki laki, sedangkan di sisi kanan untuk wanita Menurutnya, mata air keluar dari Candi Jolotundo ini, dipercaya masyarakat punya banyak khasiat, bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan bisa membuat awet muda. Banyak masyarakat datang untuk mengambil air sumber Jolotundo untuk berbagai keperluan.
Wahyudi Achmad

Wahyudi Achmad

hotel
Find your stay

The Coolest Hotels You Haven't Heard Of (Yet)

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

hotel
Find your stay

Trending Stays Worth the Hype in Kedungudi

Find a cozy hotel nearby and make it a full experience.

Penirtaan Jolotundo berbeda dengan Desa Jolotundo jadi jangan salah ketik di maps nantinya ya biar gak nyasar kayak saya 😁 review tempat ini sangatlah asri dan tempat ini sangatlah segar airnya mantaps buat nasuh aja mantaps pisan apa lagi buat mandi , biayaya tiketnya cuman 10rb kalo gak salah ,cocok untuk rekreasi maupaun wisata religi , dalam sejarah mata air ini telah ada lebih dari jaman kerjaan airlangga , pusat airnya berada di tengah tengah untuk dapat naik biasanya yang cowo yang akan naik melalui pemandian laki laki ke tempat sumber air yang paling tengah , pohon disna sangat asri dan yang berjualan bnyak bngt , dan kita dapat bawa air tersebut pulang dengan botol aqua atau beli jirigen di warung warung stempat,biyaya parkir cuman 2rb apa kalo gak salah , trus jalan ksni itu juga asri bngst bnyak sawah dan view gunung arjuna yang sangat megah jdi akan sangat menyenangkan jika kalian pecinta alam , semoga liburan kalian menyenangkan yaa ,🙏🙏🙏
Darmawan Gedee

Darmawan Gedee

See more posts
See more posts