Rumah makan yang unik dan legendaris, menurut saya.
Siapa yang menyangka, diawali dengan rumah makan lesehan dipinggiran jalan, bilangan JL. Kertajaya ke arah RSUD Dr. Soetomo Surabaya (Teras bengkel AHASS Honda Motor). Dan sekarang sudah berpindah di rumah pemilik depot.
Dulu, rumah makan lesehan ini sangat ramai dikunjungi mahasiswa Universitas Airlangga. Selain karena ramah dikantong mahasiswa, rumah makan ini menjadi salah satu ikon nasi sambel, saat itu.
Waktu itu sekitar tahun 1992-an belum banyak rumah makan yang berorientasi pada sambalnya.
Waktu itu seingat saya hanya ada satu warung makan dengan orientasi pada sambelnya, Mak Yeye di daerah Jagir Wonokromo, Surabaya.
Kembali ke rumah makan Ho Ha. Bagi pecinta sambal terasi dengan lauk ikan pe (ikan pari) direkomendasikan mengunjungi tempat ini. Ikan nya kesat, tebal dagingnya dan aromanya gurih (biasanya ikan pe beraroma menyengat). Dan sekarang tersedia pilihan lauk yang lain, udang, ayam ungkep, mujair goreng,dll. Pelengkapnya adalah tempe/tahu, terong iris dan telor dadar.
Saking enaknya, smbalnya saja bisa dijadikan lauk. Sering saya makan sambal dan ikan pe saja hehehe.... Dan saya sampai saat ini (tahun 2025) belum menemukan pengganti sambal dari rumah makan ini.
Saya berlangganan dengan menu rumah makan ini sejak saya kuliah, tahun 1995. What a year, 30 years. Wowwww.....
Dan saya rasa, bagi mahasiswa UNAIR tahun 1990-an rumah makan ini adalah tempat berkumpul yang asik.
Di umur 30 tahun rumah makan ini didirikan saya rasa tempat ini sudah menciptakan salah satu komunitas pecinta sambal terasi 👍👍👍👍😁😁😁
Bagi saya rumah makan ini layak menyandang...
Read moreSego Sambel andalan sejak kuliah sampai sekarang meninggalkan Surabaya. Dulu warung sego sambel ini terletak di pinggir jalan, trotoar, Dharmawangsa, tapi saat ini ada warungnya sudah pindah di Gubeng Kertajaya. Kalau dulu makan “ngemper” sekarang sudah warung permanen. Kalau dulu makan dan harus siap dengan pengamen yang sering menghampiri, sekarang sudah nggak ada lagi. Menu andalan masih sama, iwak pe, tempe, telur, ada juga wader dan ikan. Bagi yang suka pedas, sambel, sego sambel ho ha bisa jadi pilihan. Kalau tidak suka sambel ya tinggal minta sambelnya sedikit dan nambah kecap (temanku biasa begini). Rasanya setelah sekian tahun masih sama. Harganya saja yang berubah. Iwak pe, tempe dan telur dadar selalu jadi menu pilihan. Minumnya es jeruk. Meskipun makan sambil keringetan dan nahan pedas, tapi rasanya tak tergantikan. Favorit. Warungnya tidak bisa dibilang luas, tapi cukup. Parkiran juga meskipun di pinggir jalan...
Read moreVery spicy sambals, serve with Hot Rice, Fried Egg, tempe, egg plant, and flying fish fried chunk....make taste never forget... Been their customer for more...
Read more