If you are looking for nature, water, river, cliff, waterfall, handmade boat, and playing wet, well....you find the place. Sri Gethuk Waterfall is a place that serves you with all those items. you can ride the short journey though the river slowly and enjoy the nature before at the end it welcomes you with a small but nice waterfall. when it is not in the rainy season, you can find the calm water if you want to swim in the river, but in general it will be in a package when you asked a guide. Generally i don't think you need a guide as it is easy to reach because you can reach form the ticket booth to the waterfall by on foot. However, a guide here will just pay attention when you are inside the water because...who knows. Moreover if you bring kids. Floating suite is provided in the package. I forget about the complete package, but they will keep your belongings while you are playing around since river, waterfall and loose items are not a good friend if you drop one of your items LOL. anyway...don't be stingy with your money when you are visiting this kind of places, you will help local community to survive as the area itself is in the middle of nowhere. The people are friendly and the water is nice and deep. yet, you need to be careful when step on the stones as some of the are slippery. In general...enjoy the travel...enjoy the destination...and enjoy the...
Read more"Not recommended as a destination until they address their management issues. Several incidents during my visit left me frustrated. Firstly, the cost: there are options to reach the waterfall either by walking or by boat. Opting for the boat requires a payment of Rp. 10,000 per person for a round trip. The problem arose when, after paying for six people, the boat left us stranded during our return trip. Despite waiting for an hour, it did not return, prompting us to walk back to the entrance.
Another issue concerns the area near the waterfall. Besides the main waterfall, there is a small path leading to the river. Intrigued by the sight of a foreigner and a tour guide walking the path, my friends and I decided to follow. Excitement turned to disappointment when the tour guide yelled at us, insisting it was a forbidden area unsuitable for tourism. When questioned about a foreigner being allowed, he simply stated the foreigner was with him. Only later did we notice a sign on a tree indicating the boundaries of a play area, which we hadn't seen initially as the tour guide casually walked there. Subsequently, they even crossed the river and played in the area.
Lastly, in addition to the unpleasant events, I advise against visiting during the rainy season. The river becomes dirty and murky, making swimming...
Read moreIseng-iseng cari air terjun di daerah Gunungkidul lewat gmaps dan ketemulah Air Terjun Sri Gethuk ini, langsung gas berangkat dari Sleman dan perjalanan kurang lebih 1 jam an, tanpa berbekal pakaian ganti. Memang niatnya kami tidak ingin mandi atau basah-basahan di air terjun, hanya melihat saja seperti apa pemandangannya. Weladalah ternyata kami datang di saat musim kemarau basah (intensitas curah hujan masih tinggi) jadilah air sungainya berwarna coklat pekat. Namun, air yang turun dari grojogan masih jernih dan sangat segar kok. Oke setelah sampai di pos HTM kami membayar tiket sebesar Rp 15000/orang, sudah include parkir. Dari pos HTM menuju parkir motor/mobil lumayan jauh juga dan jalannya sangat terjal jadi harus berhati-hati kawan, apalagi kalau motormu spek beat racing. Setelah sampai parkiran kita akan melihat beberapa penjual kaki lima, herannya adalah kami berkunjung di hari minggu siang yang awal ekspektasi saya akan ramai tapi ternyata tidak, lumayan sangat sepi oh mungkin karena ini masih kemarau basah kali ya orang-orang tidak akan datang kesini jika airnya tidak berwarna hijau hehe.
Setelah sampai parkiran motor untuk sampai ke air terjun harus jalan kaki kurang lebih 500 meter an, hwahh sehat sekali ya kami. Katanya ada perahu karet/getek yang bisa dinaiki dengan biaya Rp 10000/orang tapi saat kami sampai bawah di loketnya itu tidak beroperasi sama sekali, tidak ada seperti tanda-tanda kehidupan. Yah mau tidak mau kita jalan kaki lah, naik turun tangga kurang lebih 100 anak tangga saat mau sampai di air terjunnya. Turunnya sih masih oke, naiknya buset capek banget. Oh ya sebelum kami berjalan menuju air terjun, ada Ibu-ibu warga lokal yang berjualan di daerah situ mengingatkan kami untuk berhati-hati katanya banjir, waduh semakin tidak enak perasaan kami. Tapi setelah sampai memang aliran Sungai Oyo lagi deras banget sih, mungkin ini juga faktor perahunya tidak beroperasi.
Setelah sampai di air terjun kami bermain air sebentar, foto-foto, dan Saya mencoba menyusuri satu air terjun yang tinggi di sisi satunya, sayangnya tidak ada pengunjung satu pun yang bermain di area tersebut dan tampungan air dari atas mengalir ke bawah itu banyak seperti sampah ranting dedaunan gitu sangat tidak terawat, lupa tidak saya foto juga. Untuk sampai situ harus hati-hati banget selain batunya licin berlumut kita harus melihat dan memastikan pijakannya apakah aman atau tidak, jangan lupa juga untuk selalu memberi salam saat kita berada di tempat/alam terbuka seperti ini.
Karena Saya tidak jeguran ataupun bermain di bawah grojogan air terjun, akhirnya memutuskan untuk menikmati alam dengan cara bermeditasi, biasanya saya meditasi hanya mendengarkan suara gemercik air dan kicauan burung lewat platform YouTube namun saat di Air Terjun saya bisa mendengarkannya langsung huhu bahagia sekali rasanya, apalagi saat membuka mata terlihat tebing kapur ditumbuhi dedaunan hijau-hijau sangat syahdu sekali.
Karena awan terdeteksi mendung akhirnya kami pulang, kami putuskan untuk membeli minuman dan gethuk di warung Ibu yang tadi mengingatkan kami, gethuknya enak banget per bungkusnya cuma Rp 10000 dan singkongnya berasa banget, lumayan untuk isi energi. Saya pikir nama SriGethuk ini karena khas daerahnya berjualan gethuk tapi ternyata tidak setelah saya membaca sumber di berbagai media. Oh ya rute untuk pulang ini berbeda ya dengan rute dari pos tiket masuk tadi, ya karena jalannya juga cuma setapak jadi ga mungkin kalau buat simpangan. Jalan untuk akses keluar ini bahkan lebih terjal dan parah, banyak bebatuan yang sudah mengelupas dari aspalnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa hujan langsung mengguyur kami saat keluar dari wilayah air terjun, basah kuyup tau gitu mandi sekalian aja di air terjun😭. Ya sudah cukup sekian dan terima gaji untuk berlibur di destinasi...
Read more