Came here during weekday, on Tuesday around 10.30AM and it took only around 10 minutes to get mine. I chose the Paket A (2 Cranberry Cheese, 1 Parmigiano Chocolate, 1 Double Chocolate) plus a cup of Es Kopi Susu. You can choose other beverage option. The price was Rp 140.000.
They're ready in boxes so it didn't take so much time to get my order ready.
The dine in place was limited and it's already packed which was uncomfortable for me. But if you don't mind with the crowd, line, and small space, the dine in experience may be good for you.
Anyway! My favorite is the cranberry cheese. It's soft and the cream cheese is not too much. Very balance. Parmigiano Chocolate becomes the second; as I don't really fancy chocolate bread. But surprisingly, it's not to sweet as the Double Chocolate. The savory flavor wins over the choco taste. Still very edible for my not-too-sweet-tooth.
Gonna recommend this place to bread lover friends!
Ah one more thing, I kept the box in the hotel room for 2 days and it's still fine. Of course it'd be better if you can re-heat it using oven/air fryer as written on the instruction. But if you don't have one, that's...
Read moreTTKR Coffee — Where Design Meets Flavor
Walking into TTKR Coffee feels like stepping into a space where intention lives in every detail. From a designer’s point of view, the interior is sharp yet inviting — clean lines, playful graphics, and an identity that’s consistent from packaging to space. It’s not just a coffeeshop, it’s a visual narrative.
As a coffee enthusiast, the experience here is layered. The baristas don’t just serve; they craft. Watching the pour-over process feels like witnessing precision and rhythm merge into one cup. Balanced, clean, and expressive — each sip tells its own story.
And then there’s the bread, Rotimacan. Golden, textured, and rich in character. It feels like the perfect pairing — where comfort meets creativity. The bread here is more than food; it’s a design of flavor, baked with personality.
📸 Captured through my lens, with the intention of preserving not just images but moments — textures, expressions, and the atmosphere that makes TTKR a place worth remembering.
TTKR Coffee is more than a stop; it’s a study of design, craft, and taste. A hidden thread in Bandung’s...
Read moreSaya adalah korban berita viral yang akhirnya pengen buktiin sendiri yang katanya rotinya enak banget dan beraniin antri. Start antri jam 8 pagi dan berhasil sampe ke depan kasir utk pesan jam 10 pagi.. dan saat itu roti yg tersedia tersisa hanya 1 varian.
Saya ingin ulas dulu sistem antrinya yg menurut saya nyusain pelanggan.. hari itu beberapa org di belakang saya yg juga antri dari pagi, yg setelah 2 jam antri akhirnya kecewa karena kehabisan roti. Sebaiknya kedai ini juga lebih memikirkan capeknya customer yg beantri ria begitu lama dan lumayan capek berdiri di pinggir jalan ya (walaupun kami dikasih tester roti supaya gak nyerah kali ya hahha), memastikan bahwa kesediaan roti yg diperjuangkan ini masih tersedia, mungkin bisa dilakukan identifikasi diawal.. sediakan order form, bagikan ke semua yg antri, bagian inventory product identifkasi diawal, hitung diawal kira2 berapa banyak roti yg akan dibeli di hari itu dan sebatas antrian mana kondisi roti akan sold out, jadi yg sdh antri tapi pasti gak kebagian roti, udah ketahuan diawal. Sistem jualan yg saat ini berjalan cuma bikin customer nyoba datang sekali dan akan mikir berulang2 kali apakah mau datang lagi. One time shopping alias beli sekali trus gak mau balik lagi. Trauma antrinya 😄. Termasuk saya, ogah balik lagi kesana, cukup sekali aja.. gak wajar antri 2 jam utk roti dan segelas kopi.
Menurut analisa saya knp antrinya begitu lama, krn 1 customer makan waktu cukup lama di depan kasir ketika order, termasuk saya hahahha....jujur krn bingung mau order minuman apa krn harus beli menu paket. Jadi kalau yg antri di hari itu sdh isi order form diawal dan ketika didepan kasir, kasir tinggal input dan bayar, saya yakin lamanya antrian per customer bisa dicut lebih efisien.
Review produk. Utk rotinya yg katanya enak banget, menurut saya gak begitu istimewa. Memang gak bisa dibandingkan dengan rotinya Mko, Hrvest atau H*lland, krn beda tipe. Tapi saya pikir, roti ini bisa ditemukan di tempat bakery lain. Rasa roti akan bergantung banget dari bahan2 yg dipake, jadi toko manapun juga bisa buat yg serupa jika menggunakan bahan yg sama.
Utk kopi, menurut saya lebih enak kopi racikan kpken dan fre. Rasa susunya lebih kuat dibanding kopinya. Tapi walaupun rasa kopi kurang terasa, kopinya sukses bikin saya kena Gerd, asam lambung naik parah 😫 .. bisa dipertimbangkan utk bikin racikan yg lebih mantab ya supaya sepadan dengan harganya. Bisa dipertimbangkan juga utk gunakan biji kopi yg asam lambung friendly, supaya aman buat customer yg punya masalah lambung.
Diluar dari review saya diatas, secara personal tidak ada intensi khusus utk menjelekan kedai. Semata-mata sebagai improvement measures utk kedai ini supaya bisa memberikan pelayanan yg baik, bukan hanya sekedar jual produk.
Oya, kalau kalian antri diatas jam 8, gak bisa hanya beli roti aja, jadi mesti beli paket roti+minuman. So baiknya pikirkan diawal mau pilih minuman apa jadi gak stuck kelamaan di depan kasir.
Untuk di lokasi ini, walaupun rasanya pengen beli rotinya lagi sepertinya saya hanya One Time Customer alias cukup sekali aja kesini.
Jadi pilihan ditangan anda, mau coba yg viral, siap capek dan puas ataupun kecewa😊.. the...
Read more