Klenteng Hok An Kiong Muntilan merupakan tempat ibadah untuk 3 ajaran yakni, Kong Hu Cu, pemeluk agama Buddha dan penganut Taoisme.
Pas itu ke sini untuk menghadiri perayaan Tri Suci Waisak, 11 mei yang lalu. Sempat ngobrol dengan pengurus yang ada di sana, rata-rata sudah sepuh, tapi rasa semangat untuk menjelaskan tentang Klenteng begitu besar. Sangat berterima kasih karena sudah diajak untuk mengelilingi Klenteng sembari menjelaskan informasi-informasi mengenai patung-patung dewa yang ada di sana. Di sini ada banyak patung-patung dewa, beserta penjelasan-penjelasan mengenai shio, perpustakaan, altar Gus Dur, dan lain sebagainya. Tempat dupa (hio loo) yang berada di depan pintu masuk Klenteng adalah tempat dupa terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
Klenteng Hok An Kiong ini sangat besar, di belakang Klenteng ini pun masih ada aula yang biasanya digunakan untuk acara-acara besar. Lokasi Klenteng strategis dan mudah untuk dijangkau, karena berada di tengah kota Muntilan. Klenteng juga bersih, rapi, dan selalu terjaga...
Read moreKlenteng Hok An Kiong pertama kali didirikan pada tahun 1878 dengan lokasi di sisi selatan Jalan Pemuda / bersebelahan dengan Pasar Muntilan yang ada sekarang ini. Pada tahun 1906 bangunan klenteng dipindahkan ke sisi utara Jalan Pemuda atau di lokasi sekarang ini. Pada tahun 1929 bentuk bangunannya disempurnakan, ditandai dengan prasasti di tiang pintu pagar bertuliskan ANNO 11–5–1929. Berdasarkan keterangan dari pengurus harian klenteng Hok An Kiong penyempurnaan ini terutama pada tembok bangunan utama dan pembuatan pagar klenteng. Klenteng yang terletak di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki koleksi hiolo terbesar se-Asia. Setelah melewati gapura besar di depan para pengunjung akan berada di halaman parkir...
Read more⚠️BUKAN TEMPAT WISATA, JANGAN ASAL FOTO2 DISINI⚠️
Niatnya mau mengagumi kemegahannya yg kontras di tengah masyarakat Jawa Muntilan, baru jepretan pertama tiba2 ditegur ibu2 tunawicara yg pakai kacamata hitam. Entah apa yg dia sampaikan tapi saya kurang paham, yg jelas gesture nya seolah2 tidak welcome kepada pengunjung seperti saya yg bukan Tionghoa, dia juga ngasih gesture sedakep seperti orang sholat, 这很奇怪. Kata bapak penjaga parkir juga kalo mau foto2 harus ijin dulu. Ah ribet, cukup sekali saja saya menyambangi TITD Hok An Kiong Muntilan ini.
新年快乐, Salam...
Read more