Kawah Ijen, juga dikenal sebagai Gunung Ijen, merupakan salah satu objek wisata yang sangat populer di Indonesia.
Terletak di perbatasan antara Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, Kawah Ijen menawarkan pengalaman mendaki yang menarik serta pemandangan alam yang memukau.
Ketinggian Kawah Ijen mencapai 2.386 mdpl dan berada di Gunung Ijen yang juga dikenal sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia menjadikannya destinasi yang menarik bagi para pecinta petualangan dan fotografi.
Daya tarik wisata Kawah Ijen adalah fenomena "api biru" yang langka terjadi di malam menjelang subuh.
Ada beberapa rute yang bisa kamu ambil untuk menuju Kawah Ijen. Kamu bisa mulai dari titik Banyuwangi atau Situbondo. Namun yang paling gampang dan umum adalah dari Banyuwangi.
Jika kamu datang dari Banyuwangi, rute menuju Kawah Ijen dapat melalui Kecamatan Licin dengan jarak sekitar 15 km dari pusat kota Banyuwangi. Rute ini memiliki kondisi jalan yang baik dan dapat dilalui dengan kendaraan bermotor.
Sampai di Pos Paltuding, kamu akan melanjutkan perjalanan dengan mendaki sejauh 3 km hingga mencapai tepi kawah. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 2 jam.
Saya sendiri kesini kebetulan naik Damri, dari Taman Sri Tanjung berlanjut penjemputan di Stasiun Banyuwangi kota kemudian tancap gas ke pos Paltuding dengan waktu kuranglebih 2 jam perjalanan dengan tarif yakni 15.000, sebaiknya pesan tiket jauh hari pp ya lewat aplikasi damri atau traveloka.
Sesampainya dipos paltuding kurang lebih jam 1.30 dini hari. Anda harus menunggu sejenak sekitar jam 2.00 loket mulai dibuka. Siapkan pembayaran sebesar kurang lebih 20 - 25.000/orang untuk wisatawan lokal serta Surat keterangan Sehat dari dokter, h-2 terhitung dari jadwal pendakian. Dan ini sangat wajib sekali, karena pernah kejadian turis asing datang tanpa membawa surat sehat dari dokter benar - benar ditolak.
Disini kita bisa memilih untuk mendaki dengan kemampuan tenaga kita sendiri atau sewa ojek sorong kurang lebih 1,5 juta pulang pergi. Tapi disini saya lebih memilih mendaki dengan tenaga saya hehe ..
Namun sangat disayangkan sekali karena aktifitas vulkanologi, hingga kini Blue Fire masih ditutup, jadi wisatawan tidak bisa turun ke area Blue Fire. Namun kita masih bisa menyaksikan keindahan paronamic sunrise ysng tak kalah cantiknya.Tetap hati - hati jika berada di pinggir kawah ya, jangan sampai ada korban lagi seperti sebelumnya.
Untuk perjalanan turun pulangnya, sebaiknya diusahakan sesegera mungkin karena bus damri akan berangkat kembali ke kota Banyuwangi sekitar jam 09.00 pagi.
Nahhh, ayo siapa yang mau coba ke kawah Ijen,...
Read moreHier eine Zusammenfassung unserer Tour OHNE Guide.
Vorbereitung: Tickets für den Ijen gibt es direkt am Fuß des Berges für 100k (150k Wochenende)
Gasmasken kann man bei „Locals“ für 45k leihen. Diese vorher unbedingt testen.
Wir haben uns im Vorhinein günstig bei einem „DIY Store“ mit Stirnlampen und Mützen eingedeckt. Handschuhe benötigt man nicht.
Die Tour: Geschlafen in Banyuwangi (Frühstück nach der Tour inklusive)
Um 0:30 (AM) aufgestanden. Kurz darauf, Abfahrt mit dem Motorroller.
01:50 (AM) Ankunft am „Basecamp“
Ab 2:00 (AM) öffnet der Ticketschalter (ID / Passport erforderlich!) Frühsein lohnt sich. Es geht sehr langsam und die „Guides“ drängeln sich gerne vor.
Um 2:10 (AM) sind wir losgegangen. Der Weg ist sehr einfach und gut ausgebaut. Es ist eher Wandern als Bergsteigen. Wir haben eine große Gruppe mit „Guide“ überholt und waren um 3:00 (AM) für erstem am Kraterrand.
Wir sind einem „Guide“ und einem Touristen hinunter in den Krater gefolgt. Der Abstieg dauert ca 30 min. Der Einstieg zum Krater ist alleine nicht leicht zu finden. Dort wo die drapierten Körbe mit Schwefel stehen geht es links hinab. Hat man den Einstieg gefunden, ist der Weg kein Problem.
„Blue Flames“: Die blauen Flammen sind leider mittlerweile nur noch Fake. Um 3:00 bereiten die Arbeiter alles vor. Gießen künstlich Chemikalien auf den Felsen und entzünden diese für die Touristen…. Wir waren so früh da, dass wir alles mitbekommen haben und die Flammen auch noch nicht ganz blau sondern teilweise rot waren. (Siehe Fotos) Die natürlichen blauen Flammen (waren vor mehreren Jahren tatsächlich zu beobachten) werden durch die Arbeiter alle zwei Stunden gelöscht, um die Qualität des Schwefels zu erhalten. Sehenswert ist es dennoch.
Aufstieg zum „Sunrise-Point“: Zuerst geht es den Kraterweg zurück nach oben (ca 30 min). Folgt man dann dem Weg (Google Maps) immer weiter hat man einen wunderschönen Blick auf den sauren See im Krater des Ijen. Lohnenswert!
Abstieg und zurück in die Villa....
Read moretempt yg sangat direkomendasikan jika berkunjung ke banyuwangi maupun bondowoso !
wajib baca bagi yg berkunjungg pertama kali! 👇🏼
dari kedua kota berjarak sekitar kurleb 1 jam dengan rute jalan yg menanjak. wajib berangkat jam 11/12 malam, krn tiket dibuka sekitar jam stgh 2 dan start mendaki jam 2 dini hari..
jika berkunjung dari bondowoso rute tidak begitu curam tetapi kanan kiri jurang
jika berkunjung dr banyuwangi siapkan kendaraan anda dlm kondisi prima krn rute banyak tanjakan yg lumayan curam dan jalanan beberapa berlubang
tiket masuk ada 2x, pertama ada di jalan menuju ke pos paltuding ijen, 5ribu /orang, lalu tiket sebelum mendaki hari biasa 5rb, weekend 10rb.
disekitar pos sblm mendaki banyak homestay, warung, musholla dan kamar mandi.. jadi jgn ragu untuk bersantai/makan/shalat dsb sblm mendaki..
rute pendakian menempuh sekitar 2-3 jam tergantung fisik dan istirahat slama perjalanan, krn rute terus mendaki keatas..
yg wajib dibawa: senter, air minum, makanan, masker 3m, gas mask utk mengantisipasi asap belerang, power bank, pakaian tebal krn angin dan suhu yg dingin bgt, fisik yg sehat
jika tidak membawa masker, selama perjalanan akan ada bapak2 yg menawari sewa gas mask seharga 20ribu, nanti ketika turun dikembalikan..
jika tidak kuat naik / turun selama perjalanan akan ada bapak2 taxi yg menawarkan jasanya, jika naik kurleb 300-800rb tergantung hari dan pinter2 negonya, jika turun 200-50rb tergantung negonya juga
diatas ketika hari sudah mulai terik akan ada bapak2 yg menjual potongan belerang utk oleh2, harganya jg tergantung motif dan ukurannya 👍🏼
oh iya! ada 2 destinasi di ijen, blue fire dan sunrise point. jika ingin ke sunrise point bisa start mendaki jam stgh 3, tetapi jika ke blue fire harus lebih pagi, jam 2 ketika dibuka krn blue fire harus turun lg ke kawah ijen untuk bisa melihatnya
memang capek banget mendaki ijen tetapi selama perjalanan disuguhkan bintang dan milky way yg terlihat sangat jelas,
dan ketika sampai diatas bakal terbayar sudah semua capeknya ! worth...
Read more