Pemburu Kuliner harusnya tahu tempat ini deh, walaupun saat ini diteruskan oleh generasi keduanya tetapi soal rasa masih tetap juara...
Teringat pada tahun 2008 lampau, kami harus menunggu 2,5 jam untuk mencicipi mie godog ini. Ngantri dari lapar sampai kenyang karena mencicipi harumnya aroma masakan pak Parno itu. Ibu ketua panitia Waisak sampai menyerah dan kembali ke hotel, tetapi dia berpesan, her kalau sudah masak, kabari ibu ya, ternyata dia segitu penasarannya juga. 1,5 jam kemudian sebelum aku menelponnya, ia sudah muncul di lapak dan lho belum juga ya, aku ga jadi makan deh ya, udah ga tahan. Lho, jadi gimana pesanannya bu? Buat Heru saja katanya. Wah rejeki nih..
Kali ini saya mampir kemari tetapi sudah berpindah tempat ke tempat yang lebih besar, rapi dengan 2 tungku arang. Ini penting karena mengurangi jam tunggu. Ketika tiba di sana, aku lihat hanya 1 kelompok saja yang menunggu,. Mereka terdiri dari beberapa keluarga dengan anak-anak yang gegap gempita berlarian sampai teh di mejaku hampir tumpah olehnya.. aku pikir nah pasti ga lama antri nih, ternyata masih ada antrian 5 kelompok, bukan 5 piring lho . Ya sudah, siap menunggu demi mengulang kenangan masa lalu dan menguji kualitas rasa masakan generasi kedua...
Ternyata cukup ajaib, rasanya masih seenak dulu ketika papa mereka memasak, 1 kelebihan masak debgan arang adalah panasnya merata ke setiap sisi makanan, terlihat dari hujan lokal keringat setelah menghabiskannya. Mas Mura yang mengantarkanku berpesan jika ingin makan disini, minimal pesan 1 jam sebelum lapar ya.
Mas Mura juga bercerita bahwa pak Parno ini adalah seorang fotographer yang berjasa mempopulerkan Punthuk Setumbuk yang sampai menarik perhatian para produser film untuk dijadikan tempat shooting, salah satunya adalah Ada Apa Dengan Cinta 2.
Dulu, selain tempat makan, disini juga sebagai tempat mangkal fotographer, semacam studio mini, pak Parno juga pernah diajak mengambil foto Borobudur dengan helikopter sebelum adanya drone.. Sayangnya saya tidak bertemu langsung dengan pak Parno saat ini.
Ohya, menurutku ini salah satu Mie Godog terenak lho, walaupun saya memesan...
Read moreThis is an example where the next generation is continuing the business of their parent. Bakmi Pak Parno is already established for number of years as one of the best tasting Bakmi Jawa ini Borobudur and around (or decades if you count Bakmi Mbah Marto as it's predecessor) then suddenly stopped for various reasons.
Luckily the daughter in law learned the recipe and the know how and start re-opening the business. The taste is exactly the same as the original as well as the warmth of their service. Kudos and two thumbs up for this legendary Warung Bakmi, long may...
Read moreI knew this food stall a long time ago from the previous GM of Amanjiwo. So, I brought my family here last night. We ate mie godok & nasi goreng. And, it is more than yummy foods. The mie godok soup is the most recommended for it is rich with Javanese flavor. Must try food stall when you stop by or stay at...
Read more