Tradisi ini diceritakan oleh guide dari Longjing Teahouse saat saya kunjungan kesana. Ketika teh sedang dituangkan untuk disajikan, mengetuk pelan meja dengan jari tangan adalah kebiasaan sebagai cara untuk menunjukkan rasa syukur. Cerita legenda mengatakan bahwa kebiasaan ini berasal dari Dinasti Qing ketika Kaisar Qianlong pergi ke kedai teh dalam keadaan sedang menyamar. Pemilik warung teh membantu kaisar menuangkan secangkir teh yang sempurna untuk teman atau pelayannya yang menyamar. Sudah menjadi kebiasaan bahwa mereka akan tunduk pada kaisar, tetapi karena sedang dalam penyamaran, mereka memutuskan untuk menyentuhkan jari mereka seolah-olah membungkuk dengan tangan.
Jangan sesekali mengetuk dengan 3 jari, karena itu artinya mengajak...
Read moreExperience the teas of the local region. Very welcoming. Fresh green tea. Good prices for buying...
Read moreSaya pergi kesini, karena dalam packet tour. Didalam sini sangat tenang dan nyaman, dan saya juga mendapat pengalam tentang teh
Kalau tidak beli teh, bisa juga beli oleh oleh dan makanan ditoko oleh olehnya didekat exit!
Tea house ini dalam pendesaan, sangat bagus
Saya...
Read more