They used to have good and fresh food, but yesterday: Curry Otak and 1 of the Ayam Pop was already rather hard and over cooked shrinked size. The service was also rather too long. Not usual for a Padang resto ready to serve style. And usually there were more people dine in. Hoping they will recover again. We used to dine in there very very often before pandemi, even having parties...
Read moreCocok Untuk Pemula
Dari dulu suka melihat ada restoran Mitra Sederhana Pasteur di jalan Pelajar Pejuang. Namun baru kali ini tertarik untuk mencoba.
Ayam Pop (7.5/10) Dalam satu piring dihidangkan dada dan paha besar. Entah mengapa terasa kurang bumbu. Rasanya hanya asin begitu saja.
Telur Dadar (8/10) Meskipun hanya satu slice, ukurannya sangat besar dan tebal.
Sayur Santan (7/10) Isinya ada nangka, kacang panjang dan kacang tanah. Kuahnya agak hambar meski menggunakan santan.
Gulai Kikil (9/10) Kikilnya sangat empuk dan lembut. Kuah gulai gurih dan berempah.
Rendang (7/10) Rasanya sama sekali tidak pedas meski bumbunya gurih.
Sambal Hijau (7/10) Sungguh aneh bin ajaib, sambal hijau sama sekali jauh dari kata pedas. Sebanyak apapun masuk ke mulut rasa pedas tidak terlalu nendang.
Restoran ini tidak menyediakan area khusus smoking, bila kurang beruntung siap-siap bersebelahan dengan orang yang merokok.
Secara singkat restoran ini lebih cocok bagi orang yang baru mulai belajar makan masakan Padang. Bukan tempat yang cocok bagi penggemar...
Read moreIt's change name become sederhana pasteur not Bintaro anymore, the taste is not good ordered sambal lado hijau taste sweet, same for sayur nangka taste sweet not soury like it supposed to be, the tunjang / kikil was still hard to chew not soft. Worst taste bad for nasi Padang...
Read more