Seriously, the night market, and most others, i guess, needs real attention about cleanliness and garbage. The place has good vibes, yet trash is everywhere, at every inch on the ground.
The food vendors should be made responsible for their own garbage. They have to provide a can on their side to collect their own garbage, and another one on the buyer's side, so buyers can dump the garbage easily after finishing the meal.
My experience, having enjoying snack like omelet or jasuke, I couldn't find any trash can, and i got confused about where to dump. The market management should also make available large trash cans, placed at every corner of the Market.
This night market, and most others, would have a stronger attraction, were it be cleaner...
Read moreSurprisingly I like it. Piece of advice for those not used to Indonesian night market, you have to go with an open mind and take care of your belongings like purses and wallets.
Now is the good part. Most of the cloths products are the same quality you would find in commercial stores. You just have to be more detailed to what you are buying, you have to check if there are any defects. Been there twice and found no defects in what i bought. Some Products you buy online, this market has it... So if you are in bali might as well buy it in the market, you save money that way by avoiding package fee from another city.
I suggest arriving there latest at 6pm as it gets really crowded as the night goes to avoid cramping...
Read morePasar Kreneng Denpasar merupakan merupakan pasar tradisional yang pertama kali beroperasi di tahun 1983. Memiliki 3 lantai, Pasar Kreneng Bali ditempati sekitar 805 pedagang tetap serta 211 pedagang kaki lima. Disebut Kreneng karena memang lokasi pasar berada di Kreneng.
Jika di pagi hari Pasar Kreneng Denpasar menjual berbagai kebutuhan sehari-sehari, berbanding terbalik saat malam hari. Pasar Kreneng melayani khusus wisatawan yang ingin berburu wisata kuliner khas Bali dan Nusantara.
Apabila ingin mengetahui pedagang tersebut adalah orang Bali, kamu bisa melihat ada atau tidaknya tempat sesajen di sebelah kanan atau kiri pedagang. Bila ada otomatis si penjual merupakan orang Bali asli yang beragama Hindu.
Banyak yang datang ke pasar ini untuk sekedar mencicipi makanan tradisional atau membeli kebutuhan harian dengan harga terjangkau. Ketika kamu baru sampai pasar, jangan kaget disambut oleh dua patung besar yang mengapit tangga. Tidak perlu takut, patung itu hanya berupa simbol sebagai penjaga pasar dan seluruh pedagang agar tetap dalam keadaan selamat.
Pasar Kreneng buka setiap hari, dari subuh hingga malam hari. Ada dua waktu yang bisa kamu pilih untuk berkunjung ke tempat ini, diantaranya pasar pagi atau pasar malam (Pasar Senggol).
Menjelang petang, sekitar jam 3 sore, pasar pagi akan digantikan oleh pasar malam dimana para pedagang mulai berdatangan mengatur tempat dagangannya. Tepat pada jam 4 sore semua dagangan sudah siap dibuka dan melayani pembeli.
Hanya dengan mengeluarkan uang sekitar Rp 20.000, kamu sudah dapat menikmati makanan lokal berbahan dasar babi yang disebut dengan Lawar Bali. Di Pasar Kreneng, campuran sayuran dan daging babi cincang berbumbu ini sangat lazim ditemukan terlebih pada malam hari saat Pasar Senggol sudah buka.
Sedikit saran dan tips untuk kamu yang ingin pergi mengunjungi salah satu pasar tradisional terbesar di Bali ini. Pertama, selalu pantau cuaca, meskipun lokasi tidak begitu terbuka tetapi berkunjung saat hujan akan membuat pengunjung kurang nyaman. Kedua, pastikan untuk membawa uang tunai, karena tidak tersedia sistem pembayaran virtual di...
Read more