Sate Cak Fais is one of the best spots in Surabaya to enjoy authentic Madura-style sate. Owned by a native Madurese, the authentic flavor truly shines through.
Service Quality: The service here is friendly and efficient, even during busy meal times. The staff is attentive and always ready to serve with a smile.
Ambiance: The place is simple, yet the atmosphere is comfortable for dining with family or friends. There are seating options both inside and outside, allowing guests to choose based on their preference.
Cleanliness: Cleanliness is well-maintained here. Despite the crowd, the dining and kitchen areas always look clean, enhancing the dining experience.
Price: The price is quite reasonable considering the generous portions. The meat pieces are large, making each skewer satisfying. The peanut sauce is flavorful and well-balanced—not too...
Read moreDatang siang-siang ke resto ini tanggal 9 Juli 2025, kondisi resto lagi cukup sepi—cuma beberapa meja yang terisi. Harusnya ini jadi waktu yang ideal buat dapat pelayanan yang baik kan? Well, ternyata aku terlalu berharap.
Dari awal masuk, disambut oleh dua staf di kasir: satu mbak-mbak dengan tatapan sinis dan satu mas-mas yang nggak kalah cueknya. Dari raut wajahnya, seolah-olah kedatangan tamu itu gangguan, bukan pelanggan. Entah aku salah kostum atau salah masuk, tapi rasanya seperti dihukum karena pengen makan.
Yang lucu (dan agak miris), ada satu meja yang nanya soal makanan ke mas-mas yang nganterin. Tapi si mas malah langsung ninggalin meja begitu aja—tanpa jawaban, tanpa senyum, tanpa niat baik. Mungkin SOP-nya sekarang: “jawab seperlunya, atau nggak usah sama sekali.”
Puncaknya? Selama makan, si mbak dan mas kasir tadi sibuk bermesraan di area kasir. Bukan cuma duduk bareng—literally nempel dan pelukan kayak lagi nggak kerja. Ini restoran, bukan sinetron. Dan yang lebih bikin geleng-geleng, pas kami liatin karena risih, si mbak malah nyolot balik dengan tatapan sinis. Maaf, siapa yang nggak tahu malu di sini?
Sampai bayar pun, tetap disambut dengan ekspresi ogah-ogahan dan zero hospitality. Konsistensi pelayanan mereka memang patut diacungi jempol—karena dari awal sampai akhir tidak menyenangkan dengan sangat konsisten.
Jujur, aku pernah beberapa kali makan di sini sebelumnya dan nggak pernah dapat pengalaman seburuk ini. Tapi kalau beginilah kualitas pelayanan sekarang, mungkin memang sudah waktunya cari tempat lain yang tidak menjadikan pelanggan sebagai pengganggu aktivitas...
Read more[PELECEHAN] - ga pernah nulis google review kalo bukan karena dapat pengalaman nggak nyaman hari ini dan berharap konsumen lain nggak mengalami hal yang sama,
10 april 25, pergi kesana sekitar jam set 4 sore. begitu masuk langsung pesen ke kasir karena mau take away. ada pegawai bapak2 yang berdiri di dekat meja kasir (usia sekitar 50an). dari awal datang, beliau ngeliatin dengan tatapan nakal yang bikin nggak nyaman sambil senyum-senyum genit. tatapannya lama banget dari awal pesen sampe selesai. bapak tsb juga berusaha untuk caper dengan nanya hal yang sudah disebutin sebelumnya, yang dimana ga ada urusan sama dia juga (context: ada 2 pegawai, yg 1 cewek bagian kasir yang emang catet pesananku, dan 1 lagi si bapak ini yang berdiri2 doang ga ngapa2in). berusaha untuk ditanggepin seperlunya, bahkan ngejawab dengan ketus karena pertanyaannya ga jelas. tapi beliau masih ngeliatin dengan tatapan genit. akhirnya memilih untuk balik ke mobil karena super ga nyaman dan lapor ke pacar, akhirnya beliau disindir sama pacar beberapa kali karena habis godain aku. si bapak ga ada say sorry, bahkan beliau bahas ke temennya dengan bahasa madura.
Tindakan sekecil apapun, pelecehan tetap pelecehan, ga boleh dinormalisasi sedikit pun. kenyamanan pelanggan sama pentingnya dengan rasa makanan yang dibeli. percuma makanannya enak tapi pegawainya flop. semoga bisa berbenah dan tolong jangan memperkerjakan pegawai model begini supaya nggak terulang...
Read more