Thengkleng Rica-rica dan Sate Buntel Pak Manto, Gak Ada Obat
Bagi yang pernah pergi ke Solo tentunya pernah mencicipi kuliner olahan kambing khasnya yaitu Tengkleng dan Sate Buntel. Salah satu yang sangat terkenal menyajikannya adalah Warung Sate Kambing dan Thengkleng Rica-rica Pak Manto.
Di Surabaya, Warung Sate Kambing dan Thengkleng Rica-rica Pak Manto yang hadir sejak tahun 2019 lalu menghadirkan tingkat kelezatan dan kenikmatan yang bisa dikatakan hampir sama. Sesuai dengan namanya maka menu andalan yang bisa dinikmati pengunjung adalah Sate Buntel dan Thengkleng Rica-rica.
Satu porsi Thengkleng Rica-rica disajikan dalam satu piring penuh berisi campuran tulang-tulang dengan daging yang masih cukup tebal menempel maupun tulang muda yang bisa dikunyah. Thengkleng Rica-rica ini kuahnya kental dan bumbu rica-ricanya berasa banget dan lumayan pedes tapi bikin nagih. Yang pasti ciamso (ciamik soro) rek rasanya.
Thengkleng Rica-rica Pak Manto tampilannya berbeda dengan tengkleng biasa. Jika tengkleng biasa berkuah kuning dan tidak begitu kental, maka tengkleng rica kuahnya kental merah kecokelatan dengan irisan cabe rawit. Tengkleng yang biasanya gurih rasanya dengan kuah yang tidak begitu kental dimodifikasi dengan bumbu cabe yang pedas.
Inovasi citarasa ini sangat cocok dengan selera arek Suraboyo apalagi daging kambing yang empuk dipadu dengan bumbu tengkleng yang gurih pedas. Rasa pedas manis bumbu tengkleng yang meresap hingga perpaduan manis dan pedas yang pas makin mantap saat dinikmati bersama nasi putih hangat.
Untuk menjaga keaslian dan kualitas citarasanya, tengkleng rica ini dimasak di atas tungku menggunakan api arang. Sementara bumbunya, dikirim langsung dari Solo, agar rasanya tetap sama. Bagi yang tidak bisa menikmati makanan pedas, jangan khawatir karena Thengkleng Rica-rica Pak Manto disajikan dalam berbagai tingkat kepedasan, tidak pedas, sedang dan pedas serta pedas banget jika memang mau mencobanya.
Thengkleng Rica-rica ini disajikan dalam porsi yang cukup besar, bisa dinikmati oleh 2-3 orang. Puas banget pasti makannya. Sate buntelnya juga gak kalah enak, manisnya pas, dagingnya juga tebel-tebel, puas deh. Olahan daging kambing di Pak Manto ini gak bau sama sekali, dijamin nambah nasi! Kudos to Almarhum Pak Manto!!! Terima kasih sudah menciptakan olahan kambing...
Read moreapalah arti makanan yg dijual enak kalau service yg diberikan tidak baik? padahal rumah makan ini orientasinya rumah makan keluarga ya tapi karyawan disini sangat tidak friendly dan berempati. kejadian pertama saya pernah dicatcall dg nada clometan oleh karyawan kitchen padahal saya lagi hamil. yang kedua (beda hari) waktu itu saya datang untuk makan malam dengan keluarga membawa 2 balita. saat saya mau menuju ke ruangan indoor/non smoking karyawan melarang saya duduk di area tsb dengan alasan sudah mau closed. saya tanyakan itu masih ada pengunjung lain kok mas (yang lebih dulu duduk di indoor tp makanan belum datang) dan ia katakan mereka sudah daritadi. oh baiklah kita nurut padahal di pada waktu itu di outdoor kondisi ramai dan hampir di setiap meja ada yang merokok sehingga asap dimana2, banyak nyamuk dan pastinya panas. singkat cerita krn sdh pasti anak2 tidak nyaman dengan kondisi demikian, ponakan saya terjungkal dr kursi sampai kepala terbentur dinding dan menangis kencang. meja saya tentu jadi pusat perhatian tapi saya heran sekali saat itu ada kok beberapa karyawan yg melihat kejadian itu tapi tidak ada satupun yg memberi atensi alias ya sudah hanya dilihatin saja. akhirnya tanpa saya ijin ke karyawan, saya ajak rombongan pindah ke ruangan dalam yg ber AC walau katanya sudah mau closed. benar saja anak-anak bisa tenang sampai kita selesai makan. saat rombongan saya sudah selesai makan, saya perhatikan customer lain yg lebih dulu duduk di area indoor kok masih asyik mengobrol dan tidak ada juga yang menegur. intinya gabakal kesini lagi kalau tidak sangat terpaksa karena servicenya...
Read moreAkhirnya kesampaian nyobain sate buntel dan cocok! Lokasinya mudah ditemukan, terus tempat makan indoornya adem, karena ber-AC. Tersedia highchair buat pengunjung yang membawa anak. Di dalam ruangan jug ada 2 ayunan untuk bersantai. Total ada 2 menu yang udah aku cobain:
Tengkleng Rica-Rica - 70k (⭐4/5) Sepiring tengkel porsinya cukup banget buat berdua. Rasanya cenderung manis sama dominan lada. Untungnya kita bisa request mau pedes atau engga. Kalau pedes bakalan dapet tengkleng dengan banyak potongan cabe. Irisan tomat dan potongan kubis pun jadi pelengkap yang nikmat. Tapi menurutku ini lebih ke balungan kambing sih, gak cocok buat kamu yang mau makan cantik. Coba lebih empuk sedikiiiiit lagi, pasti makin nikmat!
Sate Buntel - 24k/tusuk (⭐4/5) Kukira bakal eneg karena nggajih, ternyata aku cocok! Aroma smokey-nya pun dapet banget. Sama kayak tengkleng, rasa sate buntelnya manis. Agak kurang cocok kalau sate ini dimakan sendirian sama nasi, karena menurutku gak ada bumbu kayak sate biasanya gitu.
Overall, aku suka sama rasa keduanya. Meski masih ada aroma daging kambingnya, tapi tipis banget kok nggak yang prengus mengganggu. Sayang banget, aku kecewa sama servisnya. Pesen sate kambing gak dateng-dateng, padahal aku pesen lebih dulu. Pas ada pelanggan yang baru masuk, malah dapet sate kambing duluan, udah komplain 2 kali tapi akhirnya memilih batal, karena terlanjur jengkel. Soal harga, untuk makanannya aku gak masalah, tapi minumannya agak overpriced sih. Oh iya, di sini total harga akan...
Read more