Pempek Pak Raden adalah kuliner khas kota Palembang yang melegenda sejak awal tahun 1990 an di ibu kota Sumatera Selatan itu, tapi sekarang frenchisenya sudah menyebar ke berbagai pelosok Nusantara tercinta dengan ciri rasa saos cukanya yang khas dan unik juga dengan variasi menu yang beraneka ragam, ada yang disebut pempek kapal selam, lenggang, lenjeran, model dan sejenisnya dengan sensasi rasa yang kenyal, gurih, asam, manis, asin dan semuanya terasa maknyus dan sangat menggoda selera kita, hehe ... Sajian kuliner pempek Pak Raden yang paling khas yang umumnya terbuat dari racikan ikan tenggiri dan ikan belida atau ikan laut sejenisnya ini memang sangat terkenal sejak awal dekade 90 an terutama bagi mereka yang pernah tinggal di sekitar kota" dan pedesaan yang berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan yang berderet megah memanjang di bagian selatan pulau Sumatera yang dulu dikenal dengan sebutan Suwarna dwipa ini atau bagi mereka yang hanya sekedar melintas untuk dinas/bertugas secara berkala juga berniaga atau berwisata di ibu kota Provinsi di kawasan Sumatera Bagian Selatan ini yaitu di kota" besar potensial yaitu kota Palembang, Bandar Lampung, Jambi dan Bengkulu bahkan saat ini kuliner pempek ini sudah menyebar & melebarkan sayap bisnisnya ke seluruh pelosok Nusantara tercinta ini ... Oya supaya tidak penasaran silahkan anda mencoba pempek Pak Raden yang aslinya di kota kelahirannya di Palembang yang indah yang saat ini sedang sibuk berbenah diri untuk membangun sarana infrastruktur jalan, jembatan, fly over, gedung" kantor pemerintahan serta sarana & prasarana olah raga yang dipusatkan di Komplek Olah Raga Jaka Baring yang dulu cukup fenomenal karena sempat dihebohkan dengan kasus Wisma Atlitnya yang mencuat ke permukaan karena banyak melibatkan tokoh" partai penguasa di rezim lama yang sudah lengser ! Semaraknya pembangunan kota Palembang di bawah kepemimpinan bpk Alex Noerdin, gubernur Sumsel dua periode terakhir dalam rangka menyambut persiapan menjadi tuan rumah di pesta olah raga Asian Games yang rencananya akan diselenggarakan secara serentak di tiga provinsi yaitu di DKI Jakarta Raya, Jawa Barat & Sumatera Selatan yang insha Allah akan berlangsung di bulan Agustus 2018 mendatang ! Yah sebagai masyarakat awam pencinta wisata budaya nusantara yang pernah dinas dan bermukim selama 4,5 tahun di kawasan Sumbagsel terutama di provinsi Lampung & Sumatera Selatan ketika bertugas sebagai spv di Karikpa Bandar Lampung hanya bisa berdo'a, semoga pesta olah raga terbesar di benua Asia ini kelak berjalan dengan lancar, aman, nyaman, tertib &...
Read moreThis legendary establishment, known as one of the city's oldest pempek spots, serves up delicious and authentic versions of this iconic dish.
The star of the show, of course, is the pempek. Here at Pak Raden, they've perfected the art of pempek – the texture is springy and satisfying, with just the right amount of chew. Each bite bursts with flavour, and you can choose from a variety of pempek which come in all shapes and sizes. They also offer other Palembang specialties like Tekwan and Lenggang.
The dipping sauce is another highlight. It's a delicious blend of sweet, sour, and spicy flavors. Be warned, though, for those with a lower spice tolerance, it can pack a...
Read moreMakan disini tidak sesuai dengan besarnya nama,
Pelayanan kurang memuaskan, banyak jebakan. Pertama saya datang, meja dalam keadaan basah dan kotor, saya duduk dan pelayan menghampiri, dia hanya teriak ke temennya untuk minta lap, namun hingga sampai makanan datang sendiri, meja tidak di lap, makan dalam keadaan kotor dan basah, tanpa ada satu pelayanpun yang datang untuk membersihkan atau lap meja, padahal kondisi pada saat itu sepi pelanggan, tidak ada 1 mejapun yang berisi yang artinya pelayan tidak dalam kondisi sibuk
Selain itu juga, memesan disini harus hati hati karena banyak jebakan, jebakan yang saya maksut adalah jika telah memesan makanan (nasi+lauk pilihan kita) maka akan dikeluarkan tambahan sambal, 1 pepes otak2 mini+1 perkedel. Saya sudah ada feeling mungkin ini jebakan jadi saya tidak memakan menu tambahan tersebut yang seolah2 diberikan gratis, saya hanya makan sambalnya saja. Namun setelah bayar, sambalnya juga dihitung. Jadi jika anda memesan contoh: nasi+pindang maka makanlah nasi putih dengan pindang tersebut saja, jangan makan yang lain
Untuk rasa, sama seperti review salah satu agan yang ada disini, rasa berubah2 dan belum bisa dibilang enak juga, gak sesuai dengan nama...
Read more