Salah satu perintis sejarah perayaman di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, lebih khusus lagi ayam goreng cap kalasan. Ayam goreng Mbok Berek ini sudah melegenda, dan masih coba bertahan di tengah gempuran para pendatang baru dan lama di dunia perayaman. Baik pendatang lokal dengan bungkus internasional maupun kemasan lokal kekinian, serta pemain baru dari negeri seberang. Dari segi rasa dan kualitas ayam gorengnya masih bisa dibilang enak. Ayam goreng kampungnya empuk, garing, krispi. Rasanya memang dominan asin dan gurih, tidak ada manis-manisnya seperti laiknya makanan khas Yogya-Solo. Malah cenderung keasinan untuk kremesannya. Tapi secara umum ayam goreng yang menjadi suguhan utama di warung ini sudah cukup memenuhi selera. Sedangkan gudegnya memang enak, tipe gudeg kering. Dan rasanya masih mirip-mirip dengan berbagai gudeg di warung-warung sebelah. Rumah makan ini punya area makan yang cukup luas dengan banyak meja. Mungkin bisa menampung lebih dari 100 orang sekaligus. Jadi rombongan orang lapar 2 bus besar bisa ditampung sekaligus di dalamnya. Tinggal pengelola rumah makan ini perlu melakukan berbagai penyegaran interiornya yang sudah mulai terlihat kusam dan suram. Agar lebih kelihatan cerah dan menarik bagi kalangan gen z. Lokasinya sangat strategis, tepat ditepi jalan raya utama Yogya - Solo. Tak jauh dari rumah makan Mbok Berek ini, Terdapat obyek wisata sejarah dan budaya yang sangat bagus namanya Candi Sari. Cukup jalan kaki sekitar 150 meter masuk ke jalan desa di depannya sudah langsung ketemu candi yang anggun dan indah. Tepat di seberang rumah makan Mbok Berek juga terdapat masjid yang besar dan menarik perhatian. Karena bentuk bangunan masjidnya yang berbeda dari pada umumnya, dengan warna warni yang cerah dan mencolok mata. Masjid ini dibangun oleh pemilik ayam goreng Mbok Berek di atas tanah yang pribadinya. Dari sisi harganya satu ekor ayam goreng kremes dibanderol dengan harga yang masih wajar. Bisa untuk dimakan 4 - 5 orang dengan porsi...
Read moreGood ambience. Hugh dining hall. Menu offered not complete, ordered duck on menu but they only have chicken (kampong). Portion was small. The chicken was quite good. Rice was ok. The single slice from a small tomato and 2 small slices of cucumber were accompanied with just a meagre tablespoon of sambal (acceptable but not the best I have tasted so far). Price of the above set was 40,000 Rps . If you order a glass of sweet tea, it will set you back another 10,000 Rps. For this price you would expect something better. But if you are hungry and cannot scout around for 'something better' this is not a bad...
Read moreThis is one of the best traditional kampong fried chicken you can get while in Yogyakarta. Everytime i visit Yogya, i will spare some time to visit this resto, and have some chicken. The texture of that chicken meat is so soft, moist and tasty, it has this original salty old recipes kind of you only get from your grandma's secret recipe. You will not get that fancy type of resto here, this is just a traditional typical family owned resto. Price are so cheap for this kind of traditional taste. Don't miss this chicken while...
Read more